HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Jumat, 24 Desember 2021
KETUA PSBBSM: MEMBANGKITKAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU PERLU KOLABORASI SINERGIS MULTIPIHAK
Padang (Minangsatu) - Kebudayaan Minangkabau makin surut akibat berbagai peristiwa dan pengaruh, baik internal maupun eksternal. Faktor internal adalah berupa daya dorong untuk maju dan selalu adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan yang sangat dinamis.
Sementara faktor eksternal yang beragam dan terus berubah, baik dalam skala lokal dan regional maupun global, begitu kuat memberi pengaruh untuk perubahan.
Perubahan memang sebuah keniscayaan, sebagaimana ungkapan “sakali aie gadang, sakali tapian barubah, nan aie ilie juo”. Artinya, sekalipun ada gelombang pengaruh yang besar dari pihak eksternal, yang mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan, namun esensi adat tetap bertahan.
Akan tetapi, sekukuh-kukuhnya batu karang, hantaman gelombang yang bertubi-tubi dalam rentang waktu yang panjang akan mampu menggerus bahkan merubuhkannya.
Begitu juga dengan Kebudayaan Minangkabau, hantaman eksternal bertubi-tubi dalam rentang waktu yang cukup lama telah menimbulkan dampak yang kompleks sehingga terjadi kerancuan dan distorsi struktural bahkan juga kontaminasi kultural.
Oleh sebab itu, perlu gerakan kebangkitan kembali. Untuk mewujudkannya sangat dibutuhkan sinergi bersama dan kollaborasi multipihak.
Demikian substansi yang disampaikan oleh Ketua PSBBSM (Perkumpulan Sarjana Budaya Bahasa Sastra Minangkabau) Dr. Hasanuddin, M. Si. Dt. Tan Patih, ketika menjadi narasumber dalam diskusi terpumpun (FGD) yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Kebudayaan Minangkabau Universitas Negeri Padang, pada Kamis (23/12), bertempat di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Kampus Air Tawar, Padang. FGD tersebut mengusung tema “Membangkitkan Kebudayaan Minangkabau di Era Digitalisasi”. Mengambil peran sebagai pemandu diskusi adalah sosiolog UNP, Dr. Erianjoni, S. Sos., M. Si.
Lebih jauh Hasanuddin, dosen Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas itu menyampaikan bahwa dalam gerakan membangkitkan Kebudayaan Minangkabau diperlukan kerja sama dan kerja bersama.
Kerja-kerja yang bersifat sektoral, dengan menonjolkan ego sektoral ternyata telah gagal dan sudah tidak relevan lagi dalam menghadapi problematika multi dimensional yang makin kompleks saat ini dan ke maa depan.
Oleh sebab itu, kehadiran Pusat Riset Kebudayaan Minangkabau UNP dan pelibatan akademisi multidisiplin dan lintas institusi serta praktisi dan pemangku kepentingan lainnya ini merupakan sebuah langkah yang sangat positif dan strategis dalam merespons berbagai tuntutan masyarakat, khususnya dalam konteks meningkatnya kekuatiran akan keruntuhan kebudayaan Minangkabau.
“Mengingat luasnya cakupan kebudayaan itu, meliputi empat wujud dan tujuh unsurnya, maka Pusat Riset ini perlu membuat skala prioritas kegiatan dengan target yang konkrit dan terukur serta sesuai dengan ketersediaan sumberdaya penelitinya. Tidak kalah penting, focus kegiatan jangan hanya pada riset tetapi juga output dan outcomes-nya,” demikian Hasanuddin mengakhiri ulasannya.
Pada kesempatan awal, Ketua Pusat Riset Kebudayaan Minangkabau UNP, Dr. Rusdi, M.Hum. menyampaikan dalam hantaran diskusi bahwa Pusat Riset itu baru didirikan atas inisiasi dosen-dosen pengampu mata kuliah Sejarah Minangkabau.
Dengan keberadaan Pusat Riset ini, UNP menunjukkan kommitmen untuk memberdayakan seluruh sumber daya yang ada demi kemajuan kebudayaan.
Turut menjadi narasumber pada Diskusi Terpumpun (FGD) itu adalah: Januaridi, MLS (Dinas Kebudayaan Sumatera Barat), M. Taufik, M. Si. (UIN Imam Bonjol Padang), Dr. M. Nur, MS (FIB Universitas Andalas), dan Hasanadi, S.S., M. Hum (BPNB Sumatera Barat).
Di samping itu, dari pihak penyelenggara (Pusat Riset Kebudayaan Minangkabau) hadir Dr. Rusdi, M.Hum, (Ketua), Drs. Etmihardi, M.Hum., Hendra Naldi, M.Hum., Muhammad Hidayat, M.Si. Rengga Satria, M.Ag., Firza, M.Pd., dan Uun Liona, M.Pd.*
Editor : Benk123
Tag :#unp
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
UNAND KAMPUS PERTAMA TERIMA SOSIALISASI MOU DEWAN PERS
-
MERIAHKAN BULAN K3 NASIONAL 2026, PLN UID SUMATERA BARAT AJAK ANAK BERKREASI LEWAT LOMBA MEWARNAI
-
PLN UP3 PADANG BERIKAN EDUKASI KELISTRIKAN DAN PENGENALAN PLN MOBILE KEPADA CIVITAS POLITEKNIK AISYIAH SUMBAR
-
MEMBANGUN HARAPAN PASCABANJIR: KECERIAAN ANAK-ANAK BATU BUSUK SETELAH KEMBALI BELAJAR TATAP MUKA
-
PERAYAAN TUJUH TAHUN TERAS TALENTA, BALAI BAHASA SAMPAIKAN APRESIASI
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN