HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PAYAKUMBUH
- Kamis, 30 April 2026
Ratusan Personel Relawan Kebencanaan Ikuti Gladi Kesiapsiagaan Bencana Di Payakumbuh
Payakumbuh (Minangsatu) - Sebanyak 125 personel dari berbagai instansi dan relawan kebencanaan di Kota Payakumbuh mengikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di samping Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Batang Agam, Kota Payakumbuh.
"Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Ini upaya antisipasi dan respons efektif yang harus dibangun sejak dini. Detik-detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati," ujar Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana peringatan HKBN itu, kemaren.
Wawako Elzadaswarman mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara dengan risiko bencana tertinggi kedua di dunia.
"Berdasarkan The World Risk Report 2023, hanya negara dengan indeks kerentanan tinggi yang berada di peringkat atas, dan Indonesia menempati posisi kedua dari 193 negara." lanjut Elzadaswarman.
Kota Payakumbuh, menurutnya, termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung. Karena itu, gladi kesiapsiagaan kali ini dirancang untuk menguji tiga hal, yakni ketangkasan personel, kelaikan peralatan, dan koordinasi lintas instansi.
Elzadaswarman meminta seluruh peserta menganggap gladi yang berupa latihan kesiapsiagaan bencana ini sebagai situasi nyata.
"Ketajaman insting dan kecepatan koordinasi Saudara akan menjadi tumpuan keselamatan warga Payakumbuh," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan urusan kesiapsiagaan sepenuhnya kepada pemerintah. Setiap keluarga, menurutnya, minimal harus memiliki rencana evakuasi mandiri.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai itu tidak hanya seremonial.
Setelah apel, peserta mengikuti gladi penanganan darurat yang melibatkan puluhan kendaraan operasional, termasuk dua unit ambulans dari Dinas Kesehatan, tiga unit motor trail dan satu armada damkar dari Satpol PP dan Damkar, serta dua unit motor patroli dari Dinas Perhubungan.
Jumlah peserta gladi berasal dari 19 unsur. Selain Pemerintah Kota, Payakumbuh, hadir pula BASARNAS, PMI, ORARI, RAPI, TAGANA (Taruna Siaga Bencana) dari Dinas Sosial, Pramuka, serta Koordinator KSB (Kampung Siaga Bencana) dari lima kecamatan se-Payakumbuh.
Jumlah peserta terbesar berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh dengan 33 orang, diikuti TAGANA (17 orang), Satpol PP & Damkar (10 orang), dan Pramuka (10 orang).
Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian sesuai ketentuan masing-masing, seperti PDL (Pakaian Dinas Lapangan) atau kaus berwarna oranye bagi KSB.
Diketahui, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Tanggal itu dipilih untuk memperingati disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menjadi landasan hukum sistem penanggulangan bencana di Indonesia. (*)
Editor : Benk123
Tag :#payakumbuh
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BAWASLU PAYAKUMBUH JALIN KERJA SAMA DENGAN PWI PAYAKUMBUH-LIMAPULUH KOTA HADAPI PERSIAPAN PEMILU 2029
-
JELANG BERAKHIR KEPENGURUSAN, KARANG TARUNA AUDIENSI DENGAN WALI KOTA PAYAKUMBUH
-
UNGGUL 6 SUARA, POPON KEMBALI PIMPIN PWI PAYAKUMBUH-LIMAPULUH KOTA
-
KONFERENSI PWI PALIKO: POPON KEMBALI TERPILIH, UNGGUL 13-7
-
SIARAN PERS PWI SUMBAR: PWI PALIKO SIAP GELAR OKK, 47 PESERTA LOLOS VERIFIKASI
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK