HOME BIROKRASI KOTA BUKITINGGI
- Kamis, 25 Februari 2021
Pemda Bukittinggi Dan Kabupaten Agam Akan Bangun TPA Sampah Di Kecamatan Palupuh
Bukittinggi (Minangsatu) - Sampah organik yang dihasilkan di Bukittinggi yang dibuang ke TPA regional Payakumbuh hanya bisa bertahan sampai tahun 2025 dan sudah ada sinyal dari Pemda Sumatera Barat bahwa Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk segera mencari lahan baru untuk TPA. Sebab TPA sampah regional Payakumbuh dimanfaatkan oleh Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh dan sampah dari Bukittinggi.
Menyikapi hal ini Kepala Dinas KLH Bukittinggi Syafnir MM kepada Minangsatu.com, Kamis (25/2) menjelaskan, Bukittinggi sudah jelas tidak ada lahan yang memadaai untuk TPA dalam kota, dan telah melakukan penjajakan dengan Kabupaten Agam untuk kerjasama membangun TPA.
"Pemda Bukittinggi telah melakukan rapat dengan Pemda Agam sesuai RT/RW Agam dan sudah ada perencanaan awal akan dibangun di Sungai Guntung Kanagarian Pasir Laweh Kecamatan Palupuh Agam,dan masyarakat sekitar pada prinsip sudah setuju dibangun TPA," ujar Syafnir.
Dan saat ini proses pembangunan TPA diatas lahan sekitar 10 hektar tentu mempunyai tahapan perencanaan, studi kelayakan dampak lingkungan yang dimulai tahun ini.
Lebih lanjut Syafnir menjelaskan dinas terkait Pemda Agam dan Kota Bukittinggi telah turun ke lokasi dan prinsipnya Bukittinggi bersedia menganggarkan untuk pembebasan lahan dan bahkan pada tahun 2020 lalu sudah diangatkan, namun informasi terakhir Pemda Agam yang akan melakukan pembesan lahan, sehingga dana tersebut tidak jadi dicairkan.
"Mengingat lokasi rencana TPA ini cukup jauh dari Bukittinggi yakni 41 kilometer dan perlu pelebaran jalan dan perbaikan, masih ada sekitar 2.5 kilo meter merupakan jalan tanah menuju lokasi," kata Syafnir.
Menurut Syafnir jika TPA baru itu selesai diatas lahan 10 hektar bisa dimanfaatkan selama 20 tahun ke depan.
"Sementara itu saat ini produksi sampah Bukittinggi sebanyak 123 ton perhari sedangkan yang bisa diangkut ke TPA Regional Payakumbuh hingga 110 ton perhari dimana selebihnya dijadikan kompos dan lain sebagaainya," kata Syafir mengakhiri.*
Editor : Benk123
Tag :#bukittinggi
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BUKITTINGGI SIAPKAN 20 AGENDA PERINGATAN 100 TAHUN JAM GADANG
-
MUTASI DUA CAMAT DI BUKITTINGGI, WAKO TEKANKAN INOVASI PELAYANAN
-
PEMKO BUKITTINGGI AMBIL SUMPAH 58 PNS, WAKO TEKANKAN INTEGRITAS DAN NETRALITAS
-
WAKO RAMLAN: SINERGI YANG KUAT KUNCI PEMBANGUNAN KOTA BUKITTINGGI
-
AKADEMI JAGO BANGUNAN, PT SEMEN PADANG PERKUAT KOMPETENSI TUKANG DI AGAM DAN BUKITTINGGI
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026