HOME PEMBANGUNAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Selasa, 26 Maret 2019
Rencana Penyelamatan Danau Singkarak Diterima Wagub Nasrul Abit
Jakarta (Minangsatu) - Rencana Penyelamatan Danau Singkarak diserahkan oleh Menteri Kehutanan dan Ljngkungan Hidup Siti Nurbaya Abubakar kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau di Jakarta, Selasa (26/3).
Dari siaran pers Humasprov Sumbar disebutkan, Rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan 9 Menteri di Bali tahun 2009, dan Konferensi Penyelamatan Danau I di Semarang tahun 2011, dalam memperhatikan keadaan danau di Indonesia yang memiliki 840 danau besar 735 danau kecil yang merupakan sumber kehidupan manusia.
Wagub Nasrul Abit menghadiri rapat koordinasi Penyelamatan Danau Prioritas yang di adakan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di jln. Gatot Subroto Jakarta Selatan. Rapat Koordinasi yang di buka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan Kepala Bapenas, Menteri PUPR, dan perwakilan dari kementerian lain, yang berjumlah 11 kementerian terkait, kemudian dilanjutkan dengan menandatangani Kesepakatan Menteri tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.
Upaya penyelamatan 15 danau prioritas yang memiliki kondisi rusak atau terancam, salah satunya melalui penguatan sinergitas pengelolaan danau antara para pihak, dalam Rapat Koordinasi Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, terdapat target pemulihan 15 danau prioritas, yakni Danau Rawapening di Jawa Tengah, Rawa Danau di Banten, Danau Batur di Bali, Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Kerinci di Jambi, Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatra Barat.
Kemudian, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Cascade Mahakam-Semayang, Danau Melintang dan Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Tempe dan Danau Matano di Sulawesi Selatan, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Danau Jempang di Kalimantan Timur, dan Danau Sentani di Papua.
Pencemaran dan kerusakan danau saat ini di indonesia di akibatkan dari perilaku manusia yang mengeksplore danau terlalu berlebihan tampa memperhatikan keberlangsungan dan dampak lingkungan di sekitar danau yang tercemar.
Pada rapat Koordinsi penyelamatan Danau Prioritas Nasional Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyampaikan bagaimana keadaan danau di Indonesia saat ini,"Yang mengalami keadaan yang sangat dilematis penurunan fungsi danau sebagai sumber air bersih, budidaya ikan dan keberlangsungan ekosistem danau baik kekayaan flora dan fauna danau yang mulai terancam keberadaannya sangat perlu perhatian kita bersama," ujarnya.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang juga menyampaikan bagaimana ketersediaan air bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Indonesia. "Diprediksi pada tahun 2045, pulau Jawa akan mengalami krisis air jika kita tidak memperdulikan ketersediaan air yang tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Sementara Danau merupakan candangan air yang sangat berperan sekali dalam menyimpan cadangan air," ujarnya.
Sedangkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah lama bekerja dalam memperbaiki beberapa danau dari 15 danau prioritas itu. "Namun hal ini tidak cukup tanpa sinergis antar sektor yang saling membantu bersama demi keberlangsungan Danau yang menjadi prioritas dan danau kecil lainnya," katanya.
Dengan adanya rapat koordinasi penyelamatan danau prioritas dan revitalisasi gerakan penyelamatan danau juga mengajak Pemerintah Daerah baik Gubernur maupun Bupati beserta jajarannya yang hadir juga menandatangani kesepakatan Penyelamatan Danau Prioritas.
Terkait pencemaran Danau Maninjau yang menjadi sorotan pemerintah pusat, yaitu disebabkan oleh budidaya ikan yang berlebihan tanpa memperhatikan dampak keberlangsungan dari danau dan ekosistem danau yang terkandung didalamnya.
Selain dari budidaya ikan, faktor lainnya yaitu kesadaran masyarakat yang tinggal di sekitar danau yang membuang sampah dan limbah rumah tangga ke lingkungan danau mengakibatkan pencemaran yang sangat sulit diatasi.
Wagub Nasrul Abit memandang perlu sinergitas lintas sektor agar pemanfaatan danau dapat dilakukan secara optimal, tanpa ada tujuan yang mendominasi tujuan lainnya, dan dapat berakibat terhadap kehancuran.
"Karena danau adalah multifungsi, berbagai sektor dan kepentingan memanfaatkannya, kita perlu mengelola danau secara bersama-sama, dan harus dilakukan secara seimbang," katanya.
Editor : T E
Tag :Penyelamatan Danau #Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PROSES PENGADAAN TANAH FLYOVER SITINJAU LAUIK CAPAI PROGRES PENTING
-
ANTISIPASI KEMACETAN SAAT MASA LIBUR LEBARAN, GUBERNUR MINTA HKI MEMPERCEPAT PENANGANAN JALAN
-
MENAKER SERAHKAN BANTUAN RP30,3 MILIAR UNTUK KORBAN BENCANA SUMBAR, GUBERNUR MAHYELDI MENILAI POSITIF UNTUK PEMULIHAN EKONOMI
-
PEMBANGUNAN JALAN TOL SEKSI SICINCIN/KAYU TANAM - BUKITTINGGI DIRENCANAKAN DIBAGI MENJADI DUA SEGMEN
-
MENTERI PU : PEMERINTAH PUSAT SIAPKAN RP2,6 TRILIUN UNTUK PEMULIHAN PASCABENCANA SUMBAR
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK