HOME ITECH NASIONAL

  • Selasa, 25 November 2025

Nokia Bangkit Lagi? Dari Senjakala Ponsel Ke Raksasa Infrastruktur AI Dunia

Nokia Investasi Raksasa untuk Menjadi Tulang Punggung AI Amerika
Nokia Investasi Raksasa untuk Menjadi Tulang Punggung AI Amerika

Jakarta, (minangsatu) - Selama bertahun-tahun, nama Nokia terdengar sayup, lebih sering disebut sebagai legenda lama industri ponsel ketimbang inovator masa kini. Namun di balik layar, perusahaan yang dulu mendominasi pasar global ini sedang menyusun babak baru dalam perjalanannya. Bukan lewat ponsel, melainkan melalui teknologi yang menjadi tulang punggung era kecerdasan buatan.

Dan babak baru itu dimulai dengan satu langkah besar: investasi miliaran dolar. Investasi Raksasa untuk Menjadi Tulang Punggung AI Amerika

Nokia mengumumkan rencana ambisius untuk menggelontorkan $4 miliar ke ekspansi pusat risetnya di Amerika Serikat. Dana ini ditujukan untuk meningkatkan produksi peralatan jaringan yang siap untuk beban kerja AI, mulai dari seluler, optik, backbone IP, hingga arsitektur jaringan generasi berikutnya.

Ini bukan sekadar upgrade. Nokia sedang membangun infrastruktur yang akan menopang ekonomi AI Amerika, melengkapi akuisisi Infinera senilai $2,3 miliar dan fasilitas baru yang didanai oleh CHIPS Act.

Bagi Amerika Serikat, proyek ini bukan hanya soal bisnis. Ini adalah infrastruktur strategis tingkat nasional: jaringan aman, komunikasi kuantum, otomasi, hingga arsitektur yang bisa mendukung klaster AI berskala besar.

Di pusatnya, terdapat Nokia Bell Labs, laboratorium legendaris yang pernah melahirkan teknologi revolusioner. Kini, mereka bekerja mengembangkan material, algoritma, dan optik generasi terbaru, mencari cara memberi AS keunggulan teknologi di era AI.

Dari Keruntuhan Ponsel ke Kebangkitan Infrastruktur

Banyak yang masih mengingat Nokia sebagai produsen ponsel ikonik. Namun sedikit yang menyadari bahwa setelah hengkang dari bisnis smartphone, perusahaan ini memilih jalur yang sangat berbeda.

Alih-alih mencoba kembali ke pasar konsumen, Nokia melakukan pivot besar: memusatkan diri pada jaringan, optik, dan pusat data.
Pada 2025, strategi itu mulai membuahkan hasil, pendapatan stabil, posisi di 5G semakin kuat, dan Nokia kembali dipandang sebagai pemain penting di industri telekomunikasi global.

Nokia bukan lagi perusahaan ponsel. Ia telah menjadi arsitek infrastruktur digital.

Disuntik Nvidia: Kemitraan yang Mengubah Peta Industri

Momentum besar datang ketika Nvidia, raksasa GPU global, menanamkan investasi $1 miliar ke Nokia. Kolaborasi ini memungkinkan chip Nvidia terintegrasi langsung ke software jaringan Nokia, membuka jalan untuk 5G dan 6G dengan performa AI yang lebih adaptif dan berdaya tinggi.

Sebaliknya, Nvidia memperoleh akses ke keahlian Nokia dalam jaringan optik dan pusat data, yang sangat penting untuk infrastruktur AI.

Pasar langsung merespons: saham Nokia melonjak lebih dari 20%. Para analis menyebutnya kemitraan paling signifikan yang didapat Nokia dalam beberapa tahun terakhir.

Masuk ke Web3, Blockchain, dan Aset Digital

Tak berhenti pada AI, Nokia juga menancapkan kaki di masa depan Web3.
Pada 2024, mereka mendaftarkan paten untuk sistem enkripsi aset digital,teknologi yang memungkinkan pembuatan, pengindeksan, dan pengamanan versi digital dari aset fisik maupun virtual.

Ini bukan percobaan. Nokia sedang membentuk infrastruktur yang memungkinkan nilai berpindah semudah data.

Inisiatif ini berpadu dengan pengembangan digital twin, IoT industri, otomasi pabrik, dan jaringan untuk tokenisasi aset, menciptakan ekosistem yang menghubungkan dunia fisik, digital, dan ekonomi.

Ke Mana Nokia Melangkah?

Kini, Nokia sedang menjalani transformasi paling besar sejak era kejayaannya di pasar ponsel. Ia menanamkan miliaran dolar di infrastruktur AI, membangun aliansi yang kuat, dan merambah ranah global mulai dari Web3 hingga jaringan generasi berikutnya.

Apakah semua ini akan membawa Nokia kembali ke kursi pemimpin teknologi dunia?

Masih terlalu dini untuk memastikan. Namun indikatornya mulai terlihat: investasi besar, dukungan pemerintah AS, kemitraan dengan Nvidia, serta harga saham yang kembali melesat.

Yang jelas, Nokia bukan lagi cerita nostalgia. Perusahaan ini sedang menulis ulang dirinya, bukan sebagai pembuat ponsel, tetapi sebagai fondasi dunia digital yang akan datang.


Wartawan : ads
Editor : boing

Tag :Nokia, investasi AI, Nokia Nvidia, transformasi Nokia, jaringan 6G, infrastruktur digital, blockchain Nokia, Web3 Nokia, Bell Labs, chip AI, ekonomi AI, pusat data, tokenisasi aset, teknologi optik, Nokia 6600 5G, harga Nokia 6600 5G, spesifikasi Nokia 66

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com