HOME RANCAK PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Selasa, 14 September 2021
Puluhan Lukisan Kaligrafi Islam, Empat Maestro, Dipamerkan Di Taman Budaya Sumbar
Karya Ade Setuawan, “Al-Azhimiyyah”, Mixed Media.- 75 x 95 cm - 2020.

Padang (Minangsatu) - Puluhan lukisan kaligrafi Islam karya 4 (empat) pelukis Sumbar akan di gelar dalam suatu pameran bertajuk "Ekspresi Religius" di ruang pameran galery Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro 31 Padang.

Keempat pelukis tersebut terdiri sang maestro seni lukis kaligrafi Islam Amir Syarif (82 th), Am. Y. DT. Garang (71 th), Irhash A. Shamad (63 th) dan Ade Setiawan (40 th), memajang karyanya sejak 15 hingga 20 September 2021 mendatang.

Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Hendry Fauzan, didampingi Kasi Pameran dan Perunjukan Taman Budaya, Sexri Budiman, saat dihubungi di Taman Budata, Selasa, (14/9/21), menyebutkan, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan potensi seni rupa di Sumatera Barat, khususnya seni lukis kaligrafi Islam yang pemunculannya lebih populer sejak dimulainya MTQ Nasional lebih dari 4 (empat) dekade lalu sejalan dengan kegiatan MTQ Nasional di Semarang, Jawa Tengah tahun 1979 lalu.

Ini bukan sulaman, tapi karya kaligrafi Islam. 

Di Sumatera Barat pameran besar kaligrafi Islam, dalam catatan yang ada dilaksanakan secara besar-besaran sejalan kegiatan MTQ Nasional ke 13 tahun 1983 lalu yang melibatkan nama-nama besar di tanah air saat itu. "Demam melukis kaligrafis Islam kian berkembang di Sumatera Barat dengan pemunculan sejumlah nama yang turut meramaikan dunia seni lukis kaligrafi Islam di daerah ini," ujar Hendry Fauzan menjelaskan.

Di tempat yang sama kurator pameran, Yasrul Sami, menyebutkan eksistensi para perupa seni lukis kaligrafi Islam di daerah ini, tak pernah henti dalam melahirkan karya-karya terbaik, bukan hanya unsur fisik tetapi juga mencakup unsur psikologis karya dalam menuangkan ekspresi seni lukis kaligrafi, syarat makna dan nilai-nilai spritual dan religius.

Dilatarbelakangi seni lukis kaligrafi Islam yang diusung ke empat peserta pameran secara substansial mencerminkan nilai-nilai kehidupan budaya, alam semesta, dan norma-norma absolut keyakinan yang hakiki. Secara umum lukisan kaligrafi yang di dalamnya terdapat tulisan Arab lebih berfungsi sebagai unsur disain dalam lukisan, bahkan bisa menjadi tekstur dan bahkan menjadi bagian lukisan yang ingin ditonjolkan sebagai 'centre of interest' dengan berbagai teknik yang selama ini mewarnai kancah seni lukis kaligrafi Islam sebagaimana diisyaratkan para pelukis yang berpameran kali ini.

Dan yang terpenting lagi ujar Yasrul Sami yang akrab dipanggil Ucok ini, seni lukis kaligrafi Islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pergerakan seni lukis moderen di tanah air. Meski usia seni lukis kaligrafi Islam belum terlalu panjang dibanding seni lukis secara umum.

Satu diantara empat pelukis yang berpameran ini, yakni sang maestro Amir Syarif (82 th) dan teman seangkatan dengan pelukis kaligrafi Islam Indonesia Amri Yahya (alm) saat masih kuliah di ASRI Yogyakarta dulunya, tidak hanya tua dalam usia, namun juga sangat matang dalam berkarya.

"Melalui konstruksi struktur bidang-bidang dengan latar belakang warnanya yang memancarkan berbagai karakter imajinasi dan prinsip penyusunannya sangat kuat sensibilitasnya terhadap komposisi dan pemahaman berbagai karakter warna diperkuat sentuhan ragam hias dan pernik-pernik bernilai estetika tinggi," ujar Yasrul Sami.

Kemudian nama pelukis kaligrafi Islam seperti Ade Setiawan, juga tak kalah menarik saat kita menyaksikan khat kaligrafi Islam di setiap kanvasnya dengan tetap memperhatikan sentuhan estetika disetiap sapuan kuasnya. Juga nama Am. Y. DT. Garang dan Irhash A. Shamad merupakan dua pelukis kaligrafi Islam yang tak asing lagi di kancah seni lukis kaligrafi Islam.


Wartawan : Muharyadi
Editor : ranof

Tag :#kaligrai islam#pameran#taman budaya#sumbar#empat maestro#