- Jumat, 21 Juni 2024
MGI Academy, Arts Company Dan Sanggar Tari Terlaris Ibukota Tertantang Lestarikan Budaya Indonesia
Jakarta (Minangsatu) - Semakin masuk budaya barat atau negara lain ke Tanah Air, MGI Academy semakin tertantang untuk melestarikan budaya Indonesia. Tak hanya Tarian Betawi dari Ibukota Jakarta, tarian dari Aceh hingga Papua juga telah dikuasai oleh para penari MGI Academy, seperti disampaikan oleh CEO Tunggal MGI Academy, Fedri Ramadhan pada awak media, Jumat (21/6/2024).
Fedri Ramadhan juga mengatakan, MGI Academy didirikan pada 1 November 2022. Saat ini MGI Academy hadir dengan pilihan tarian daerah dari 30 Provinsi di Indonesia, dan konsisten memberikan tampilan menghibur di setiap event nasional hingga internasional di Jakarta.
"Saya membangun MGI ini sejak 2 tahun lalu. Berawal dari kecintaan saya ke dunia seni, baik itu teater, tari, hingga seni tarik suara. Saya kumpulkan para penari yang merantau dari daerah, tujuannya bisa mengisi waktu kosong mereka di sela-sela kesibukan mereka bekerja di ibukota, sekaligus bisa menyalurkan hobi para perantau hingga bisa menjadi income tambahan buat para pejuang keluarga ini," kata Fedri Ramadhan.
MGI Sendiri memiliki akronim dari Mantiko Group Indonesia, merupakan holding company milik Fedri Ramadhan yang menaungi 7 perusahaan miliknya. Art company tersebut telah berizin resmi dari Kementerian Hukum dan HAM di bawah payung CV. Indonesia Muda Academy.
Pada kesempatan yang sama, Branch Manager MGI Academy, Mami Riri mengatakan MGI berhasil bekerja sama dengan lebih dari 20 Kementerian di Jakarta dan juga 7 BUMN dan ratusan coorporate swasta dan Asosiasi.
“Dua tahun ini adalah perjuangan membangun kredibilitas yang luar biasa bagi kami. Progress-nya naik secara signifikan, bahkan MGI Dancer dan MGI Band bisa perfom sampai 14 kali perbulan di berbagai event, tentu didukung oleh client setia, event organizer, hingga banyak hotel dan restoran sebagai venue diselenggarakannya event-event ini," kata Mami Riri.
Hal senada juga diungkapkan oleh Head of Coach & Coreographer MGI, Phupu Mahesh, "Belasan event perbulan itu tentu tak gampang kita dapatkan tanpa kualitas yang mumpuni, apalagi di ibukota, jumlah sanggar tari jumlahnya sangat banyak. Saat ini dancer kami berjumlah 30 orang lebih, rata-rata kami rekrut dari Lulusan Institut Seni Indonesia atau Sarjana Sendra Tari dari univesitas terkemuka di Indonesia. Bahkan beberapanya sudah Lulusan S2 Seni, jadi perbedaannya adalah dari kualitas dancer. Kami tidak mendidik pemula, tapi dancer yang sudah punya basic, dan kita latih untuk menjadi professional dancer. Alhasil, kita mampu kuasai tarian daerah lintas provinsi di Indonesia, selain itu para penari kita juga sudah tampil di berbagai Negara Seperti Taiwan, Romania, Korea Selatan, Dhubai, Turkey, Dan beberapa negara lainnya di Eropa.”
MGI Academy Dancer memiliki beberapa tarian unggulan, seperti Tari Indonesia Vaganza yang merupakan gabungan tari tradisi dari 5 pulau di Indonesia, Tari Sambah Badantiang dari Sumatera Barat, Tari Sembah None dari Betawi, Tari Lenggang Melayu dari Riau, Tari Paduppa Bosara dari Sulawesi Selatan, Tari Mamboo Simboo dari Papua, dan beberapa tarian dari Bali, Kalimantan, dan daerah lainnya.
Selain tari, produk unggulan MGI Academy juga adalah band perfomance yang dikenal dengan MGI Band. MGI Band menggandeng artis-artis jebolan ajang kompetisi tarik suara tingkat nasional sebagai penyanyinya, seperti: Indonesian Idol, Rissing Stars, KDI, Bintang Pantura, Kontest Swara Bintang, dan The Voice.
MGI konsisten dengan kualitas performer yang baik, dan sejauh ini tidak pernah gagal membuat pecah dan berkesan pada event-event para clientnya. Sehingga wajar saja hal tersebut membuat MGI dikenal sebagai sanggar tari dan art company terlaris di Ibukota Jakarta.
Editor : Fadli
Tag :mgi academy,arts company,sanggar tari,budaya indonesia,
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAYJEN KRIDO PRAMONO RAYAKAN HUT KE-81 RI LEWAT PANGGUNG MUSIK “TERUSLAH MELANGKAH UNTUK MERAH PUTIH”
-
PROF REDA DORONG ABPEDNAS JADI RUMAH BESAR BPD DAN LPMK GORONTALO, KAWAL PROGRAM DESA DAN KELURAHAN HINGGA NASIONAL
-
MAHASISWA KKN-R UNIVERSITAS DIPONEGORO BANGUN GERAKAN PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN STUNTING DI DESA MOJO
-
DUA LAGU KARYA PANGDAM VI/MULAWARMAN MAYJEN TNI KRIDO PRAMONO JADI IKON SINGING COMPETITION HUT KE-81 RI
-
SOSOK MAYJEN TNI KRIDO PRAMONO DI BALIK LAGU MONUMENTAL “TERUSLAH MELANGKAH”
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG