HOME ITECH INTERNASIONAL

  • Minggu, 29 Maret 2026

Nokia PHK 14.000 Karyawan, Strategi Hemat Biaya Hadapi Lesunya Pasar 5G

Nokia dan HMD Global memperbarui perjanjian lisensi
Nokia dan HMD Global memperbarui perjanjian lisensi

Nokia PHK 14.000 Karyawan, Strategi Hemat Biaya Hadapi Lesunya Pasar 5G

Jakarta - Nokia PHK 14.000 karyawan menjadi langkah besar yang diumumkan raksasa telekomunikasi asal Finlandia, Nokia, di tengah melambatnya permintaan infrastruktur jaringan 5G secara global. Kebijakan ini diambil sebagai respons langsung atas turunnya belanja operator telekomunikasi di berbagai negara, yang berdampak pada tekanan margin bagi penyedia peralatan jaringan.

Rencana restrukturisasi ini menyasar pengurangan tenaga kerja secara bertahap di berbagai unit bisnis di seluruh dunia. Perusahaan menilai efisiensi menjadi pilihan yang tidak bisa ditunda demi menjaga kesehatan finansial jangka panjang. Informasi ini turut disorot oleh media teknologi The Tech Portal yang menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi penghematan operasional besar-besaran.

Target penghematan biaya yang dipasang tidak kecil. Nokia menargetkan pemangkasan basis biaya operasional antara 800 juta euro hingga 1,2 miliar euro pada akhir 2026. Angka ini menunjukkan skala penyesuaian yang harus dilakukan perusahaan akibat investasi 5G generasi berikutnya yang tidak tumbuh secepat proyeksi awal industri.

Penurunan belanja operator paling terasa di pasar utama seperti Amerika Serikat dan India. Kedua wilayah ini sebelumnya menjadi motor pertumbuhan proyek jaringan 5G. Namun perlambatan ekonomi global membuat operator menahan ekspansi, sehingga menciptakan kelebihan kapasitas produksi di sisi pemasok infrastruktur seperti Nokia.

Nokia PHK 14.000 Karyawan dan Fokus R&D Jangka Panjang

CEO Nokia, Pekka Lundmark, menyatakan perusahaan harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan ketidakpastian pasar. Meski melakukan pengurangan besar tenaga kerja, manajemen menegaskan komitmen untuk tetap memprioritaskan investasi pada sektor riset dan pengembangan (R&D) agar kepemimpinan teknologi tetap terjaga di masa depan.

Dampak restrukturisasi diperkirakan menyentuh berbagai unit, termasuk Mobile Networks, Cloud and Network Services, serta fungsi korporat. Di salah satu basis operasional terbesar dengan sekitar 17.000 karyawan, sekitar 20 persen tenaga kerja lokal diprediksi terdampak kebijakan ini sebagai bagian dari penyesuaian organisasi.

Selain pengurangan personel, Nokia juga merombak struktur kepemimpinan regional dan menyederhanakan organisasi menjadi dua segmen utama, yakni Infrastruktur Jaringan dan Infrastruktur Seluler. Penyederhanaan ini ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi operasional di tengah tekanan pasar yang belum stabil.


Wartawan : ads
Editor : boing

Tag :Nokia, PHK Nokia, industri telekomunikasi, jaringan 5G, restrukturisasi perusahaan, efisiensi biaya, Pekka Lundmark, infrastruktur jaringan

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com