HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 12 November 2023
Mahyeldi Resmikan Pengopreasian Tiga Kapal Untuk Memperkuat Pengawasan Penangkapan Ikan Di Sumbar
Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meresmikan penggunaan 1 unit Kapal Pengawas serta 2 unit Kapal Konservasi di Pelabuhan Bungus, Padang, Minggu (12/11/2023). Pengoperasiaan armada perairan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemantauan, pengendalian, serta pengawasan terhadap kapal perikanan di perairan Sumbar, sehingga tidak terjadi aktivitas penangkapan yang melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku.
"Pemprov Sumbar turut berperan penting dalam melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya kelautan di Pantai Barat Sumatera. Sebab, posisi geografis Sumbar persis di tengah-tengah Sumatera, dengan potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar. Sehingga, ada potensi pihak-pihak tertentu melakukan praktek penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan aturan," ucap Gubernur Mahyeldi.
Ada pun tiga unit kapal yang diresmikan tersebut, sambung Mahyeldi, terdiri dari 1 unit Kapal Sailfish yang berfungsi melakukan pengawasan atas kepatuhan pelaku usaha penangkapan ikan, sehingga tidak melakukan illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak keberlanjutan sumber daya ikan itu sendiri.
"Dua unit kapal lainnya, adalah Chelonia Mydas dan Anemon. Gunanya untuk monitoring dan pengawasan terhadap kawasan konservasi, sehingga kawasan konservasi tersebut tetap terpelihara, ekosistem di sekitarnya dapat terjaga, dan pemanfaatan kawasan konservasi sesuai zonasi yang telah ditetapkan dapat dimaksimalkan. Ketiga kapal ini kita anggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023," ucap Gubernur lagi.
Mahyeldi juga menyebutkan, sebelumnya terdapat beberapa kasus tindakan ilegal penangkapan ikan di perairan laut Sumbar, seperti pelanggaran terhadap jalur penangkapan ikan, pelanggaraan terkait dokumen kapal yang tidak lengkap, serta penggunaan alat tangkap terlarang dan merusak (destructive fishing).
"Seperti yang baru-baru ini terjadi di Pasaman Barat, di mana terjadi penggunaan alat tangkap penangkapan trawl, yang diindikasikan dilakukan oleh nelayan dari luar Sumbar," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kepala DKP Sumbar, Reti Wafda, mengatakan kehadiran tiga kapal baru tersebut akan dapat meningkatkan kekuatan armada pengawas sumber daya kelautan dan perikanan di Sumbar. Penguatan dilakukan seiring dengan penetapan zona-zona penangkapan ikan berbasis kuota, demi menyeimbangkan kelestarian laut dan ekonomi biru bagi masyarakat.
"Sebagai daerah maritim, Sumbar tentu harus memiliki sistem pengawasan yang kuat di wilayah perairan, salah satunya dengan adanya sailfish ini. Sehingga, dapat digunakan untuk meningkatkan penjagaan terhadap kedaulatan dan kelestarian laut, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat," kata Reti.
Namun demikian, kata Reti lagi, Pemprov Sumbar akan senantiasa meningkatkan kerja sama yang sinergitas dengan berbagai pihak dalam hal menjaga kedaulatan tersebut, terutama sekali dengan aparatur TNI/Polri, mengingat cakupan wilayah perairan Sumbar yang cukup luas.
Editor : ranof
Tag :#Pengawasan laut sumbar #Gubernur resmikan kapal pengawasan #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR LAUNCHING PROGRAM ASN PEDULI PERLINDUNGAN JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI PEKERJA RENTAN
-
REHABILITASI LAHAN RUSAK RINGAN DAN SEDANG DI SUMBAR TUNTAS
-
PROGRAM GENTING DI TIGA KECAMATAN, PT SEMEN PADANG SUKSES BANTU SEMBILAN IBU HAMIL KEK MELAHIRKAN BAYI SEHAT
-
108 ASN CALHAJ DARI PEMPROV SUMBAR DILEPAS SEKDA ARRY ; JAGA INTEGRITAS DAN NAMA BAIK DAERAH
-
PEMPROV SUMBAR SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK PERCEPAT PROSES REHABILITASI SAWAH TERDAMPAK BENCANA
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG