- Selasa, 28 Januari 2020
Pembangunan Pasa Ateh Selesai, Pendaftaran Pedagang Lapangan Hingga Akhir Januari
Bukittinggi (Minangsatu) - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan sedang mempersiapkan lokasi berdagang bagi pedagang lapangan bulanan dan pedagang kaki lima (PKL), yang juga menjadi korban kebaran Pasa Ateh pada Oktober 2017 lalu.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi M Idris, Selasa (28/1/2020), menuturkan saat ini bangunan Pasa Ateh yang baru sudah selesai, tinggal pembersihan dan finishing pekerjaan bagian dalam dan luarnya.
“Jumlah pedagang yang akan ditempatkan di luar pemegang kartu kuning atau pemilik izin itu sebanyak 510. Dengan rincian 210 pedagang lapangan bulanan dan 300 pedagang kaki lima, yang sebelumnya berjualan di sekeliling bangunan lama Pasa Ateh,” terangnya.
Menurut M. Idris, di samping pedagang pemilik izin, Pemko Bukittinggi juga menyediakan lokasi berdagang bagi 510 pedagang lapangan tersebut, dengan menyediakan ruangan di dalam Pasa Ateh, sehingga sekeliling pasar itu bersih dari aktivitas berdagang.
“Untuk pendaftaran pedagang lapangan bulanan akan dibuka hingga 31 Januari 2020 ini, dan bagi pedagang kaki lima pendaftarannya dilaksanakan pada awal Februari 2020 mendatang, untuk itu kepada masyarakat yang dulu menjadi bagian pedagang di sekeliling Pasa Ateh diminta memanfaatkan waktu pendaftaran ini,” jelasnya.
Seluruh aktivitas pedagang lapangan itu sambung M. Idris, nantinya berada di dalam pasar, karena Pemko Bukittinggi tidak menginginkan lagi jalan yang berada di sekeliling Pasa Ateh digunakan lagi untuk berdagang.
“Untuk toko di Pasa Ateh berjumlah 810 petak, saat ini sudah terisi seluruhnya, dengan rincian 732 petak akan diisi pedagang pemegang kartu kuning atau pemegang izin, dan 78 petak sisanya akan diisi pedagang yang di Pasa Ateh sebelumnya mengontrak kepada pedagang pemegang izin,” imbuhnya.
M. Idris menambahkan, bangunan baru Pasa Ateh ini dibangun kembali pada lokasi yang sama, tepat satu tahun pasca peristiwa kebakaran yakni pada Oktober 2018, setelah bangunan lama diruntuhkan, karena dinilai tidak layak lagi untuk dimanfaatkan, dan Pemko Bukittinggi tidak ingin berspekulasi untuk tetap memakai bangunan lama, karena akan membahayakan para pedagang.
“Bangunan baru Pasa Ateh berlantai empat tersebut, dibangun dengan konsep "green building", dengan memenuhi unsur keselamatan karena juga dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran dan tahan gempa,” ungkapnya.
Luas bangunan Pasa Ateh ini sebut M. Idris, mencapai 39.789 meter persegi, dengan fasilitas tambahan berupa area parkir pada bagian basement, untuk kendaraan roda empat dan dua, taman bunga, lift, eskalator dan sarana pendukung lainnya dengan konsep pasar modern.
“Untuk peresmiannya direncanakan oleh Presiden Joko Widodo, dan saat ini masih menunggu informasi dari pemerintah pusat, dan kondisi bangunan Pasa Ateh tersebut masih ditutup dengan pagar seng sekelilingnya, mengingat pekerja masih melakukan pembersihan bagian dalam dan luar,” tukasnya.
Editor : sc.astra
Tag :#bukittinggi #pasa ateh
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI : WIRAUSAHA MUDA ADALAH KUNCI PERUBAHAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI BANGSA
-
BIRO PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMPROV SUMBAR BERKOLABORASI DENGAN KABUPATEN DAN KOTA SE-SUMBAR GELAR LIVE TESTING E-KATALOG VERSI 6 TERINTEGRASI DENGAN SISTEM BANK NAGARI
-
LIBUR LEBARAN, STASIUN LAMBUANG JADI INCARAN, PEDAGANG BERPARTISIPASI JAGA KEBERSIHAN
-
POLRESTA BUKITTINGGI GELAR APEL PERSONIL AWALI BIMTEK PAM TPS
-
WALIKOTA BUKITTINGGI ERMAN SAFARĀ HADIRI RUPS PT. BANK SYARIAH JAM GADANG TAHUN 2023
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK