HOME KESEHATAN KOTA BUKITINGGI
- Rabu, 24 November 2021
Pengaruh Adaptasi Kebiasaan Baru Berdampak Baik Terhadap Pencegahan Covid-19
Bukittinggi (Minangsatu) - Pengaruh, Standar Operasional Prosedur (SOP) New normal diatur dalam Peraturan Daerah no 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumatera Barat danppaknya cukup baik dalam pencegahan Covid-19 di Daerah ini.
"Kalau kita melihat Perda nomor 6 Tahun 2021 memang Provinsi Sumatra Barat salah satu Provinsi yang mengeluarkan aturan bagaimana kebiasaan hidup baru dalam kondisi Pandemi Covid 19," ujar Direktur RSUD Kota Bukittinggi dr. Vera Maya Sari, Selasa (23/11/2021).
Dijelaskan, kalau kita melihat kondisi sumatera barat saat ini yg telah banyak fungsi Perda ini dilaksanakan dan dapat dibuktikan kasus kita makin turun bahkan pemeriksaan dalam dua bulan terakhir ini, pasien kita sudah mulai nol, bahkan tinggal satu yang di Isolasi mandiri.
"Jadi memang dampaknya cukup baik, posisi kita Sumatera Barat sekarang sudah di level satu sehingga banyak kegiatan yang telah dilaksanakan bahkan pembelajaran tatap muka pun telah dilaksanakan," jelas dr. Vera Maya Sari.
Namun kita tidak boleh lengah karena saat ini mulai ada lagi varian masuk sesuai dari berita Kementerian Kesehatan RI. Untuk penggunaan aplikasi Peduli lindungi di Pusat keramaian atau Public room ini dapat mengunci gerak masyarakat yang tidak melakukan vaksinasi. Sehingga ini juga meningkatkan animo masyarakat untuk vaksin.
"Nah! Chek in itu sebenarnya, saya lihat untuk melihat, apakah pasiennya sudah divaksinasi? atau tidak dan pemeriksaan suhupun tetap dilaksanakan," imbuh ASN lulusan Kedokteran Unand dan Spesialias Unpad ini.
"Kalau kita berkaca lagi dengan Perda nomor 6 Tahun 2020 itu, sudah mulai longgar lagi saat ini, sehingga kita tetap harus mengingat pelaksanaan 5 M bagi yang telah vaksin," sambung Wanita kelahiran Kota Padang ini.
"Jika varian baru masuk ini akan menjadi ketakutan baru untuk kita bersama. Nah! Itu kita takutkan lagi dengan kita membuka diri, dikhawatirkan varian baru bisa masuk lagi ke Indonesia terutama Sumatra Barat,"kata Dokter Vera
Terakhir pihaknya rapat bersama Mentri kesehatan, juga disampaikan oleh bapak Mentri bahwa kita masih harus waspada. Makanya level 3 akan kita berlakukan lagi pada akhir Desember ini sampai awal Januari tahun depan. Karena diperkirakan lagi itu akan terjadi mobilisasi penduduk yang tinggi sehingga varian -varian baru juga bisa masuk.
"Sekarang kita masih berjuang dengan vaksin, Alhamdulillah! Posisi kita pertadi malam sudah diatas 80 persen, itu apresiasi juga kepada masyarakat karena masih ada di beberapa Kabupaten/Kota dibawah 40 persen," tutur wanita lulusan Pasca sarjana STIE H.Agus Salim itu.
Tapi dengan tingginya mobilitas dan tingginya keinginan masyarakat untuk perbaikan ekonomi, sehingga masyarakat kita yang sudah tidak memperdulikan hoaks bahkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan vaksin moderna dan fizer cukup tinggi.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dan keluarganya. Namun masker dan jaga jarak masih menjadi salah satu premary yang terpenting sekali, kita tidak lupa dengan itu.*
Editor : Benk123
Tag :#bukittinggi
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMKO BUKITTINGGI PERINGATI HARI GIZI NASIONAL KE 64
-
HASIL LABOR TERKAIT BERAS SINTETIS NEGATIF, WAKO BUKITTINGGI: TETAP WASPADA
-
KLINIK BUKITTINGGI EYE CENTER SIAP LAYANI PESERTA JKN
-
KLINIK BUKITTINGGI EYE CENTER SIAP LAYANI PESERTA JKN
-
BPJS KESEHATAN LAUNCHING LOKET PELAYANAN INFORMASI DI RSUD BUKITTINGGI
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK