HOME PERISTIWA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 2 November 2020
Ketua DPRD Sumbar, Dengarkan Tuntutan Pengunjuk Rasa
Padang (Minangsatu) - Mahaiswa dan beberapa kelompok pekerja kembali berunjuk rasa ke DPRD Sumbar, Senin (2/11/2020) karena mereka masih kurang puas terhadap UU Ciptaker (Omnibus law).
Dalam aksi tersebut para pengunjuk rasa membacakan surat terbuka. Mereka mengatakan Presiden sudah melakukan pelanggaran hukum, karena menetapkan Omnibus Law pada saat Indonesia dilanda pandemi covid-19. Para demonstran juga mengatakan, surat terbuka tersebut bukan untuk mendeskreditkan Presiden, melainkan untuk meluruskan agar Presiden kembali pada rakyat.
Ketika Mahasiswa membacakan surat terbuka, ketua DPRD Sumbar, Supardi, ikut mendampingi dan mendengarkan, dilanjutkan dengan sumpah mahasiswa berduka.
Dalam unjuk rasa itu sempat memancing ketegangan, karena mereka menganggap ketua DPRD Sumbar tidak konsekuen dengan apa yang ia sampaikan di depan pengunjuk rasa. Pada hal sebagai pimpinan dewan, Supardi, sudah membuat surat 3 kali pada Presiden, DPR RI dan pihak pengambil kebijakan lainnya. Akhirnya ketegangan dapat diredam setelah ketua DPRD Sumbar, Supardi, mempersilahkan beberapa utusan masuk, untuk membacakan surat terbuka dan pernyataan.
![]() |
Ketua DPRD Sumbar Supardi, menegaskan apapun yang disampaikan lembaga ini untuk meneruskan tuntutan masyarakat bukan sekadar main-main. Tuntutan yang telah diteruskan masih menunggu balasan pemerintah pusat. "Saya sebagai pimpinan DPRD Sumbar sudah menandatangani tiga surat berkaitan tuntutan masyarakat dan mahasiswa, tidak menunggu hari besok, tapi langsung pada hari yang sama," tegas Supardi. Kalau yang lain menunggu beberapa hari, maka DPRD Sumbar tidak sama dengan lainnya, langsung menyikapi keinginan masyarakat.
Mendengar ada kabar bahwa mahasiswa dan buruh akan melakukan unjuk rasa, Supardi menyatakan langsung menunggu dari pukul 12.00 Wib, meskipun akhirnya pengunjuk rasa datang pukul 16.00 Wib.
"Tanda saya respons dengan masyarakat dan mahasiswa, maka saya langsung menuju gedung DPRD untuk bisa menerima aspirasi yang akan disampaikan, saya menunggu dari sejak pukul 12.00 wib tadi," kata Supardi di hadapan pengunjuk rasa. Pernyataan Supardi disambut tepuk tangan riuh mahasiswa dan buruh yang melakukan unjuk rasa, sambil mengatakan "terimakasih pak ketua DPRD."
Pengunjuk rasa membubarkan diri pukul 16.50 Wib, dengan tertib. Sebagian pengunjuk rasa diantar dengan bus atau truck Kepolisian menuju titik kumpul awal.
Editor : ranof
Tag :#Unjuk rasa berulang di dprd sumbar#Ketua dprd sumbar#Supardi#Demo mahasiswa dan buruh#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KEMARAU TAHUN 2026 DIPREDIKSI DATANG LEBIH AWAL, SUMBAR HARUS WASPADAI KEBAKARAN HUTAN
-
SUMBAR DIDORONG JADI DAERAH PERCONTOHAN NASIONAL DALAM PENANGANAN BENCANA
-
MENDAGRI TEGASKAN AKURASI DATA JADI KUNCI PERCEPATAN PEMULIHAN PASCABENCANA SUMBAR
-
PEMERINTAH TETAPKAN SKEMA BANTUAN RUMAH KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI TIGA PROVINSI
-
GUBERNUR MAHYELDI TERIMA BANTUAN RP4,56 MILIAR DARI BATAM UNTUK WARGA TERDAMPAK BENCANA
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
