- Jumat, 29 Januari 2021
Pemkab Agam Gelar Rakor Jelang Pencanangan Vaksinasi Covid-19
Agam, (Minangsatu) - Jelang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang direncanakan dicanangkan pada Senin 1 Februari 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Agam gelar rapat koordinasi lanjutan, Jumat (29/1). Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Drs Martias Wanto itu membahas hal teknis, sasaran dan penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Di kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Indra sebagai leading sector memaparkan sejumlah maksud dan tujuan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Dikatakan, selain meningkatkan imunitas individu, vaksin juga berdampak pada ketahanan kelompok.
“Artinya, apabila di suatu daerah sudah 70-80 persen yang divaksinasi, maka satu daerah sudah bisa terlindungi. Selain melindungi diri sendiri, vaksin juga melindungi orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan, pada tahap awal vaksinasi diprioritaskan bagi petugas kesehatan, karena beresiko tinggi terpapar Covid-19. Tahap II vaksinasi akan menyasar kelompok sektor pelayanan publik seperti TNI/Polri, Petugas Damkar, Petugas PLN, PDAM, dan sebagainya.
“Tahap tiga, vaksin menyasar masyarakat berusia antara 18-59 tahun, dan tahap empat tenaga pendidikan dan pemerintahan,” sebutnya.
Untuk pelaksanaan vaksinasi yang direncanakan Rabu depan, pihaknya sudah menyiapkan 23 Puskesmas dan 1 RSUD untuk tempat pelaksanaan vaksinasi. Disebutkan, di setiap Puskesmas sudah terdapat 5 vaksinator yang sudah terlatih.
“Saat ini vaksin sudah sampai, tahap awal ada 2.600 unit, vaksin disimpan dan dijaga ketat di ruang farmasi Dinkes Agam,” ungkap Indra.
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa berlangsung bertahun-tahun. Pihaknya memprediksi semua sasaran tervaksinasi di tahun 2022.
“Data sementara setidaknya sasaran vaksin untuk masyarakat berusia 18-59 sebanyak 301.105 jiwa ditambah ASN Kesehatan 1.292 jiwa,” sebutnya.
Teknis pelaksanaan vaksinasi melewati empat tahap, meliputi pendataan, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi dan observasi pasca pemberian vaksin minimal 30 menit. “Setelah pemberian vaksin, maka sasaran akan diobservasi selama setengah jam, kalau aman baru bisa meninggalkan lokasi,” tegasnya.
Hal itu dilakukan untuk melihat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Disebutkan KIPI bisa berupa alergi lokal yang muncul dalam waktu cepat, dan alergi sistematik yang membutuhkan penanganan lanjutan. “Untuk itu di lokasi benar -benar disiapkan peralatan kesehatan yang standby,” kata Indra.
Untuk menghindari kemungkinan KIPI, pihaknya menyarankan sasaran untuk melakukan vaksinasi di tempat dimana biasa berobat. Sehingga, rekam medik yang bersangkutan bisa mudah diketahui.
Sementara itu, Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan mengatakan saat ini kasus penyebaran Covid-19 menunjukan peningkatan. Pihaknya mengingatkan setiap warga yang sudah divaksin untuk menjaga protokol kesehatan.
“Setelah vaksinasi dilakukan, kita menghimbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, kita berharap sama-sama untuk mencegah gelombang kedua Covid-19,” ajaknya.
Rapat koordinasi lanjutan tersebut juga dihadiri Forkompinda Kabupaten Agam, Kepala OPD Pemkab Agam, Kepala Badan, Kepala Bagian dan sejumlah camat.*
Editor : Benk123
Tag :#agam
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
POSKO SEMEN PADANG PEDULI DIDATANGI KORBAN BANJIR BANDANG PALEMBAYAN UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN
-
DALAM SEPEKAN, IMUNISASI JENIS BOPV DI AGAM CAPAI 43,5 PERSEN
-
DUKUNG PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT MATA DI AGAM, BUPATI : SELAIN DERAJAT KESEHATAN, EKONOMI AKAN MENINGKAT
-
PEMKAB AGAM DUKUNG PROGRAM IMUNISASI POLIO
-
TIGA RIBU LEBIH HEWAN DIVAKSIN TAHUN 2022 DI AGAM, KASUS RABIES MELANDAI
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA