HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Sabtu, 12 Januari 2019
Matrilineal Minangkabau Akan Musnah, Ini Indikasinya
Padang (Minangsatu) - Semakin dominannya peran ayah dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya, serta kian berkurangnya daya rekat kekerabatan Minangkabau, antara lain disebabkan lantaran harta pusaka sudah makin berkurang, menjadi penyebab mulai pudarnya kekerabatan matrilineal. Jika tidak disikapi dengan bijak, sistem kekerabatan berdasarkan "garis ibu" ini akan musnah.
Demikian kesimpulan diskusi Minangsatu dengan Undri, Peneliti Madya di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (12/1), terkait fenomena kian berkurangnya eksistensi sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau saat ini.
Dikatakan, secara prinsip masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal, sistem yang mengatur kehidupan dan ketertiban suatu masyarakat yang terikat dalam suatu jalinan kekerabatan dalam garis ibu.
Menurut Undri, ada empat aspek terpenting yang diatur dalam sistem matrilineal. "Dan empat aspek tersebut lah penyumbang pupusnya sistem matrilineal," tuturnya.
Empat aspek itu, lanjut Undri, adalah terkait harta pusaka (harato pusako) yang sebagian besar sudah dibagi kepemilikannya, tidak lagi menjadi milik komunal. "Atau bahkan banyak juga yang dijual," tukasnya.
Begitu pula dengan dominasi peran ayah daripada peran mamak (saudara laki-laki dari ibu). "Sekarang peran mamak terhadap kemenakan sudah diambil fungsi terbesarnya oleh ayahnya. Mamak sudah sibuk pula mengurus anaknya, dan terabaikan kamanakan," ungkap Undri.
Sedangkan penyebab lain adalah berkurangnya peran kaum/suku yang ditandai dengan berkurangnya peranan penghulu/ninik mamak dalam mengatur persukuannya, dan kedudukan perempuan (bundo kanduang) yang tidak lagi diposisikan sebagai pemilik sumber daya persukuan.
"Empat aspek itu merupakan ciri khas dari matrilineal. Ketika empat aspek itu tidak lagi dijalankan, berarti matrilineal sudah musnah," tukas Undri.
Solusinya, kata Undri, adalah dengan memfungsikan makna tangible dan intangible yang ada di rumah gadang. Sebab empat aspek tersebut ada dalam rumah gadang.
Sependapat dengan Undri, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand) Silvia Rosa membenarkan sistem kekerabatan matrilineal terancam punah.
Namun dia optimis, selagi anak Minangkabau masih tahu dengan sukunya, suku ibunya, maka masih ada rasa bahwa dia anak Minangkabau. "Jika masih seperti itu, artinya matrilineal masih belum akan musnah. Masih ada harapan untuk tetap bertahan," ujarnya.
Untuk menghindari kemusnahan matrilineal itu, Silvia Rosa mengingatkan supaya peranan mandeh (ibu/bundo kanduang) agar difungsikan sesuai prinsip matrilineal itu sendiri.
"Adalah tugas mandeh untuk memberi tahu anak-anaknya tentang kekerabatan matrilineal itu berikut personal-personal yang berfungsi di dalam sistem itu," tutur Silvia Rosa. (te)
Editor :
Tag :Matrilineal Minangkabau
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DUKUNG BETONISASI JALAN PUNCAK LABUANG LIMAU MANIS, PT SEMEN PADANG BANTU 3.000 ZAK SEMEN
-
PT SEMEN PADANG DAN YAYASAN BUDDHA TZU CHI LATIH 20 TUKANG PEMASANGAN SEPABLOCK
-
PRA IMLF “ORANG MINANG MELIPUT MUKTAMAR NU” DIBEDAH, HAL-HAL SEPELE JADI MENARIK
-
TIDAK BENAR MENTERI PARIWISATA PAKAI SEPATU MASUK MASJID RAYA SUMBAR, IA MENGGUNAKAN KAOS KAKI
-
DARI PLN UP3 PADANG UNTUK KARTINI MASA KINI: NYALAKAN HARAPAN GURU PUTI BUNGSU
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG