HOME SOSIAL BUDAYA KOTA BUKITINGGI

  • Rabu, 28 Desember 2022

Pengunjung Pedati XII Tumpah Ruah, Pedagang Kerupuk Kuah Menuai Berkah

Salah satu kuliner khas Bukittinggi.
Salah satu kuliner khas Bukittinggi.

Bukittinggi (Minangsatu) - Senyum sumringah terpancar nyata di wajah Upi, perempuan asal Jambu Aia yang mengaku sudah sepekan lebih bejualan kerupuk kuah di sekitar Jam Gadang Bukittinggi. Selama berlangsungnya liburan yang bersamaan dengan digelarnya Pedati XII, kunjungan ke lokasi wisata boleh dikatakan tak pernah sepi.

Hal itu tentu saja berimbas terhadap jual beli pedagang sekitar, diantaranya pedagang kerupuk kuah yang berkeliling lokasi menjajakan kuliner legendaris asal Kota Wisata tersebut.

“Apalagi kalau sudah masuk waktu petang,  pengunjung tumpah ruah, yang pesan kerupuk kuah pun tidak putus-putus. Senanglah, bisa mengumpulkan rezeki lebih untuk beli baju baru dan perlengkapan sekolah anak di awal tahun,” ungkap perempuan yang  membiayai pendidikan dua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.  

Pedagang lainnya, Linda juga merasakan hal  yang sama. Saking ramainya pengunjung, berkali-kali ia bolak–balik ke rumah untuk meramu kembali  bahan dagangan. Namun pekerjaan tersebut dilakukan dengan senang hati. “Boleh dikatakan, hampir semua pedagang mendapatkan kelimpahan rezeki selama berlangsung even daerah yang memang ditujukan untuk mendongkrak geliat pendapatan masyarakat Kota Bukittinggi pada umumnya,” tutur Linda.Kerupuk kuah, salah satu dari sekian banyak  kuliner yang kota ini miliki. Selain harganya yang terjangkau, makanan ini termasuk jenis camilan ringan yang dapat disantap dalam berbagai suasana, tidak pilih tempat. Tidak sedikit pengunjung luar daerah yang penasaran dengan cita rasa Kerupuk Kuah yang ditawarkan para pedagang. Nama kerupuk kuah sudah melegenda bahkan terkenal sampai ke pulau lainnya di bumi nusantara.

Terkait hal itu, Pengurus Kadin Sumatera Barat, Rahim Mardanis tidak hentinya mengingatkan pelaku usaha, termasuk pedagang kuliner agar senantiasa menjaga kebersihan dan higienitas produk yang dijajakan. Alangkah lebih baik, jika dalam penyajian menu makanan, pedagang tetap mengutamakan kebersihan dengan menggunakan sarung tangan sehingga citra berwisata kuliner di daerah tetap terpelihara.


Wartawan : Sridani
Editor : ranof

Tag :#Kuliner kerupuk kuah #Kerupuk kuah #Bukitinggi #Sumbar

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com