- Rabu, 17 Desember 2025
Kampuang Galapuang Ulakan: Akar Sejarah, Islamisasi, Dan Lahirnya Sebuah Nagari Tuo Di Pesisir Pariaman
Oleh: Andika Putra Wardana
Nagari Kampuang Galapuang Ulakan di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan salah satu nagari yang memiliki nilai sejarah paling awal dalam pembentukan peradaban pesisir Minangkabau. Jauh sebelum menjadi nagari administratif seperti sekarang, Kampuang Galapuang hanyalah sebuah korong yang berada di bawah Nagari Ulakan. Namun justru dari titik inilah denyut awal kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Ulakan bermula.
Secara etimologis, nama Kampuang Galapuang berasal dari peristiwa berlabuh atau “mengapungnya” nenek moyang masyarakat pesisir yang turun dari darek melalui aliran Batang Ulakan sebelum abad ke-19. Di lokasi inilah mereka menetap, membentuk permukiman awal, dan menandai lahirnya pusat peradaban pesisir Ulakan. Fakta ini menjadikan Kampuang Galapuang sebagai titik genealogis bagi wilayah Ulakan, Tapakis, Ketaping, Sunur, hingga Kurai Taji .
Keistimewaan Kampuang Galapuang semakin kuat karena keterkaitannya dengan proses penyiaran dan pengembangan Islam di pesisir Minangkabau. Nagari ini tidak dapat dilepaskan dari peran besar Syekh Burhanuddin Ulakan, ulama kharismatik yang menjadi tokoh sentral Islamisasi Minangkabau. Kampuang Galapuang dikenal sebagai salah satu kawasan strategis dalam jaringan dakwah dan perdagangan Islam yang berkembang seiring ramainya jalur pantai barat Sumatra.
Dalam dinamika pemerintahan, perubahan besar terjadi pasca diterapkannya kebijakan pemekaran nagari di Kabupaten Padang Pariaman. Melalui Perda No. 1 Tahun 2013 dan Perbup No. 35 Tahun 2016, Nagari Ulakan dimekarkan menjadi enam nagari, salah satunya adalah Nagari Kampuang Galapuang Ulakan. Sejak 2016, Kampuang Galapuang resmi berdiri sebagai nagari otonom yang terdiri dari empat korong yaitu Kampuang Aru, Pasar, Ujuang Rajang, dan Kampuang Baruah .
Dengan demikian, Kampuang Galapuang Ulakan bukan sekadar hasil pemekaran administratif, melainkan representasi sejarah panjang migrasi, Islamisasi, dan pembentukan identitas pesisir Minangkabau. Keberadaannya hari ini adalah bukti bahwa nagari tua tetap mampu beradaptasi tanpa kehilangan akar sejarahnya.
Editor : melatisan
Tag :Kampuang Galapuang Ulakan, Akar Sejarah, Islamisasi, Nagari Tuo, Pesisir Pariaman
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RUMAH GADANG YANG DITINGGALKAN PERANTAU DAN NASIB RUMAH PUSAKA DI MINANGKABAU
-
PANTANGAN ANAK KAMANAKAN DALAM ADAT MINANGKABAU YANG MULAI JARANG DIKETAHUI GENERASI MUDA
-
GELAR DATUK DALAM ADAT MINANGKABAU DAN PERSOALAN PEWARIS YANG TINGGAL DI RANTAU
-
MAMBANTAI ADAT DAN PEMBAGIAN DAGING DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
BATAGAK PANGULU DAN PERJALANAN SESEORANG SEBELUM MENYANDANG GELAR PANGULU
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG