HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN AGAM

  • Minggu, 24 April 2022

Kunjungan Literasi Satupena. Yus Datuk Perpatih: “Jangan Hanya Membaca Yang Tertulis...”

Penyerahan penghargaan kepada Budayawan Minangkabau, Yus Datuk Perpatih oleh Ketua DPD Satupena Sumbar, Sastri Bakry.
Penyerahan penghargaan kepada Budayawan Minangkabau, Yus Datuk Perpatih oleh Ketua DPD Satupena Sumbar, Sastri Bakry.

Agam (Minangsatu) - Momentum peringatan Hari Buku Sedunia, tahun 2022, diisi dengan cara yang istimewa oleh DPD Satupena Sumatera Barat. "Tiga kegiatan diusung sekaligus dalam satu hari, tepatnya Sabtu (23/4) kemarin," kata Sastri Bakry, Ketua DPD Satupena Sumbar, Minggu (24/4/2022).

Satupena mengunjungi Budayawan Minangkabau Yus Datuk Perpatih di Agam, kemudian kunjungan literasi ke SDN 10 Sapiran, Bukittinggi dan ke museum rumah kelahiran Buya Hamka.

Saat bertemu Yus Datuak Perpatih, rombongan Satupena mendapat petuah. “Jika hanya membaca yang tertulis, maka keliru kesimpulan yang didapatkan,” kata Yus, di kediamannya di jorong Nagari, Sungaibatang, Maninjau, Kab Agam. Pesan Yus Datuk Perpatih, disampaikan terkait semakin banyaknya orang keliru memahami pesan-pesan bijak yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Minang sejak masa lalu. “Jangan dimaknai kalau pesan takuruang nak di lua, tahimpik nak di ateh sebagai pesan yang cadiak buruak, tetapi itulah sikap kreatif orang Minang,” katanya.

Mengapa disebut sikap kreatif? Tahimpik, sesungguhnya bermakna susah. Dalam kondisi susah, kata Yus Datuk Perpatih, orang Minang selalu berusaha untuk bisa berada di atas, atau tidak menyerah dalam dengan kondisi terpuruk. Ada juga, katanya, indak ado kayu, janjang dikapiang (tak ada kayu, tangga dibelah). Secara umum, terlihat bodoh. Mengapa harus membelah tangga (untuk dijadikan kayu api) karena tak ada kayu lagi? Tapi bukan itu hakikat yang dituju.

“Bagi orang Minang, tak ada uang, tak ada beras, dapur harus tetap berasap. Anak bini harus tetap makan,” katanya. Pesan-pesan tersebut, katanya, bukti bahwa orang Minang adalah orang-orang yang arif.

Yus Datuk Perpatih yang dikenal sebagai pelestari budaya Minangkabau, saat ini merasa prihatin. Nyaris tak banyak lagi generasi muda yang memiliki kepedulian menjaga kelestarian budaya Minangkabau.

Saat silaturrahmi tersebut, Ketua DPD Satupena Sumatera Barat Sastri Bakry menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Yus Datuk Perpatih, atas dedikasi dan pengabdiannya untuk dunia literasi.
Di usianya ke 84 tahun, Yus Datuk Perpatih masih produktif menulis dan baru saja meluncurkan buku "Menyingkap Wajah Minangkabau".

Yus Datuk Perpatih sudah menulis sejak tahun 1980, berawal dari naskah drama. Sejumlah tulisannya ada berbentuk naskah drama, film dan pesan-pesan adat.

Masih di hari yang sama, DPD Satupena Sumatera Barat juga melakukan kunjungan literasi. Dua lokasi dituju. Pertama ke SDN 10 Sapiran, Bukittinggi,  Sekolah ini merupakan salah satu sekolah dasar di Bukittinggi yang memiliki prestasi luar biasa di berbagai bidang, khususnya literasi. Pretasi di bidang literasi yang dihasilkan sekolah ini sangat beragam. Tak hanya di tingkat kota dan provinsi, tetapi sudah beberapa kali menembus tk Nasional.

Tim Satupena Sumatera Barat diterima Kepala SDN 10 Sapiran, Drs Edianto. “Guru-guru kami sudah banyak yang terbiasa menulis. Setelah itu, mereka juga menularkan kepada murid-muridnya,” kata Edianto. Tak hanya itu, Ia juga mendorong semua guru di sekolah tersebut untuk bisa berbagi ilmu kepada guru atau sekolah lain. “Tapi, ada syarat yang harus dipenuhi. Sebelum membagikan ilmunya di sekolah lain, tetapi harus berikan untuk lingkungan sendiri terlebih dahulu,” katanya.

Setelah dari SDN 10 Sapiran, Bukittinggi, rombongan pengurus Satupena Sumatera Barat juga berkunjung ke museum rumah kelahiran Buya Hamka.

Ketua DPD Satupena Sumatera Barat Sastri Bakry menyebutkan, yang dilakukan kali ini merupakan bagian dari kegiatan wadah berhimpun bagi penulis di Sumbar. “Apa yang dilakukan Angku Yus Datuk Perpatih sangat menginspirasi sekali. Di usia senjanya, beliau masih produktif. Masih menulis,” kata Sastri  Bakry sembari menyebutkan, produktivitas ini perlu menjadi cermin bagi semua, khususnya generasi muda.


Wartawan : Rilis/Satupena-Sbr
Editor : ranof

Tag :#Yus Datuk Perpatih #Dpd satupena #Sumbar #Hamka

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com