HOME PERISTIWA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Jumat, 24 Juli 2026

Kapal Basarnas KN Ramawijaya 240 Milik Kantor SAR Mentawai Terbakar Saat Doking Di Jakarta

KN RAMAWIJAYA 240 TERBAKAR SAAT DOKING DIMUARA BARU JAKARTA GALANGAN MILIK PT.PROSKUNEO KADARUSMAN
KN RAMAWIJAYA 240 TERBAKAR SAAT DOKING DIMUARA BARU JAKARTA GALANGAN MILIK PT.PROSKUNEO KADARUSMAN

Tuapeijat (Minangsatu) — Kapal pencari dan penolong milik Kantor SAR Kepulauan Mentawai, KN Ramawijaya 240, dilaporkan mengalami musibah kebakaran saat tengah menjalani proses *docking* di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa yang menghanguskan fisik kapal utama armada SAR Mentawai tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang.

Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.IP, membenarkan insiden tersebut saat memberikan keterangan resmi di kantornya, Km 9 Tuapeijat, Selasa (23/7/2026). Dalam jumpa pers yang turut didampingi Kasumda Zulfahmi, Kasiop Dhio, dan Kaur Daryulis, Benteng memastikan bahwa informasi mengenai terbakarnya kapal operasional tersebut adalah benar.

Berdasarkan keterangan resmi, peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu malam (22/7/2026) sekitar pukul 18.45 WIB. Meskipun kondisi kapal mengalami rusak berat akibat hangus terbakar, Kakansar Mentawai memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menimpa armada kebanggaan masyarakat kepulauan tersebut.

Terkait penyebab pasti timbulnya kobaran api di area galangan kapal, pihak Kantor SAR Mentawai masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang. Benteng mengimbau semua pihak untuk bersabar dan tidak berspekulasi sebelum adanya laporan akhir dari tim penyelidik di lapangan.

Mengingat kondisi geografis Mentawai yang terdiri dari kepulauan serta cuaca ekstrem yang kerap terjadi, pihak Kantor SAR Mentawai bergerak cepat. Mereka segera mengajukan permohonan penggantian armada kepada Basarnas Pusat agar proses penanggulangan bencana dan operasi pencarian di perairan Mentawai tetap dapat berjalan optimal.

Menanggapi imbauan keselamatan di laut, Kakansar juga mengingatkan masyarakat nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di Mentawai untuk selalu waspada. Nelayan diminta melengkapi diri dengan alat keselamatan standar seperti baju pelampung (life jacket) serta radio pemancar sinyal guna memudahkan evakuasi jika terjadi kondisi darurat di laut.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa KN Ramawijaya 240 merupakan kapal andalan utama daerah dalam mendukung berbagai operasi penyelamatan, kecelakaan laut, maupun pencarian korban hilang.

Martinus berharap Basarnas Pusat dapat segera mengalokasikan kapal pengganti dengan spesifikasi yang memadai untuk menggantikan peran KN Ramawijaya 240. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Bupati Kepulauan Mentawai belum dapat dihubungi melalui sambungan telepon untuk memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. (*)


Wartawan : Rijon
Editor : Benk123

Tag :#mentawai

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com