HOME EKONOMI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 13 Maret 2020
Novrial: Belum Terlihat Dampak COVID-19 Terhadap Pariwisata Sumbar
Padang (Minangsatu) - Sesuai update info resmi terbaru dari Pemerintah Pusat, dimana sudah 27 orang suspect COVID-19 di Indonesia, dan berbagai informasi dari daerah tujuan wisata (DTW), untuk Sumatera Barat (Sumbar) belum terlihar dampak yang serius.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial, SE. MA, Akt disela-sela kegiatan melalui chat whastaapnya, Kamis (12/3).
Novrial menyatakan, dampak terhadap Sumbar sejauh ini baru terlihat dari data BPS tentang berkurangnya angka kunjungan wisman pada Jan-Feb 2020 sebesar 16% dibandingkan dengan priode yg sama tahun 2019.
"Namun, dari pengalaman sebelumnya pada triwulan 1 memang kondisi low season dan baru bisa dilihat dampaknya pada triwulan 2", ujarnya.
Ia juga mengatakan, langkah ke depan yang dilakukan Pemprov melalui Disparprov Sumbar adalah optimalisasi potensi wisatawan nusantara, perantau dan pelaksanaan MICE di Sumatera Barat.
"Optimalisasi potensi wisatawan di Sumbar baik melalui pendekatan dan promosi langsung, maupun dukungan event pariwisata dan ekraf yang dilakukan berbagai pihak di luar Sumatera Barat. Sampai maret 2020 beberapa kegiatan dan event sudah dilakukan di Jakarta, Jambi dan Pekanbaru," kata Novrial.
Disparprov juga melakukan koordinasi dengan unsur pentahelix (industri, akademisi, komunitas dan media) guna memberikan sosialisasi melalui berbagai media untuk meyakinkan masyarakat dan wisatawan, bahwa sumbar adalah daerah yang aman untuk berwisata.
"Koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait lainnya seperti Angkasa Pura terkait optimalisasi SOP kedatangan wisatawan, dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan BIM tentang optimalisasi penggunaan thermo-scan communal di Bandara dan termometer infra-red di Pelabuhan Muaro dan Bungus, serta dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit sekiranya terdeteksi adanya suspect," ungkap Novrial.
Novrial juga menyampaikan, keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur juga terlihat dengan reaksi cepat melaksanakan rapat koordinasi lintas pelaku dalam mengantisipasi ekses COVID-19 Senen tgl 9 maret 2020, dan peninjauan langsung kesiapan penanganan suspect pada beberapa rumah sakit milik Pemprov dan RSUP M. Jamil.
"Khusus pada Pentahelix kepariwisataan Sumbar juga sudah punya komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman, baik bagi wisatawan yang berkunjung, maupun pelaku pariwisata dan masyarakat di objek wisata yang berinteraksi langsung dengan wisatawan," terangnya.
Editor : sc.astra
Tag :#disparsumbar #covid19
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMERINTAH RESMIKAN KLINIK UMKM MINANG BANGKIT UNTUK PERCEPAT PEMULIHAN EKONOMI PASCABENCANA DI SUMBAR
-
PEMPROV SUMBAR SIAPKAN LANGKAH INTERVENSI HADAPI TEKANAN INFLASI PASCA BENCANA DAN JELANG RAMADHAN
-
GUBERNUR MAHYELDI : KLINIK UMKM MINANG BANGKIT SOLUSI PEMULIHAN EKONOMI PANCABENCANA
-
BANK NAGARI SYARIAH LUNCURKAN TABUNGAN SIKOCI PENDIDIKAN: SIAPKAN MASA DEPAN ANAK MUDA DENGAN SYARIAH!
-
MAHYELDI BUKA TEMU RESPONDEN BI SUMBAR 2025: “SAATNYA SUMBAR MEMBUAT LOMPATAN EKONOMI”
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG