- Selasa, 24 September 2019
Kabut Asap Di Kota Solok Mulai Menipis
Solok (Minangsatu) - Tingkat ketebalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Solok saat ini, Selasa (24/9), mulai berkurang jika dibandingkan dengan hari kemaren. Namun terlihat beberapa warga terutama para pengendara kendaraan roda dua masih terlihat mengenakan masker saat berkendara.
Desi, 37 tahun, salah seorang pengendara mengatakan walaupun keberadaan kabut asap saat ini mulai menipis jika dibandingkan dengan hari kemaren, namun demikian kondisi ini belum sepenuhnya hilang dari penglihatannya, sehingga untuk tetap menjaga kesehatan terutama disaluran pernafasan agar tidak terpapar kabut asap, maka ia tetap mengenakan masker saat membawa kendaraannya.
"Sudah mulai tipis, namun belum sepenuhnya hilang, untuk tetap menjaga kesehatan maka saya tetap memakai masker," jelasnya.
Sementara itu kabut asap yang menyelimuti Kota Solok sudah dirasakan warga sejak seminggu yang lalu, akan tetapi kondisi terparah mulai terlihat dalam tiga hari terakhir, bahkan lantaran pekatnya kondisi kabut asap yang terjadi pada saat itu, membuat jarak pandang menjadi terbatas, selain itu udarapun dirasakan pengap dan berbau.
Editor : T E
Tag :#solok #kabut asap
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KUALITAS UDARA MEMBURUK AKIBAT KARHUTLA, PEMKO SOLOK BAGIKAN 25.000 MASKER GRATIS KEPADA MASYARAKAT
-
PASTIKAN LAYANAN BERJALAN OPTIMAL, WALI KOTA SOLOK TINJAU RUMAH REHABILITASI NARKOBA DI PUSKESMAS NAN BALIMO
-
SEJAK DIBUKA FEBRUARI LALU, JUMLAH PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SERAMBI MADINAH MENINGKAT
-
BPOM PADANG GELAR KOORDINASI KEGIATAN KIE DI KOTA SOLOK
-
BPOM SUMATERA BARAT LAKUKAN PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI AREA PASAR PABUKOAN KOTA SOLOK
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI