- Selasa, 11 Januari 2022
Ketua KONI Padang, Yusra: Apapun Event Harus Ada Aturan, Jangan Sebar Hoax
Padang (Minangsatu) - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang, Yusra Syarif, angkat bicara terkait dukungan terhadap kejuaraan renang Kelompok Umur (KU) antar klub se-Sumatera yang digelar Klub Renang Lumba-lumba.
Menurut Yusra, dia bukannya tidak mendukung kegiatan itu. Dia mengaku secara pribadi justru sangat mendukung kejuaraan itu digelar. Tidak hanya renang, seluruh cabang olahraga akan dia dukung demi peningkatan prestasi atlet di Kota Padang.
Sebab dengan adanya kejuaraan, tentunya menjadi ajang bagi atlet untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan yang telah mereka latih selama ini. "Secara pribadi saya sangat mendukung kejuaraan itu. Tapi secara organisasi, tidak, karena ada prosedur dan ketentuan yang harus diikuti. Selain itu juga ada etika dalam berorganisasi, jangan sebar hoax seolah-olah kami tidak mendukung, karena apapun event-nya harus ada aturan atau prosedur yang dilalui, jangan suka-suka saja, pakai etika organisasi dan sosial dong," kata Yusra, Selasa (11/1/2022).
Menurutnya, untuk menggelar kejuaraan itu, tentunya pihak penyelenggara harus berkoordinasi dan berkomunikasi dulu dengan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Padang sebagai induk organisasi renang."Namun kenyataannya, tidak ada koordinasi itu. Dan PRSI Padang pun tidak merekomendasi kegiatan itu. Makanya secara organisasi pun KONI tidak bisa mendukungnya," kata Yusra didampingi Wakil Ketua Erizal Syaf.
Dengan kondisi itu, tentunya nanti yang kasihan atlet. Jika mereka mendapat prestasi di ajang itu, mereka tidak dilirik PRSI untuk ajang lain. "Sebab kalau ada kejuaraan tentunya yang merekomendasi atlet adalah induk organisasinya, dalam hal ini PRSI," lanjutnya.
"Kasihan atlet, dapat prestasi namun tidak diakui PRSI kota Padang," tambahnya.
Sementara Erizal Syaf mengatakan, sebenarnya persoalan ada di komunikasi dan koordinasi. "Dalam berorganisasi, ada aturan yang harus diikuti. Ada 'bajanjang naiak, batanggo turun'. Jangan memutar balik dan mengadu domba. Harus ada etika dalam organisasi itu," katanya.
Pernyataan petinggi KONI kota Padang ini keluar karena beredar di medsos seolah-olah tidak mendukung adanya kejuaraan yang bermanfaat untuk meningkatkan prestasi olahraga.
Merasa apa yang disampaikan melalui medsos tersebut tidak benar, maka pengurus KONI Padang melakukan penjelasan melalui media resmi, karena menjawab media sosial merupakan ketidak intleka-an, karena tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara organisasi.
"Publik akan menilai, kenapa kami tidak memberikan support, karena panitia tidak berkordinasi dengan induk cabor-nya, apa lagi dengan KONI," tegas pengurus lain menutup.
Editor : ranof
Tag :#Renang#Organisasi#Koni Padang#Sumbar#
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
VERRY MULYADI DESAK AGAR MANAJEMEN SPFC DIAUDIT
-
TIGA PESILAT SUMBAR SABET MEDALI DI BELGIA OPEN 2026, DISAMBUT DI PADANG
-
KALAH LAGI DI KANDANG, JALAN BERTAHAN SPFC SEMAKIN HILANG
-
BAWA PULANG EMAS DAN PERAK DARI KEJUARAAN INTERNASIONAL, RESSYA FAOLINGGA DISAMBUT MERIAH DI BIM
-
MASTILIZAL AYE WAKIL KETUA DPRD KOTA PADANG DORONG PENGELOLAAN GOR AGUS SALIM DISERAHKAN KE PEMKO
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA