HOME BIROKRASI KOTA PADANG PANJANG

  • Jumat, 28 November 2025

Pemko Padang Panjang Kerahkan ASN Dan Non-ASN: “ Tidak Ada Hari Libur”

Suasana rapat tanggap darurat dipimpin Dandim 0307/TD Letkol Inf, Agus Priyo Pujo Sumedi di gedung M Syafei, Kamis, 27/11/2025 kemaren.
Suasana rapat tanggap darurat dipimpin Dandim 0307/TD Letkol Inf, Agus Priyo Pujo Sumedi di gedung M Syafei, Kamis, 27/11/2025 kemaren.

Pd Panjang (Minangsatu) - Pemko Padang Panjang menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari ke depan, menyusul bencana hidrometeorologi  melanda beberapa titik wilayah kota serta perbatasan Tanah Datar.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemko mengumpulkan seluruh ASN dan Non-ASN dalam rapat koordinasi khusus di Gedung M. Sjafei, Kamis (27/11/2025) kemaren malam. Rapat dipimpin Dandim 0307/TD, Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, atas instruksi Wali Kota.

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintahan harus siap bekerja penuh, tanpa batasan waktu, demi misi kemanusiaan.

“Kalau sudah Tanggap Darurat, jam kerja berubah. Bukan lagi 8 jam sehari, kita bekerja 25 jam × 8 hari. Semua hari adalah hari Senin. Tidak ada hari libur, tidak ada lagi ucapan ‘jam kerja sudah selesai’. Kita kerja full,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga kini masih ada korban yang belum ditemukan. “Saat ini sudah tujuh korban ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara. Kita bekerja untuk kemanusiaan, bukan untuk rutinitas,” ujarnya.

Dandim juga menyoroti banyaknya warga yang terdampak karena tinggal dan membangun rumah di kawasan dekat aliran sungai Jembatan Kembar, tanpa menyadari besarnya risiko.

Ia meminta seluruh OPD menelaah kembali tugas pokok dan fungsinya,n agar penanganan di lapangan berjalan efektif dan terkoordinasi.

“OPD, pelajari lagi tupoksi masing-masing. Kita punya 14 hari. Mari bekerja bersama agar korban yang hilang dapat ditemukan, apapun kondisinya. Kita yang masih sehat ini punya kewajiban membantu,” ucapnya.

Hingga saat ini, terdapat lima titik longsor teridentifikasi dari batas kota menuju Lembah Anai, yang menjadi fokus utama penanganan tim gabungan.

Sementara Wakil Wali Kota, Allex Saputra menyampaikan dukungan penuh terhadap instruksi Wali Kota. Ia menegaskan, seluruh unsur pemerintah harus bergerak selaras dan tidak bersikap masa bodoh terhadap kondisi yang terjadi.

Ia menekankan, pentingnya empati dari setiap aparatur. “Jangan ada yang acuh. Coba bayangkan kalau yang hilang itu sanak saudara kita. Mari saling membantu dan berkomunikasi. Ketuk hati nurani masing-masing,” ujarnya.

Wawako Allex juga mengingatkan agar distribusi kebutuhan dasar bagi warga terdampak berjalan maksimal.“Besok pagi, saya ingin tidak ada lagi masyarakat kita yang tidak makan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. (*)


Wartawan : Asril Dt Pangulu Batuah
Editor : Benk123

Tag :#padangpanjang

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com