HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK
- Minggu, 20 Maret 2022
Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Festival Solok Lima Danau
Singkarak (Minangsatu) — Memang tumpah ruah masyarakat Kabupaten Solok untuk menyaksikan festival Solok Lima Danau untuk Mambangkik Batang Tarandam juga Perdana dalam masa kepemimpinannya Bupati Solok Epyardi Asda.
Pawai yang diikuti Bundokanduang dari 74 nagari sangat bernuansa khas Minangkabau yang "Manjujuang 2.000 Jamba" sangat mempesona apalagi lengkap dengan pakaian kas daerah.
Pawai yang diawali hanya berjarak 300 meter dari Pasanggaran Danau Singkarak tempat acara yang ditabuh Gendang tanda pembukaan oleh Bupati Solok Epyardi Asda didampingi Forkopimda, Sabtu (19/03/22) yang disaksikan Ribuan masyarakat Kabupaten Solok.
Rasa peduli serta kecintaan masyarakat Kabupaten Solok terhadap tanah kelahirannya begitu tinggi. Hal tersebut terlihat ketika jejeran ribuan jamba (sajian makanan tradisional) berjejer diatas kepala kaum ibu dari Nagari untuk dipersrmbahkan kepada Bupati dan pejabat lainnya.
Jamba yang telah disediakan dan dibawa oleh masyarakat, berasal dari masing-masing kecamatan dan nagari yang ada di Kabupaten Solok. Begitu juga dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, mereka pun menyiapkan jamba untuk santapan bersama.
"Hilang lelah rasanya dan keringat yang membasahi badan ketika masakan yang dibawa (jamba) disantap para pejabat di panggung kehormatan, sebab memang masakan khas rendang dari Salayo," ujar San Subrata kepada Minangsatu seusai pawai.
Bupati Solok Epyardi Asda merasa terharu menyaksikan tumpah ruahnya masyarakat untuk menyaksikan pagelaran bernuansa Ranah Minang khususnya Kab.Solok.
"Itu rasa cinta masyarakat terhadap Kabupaten Solok, kedepan optimis dan bersemangat untuk menjadikan Kabupaten Solok menjadi yang terbaik di Sumatera Barat," kata Epyardi Asda dalam sambutannya.
“Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di daerah kita masih sangat tinggi. Dengan semangat kebersamaan ini kita optimis untuk bisa membawa Kabupaten Solok menjadi lebih baik kedepannya,” tukuknya lagi.
Selain dari arakan jamba, pembukaan peringatan hari jadi Kabupaten Solok juga dimeriahkan dengan kesenian tradisional Indang kolosal. Selama ini kesenian tradisional sudah hampir punah di daerah, dengan membangkitkan kembali kesenian tradisional merupakan sebuah bentuk kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.
Hal itu kedepan perlu dilestarikan agar generadimuda mencintai kesenian tradisionil yang telah mulai langka ditampilkan.Terkait dengan kesenian tradisional yang ada, Bupati Solok Epyardi akan mengupayakan untuk selalu melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Solok.*
Editor : Benk123
Tag :#solok
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
JON FIRMAN PANDU DIKUKUHKAN SEBAGAI KETUA DPC HKTI KABUPATEN SOLOK PERIODE 2026–2031
-
ANDRE ROSIADE SERAHKAN RP50 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AL-HIDAYAH POLRES SOLOK
-
PAWAI ALLEGORIS HUT KE-81 RI DI KABUPATEN SOLOK MELEDAK! BUDAYA NAGARI DAN KREATIVITAS PELAJAR TUMPAH KE JALAN
-
BUPATI JON FIRMAN PANDU AJAK WARGA JAGA PERSATUAN DI TENGAH MERIAHNYA RESEPSI HUT KE-81 RI
-
BANGKITKAN BUDAYA MINANGKABAU, WAGUB SUMBAR VASKO RUSEIMY BANGGA HADIRI PERTEMUAN PARA PESILAT DI BALERONG SILEK TUO
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI