HOME SOSIAL BUDAYA RANTAU
- Jumat, 8 Agustus 2025
Jelang Kongres Persatuan PWI Akhir Agustus 2025, Tren Usia Dan Kemampuan: Ini Daftar Ketua Dari Masa Lalu Hingga Sekarang
Jelang Kongres Persatuan PWI Akhir Agustus 2025, Tren Usia dan Kemampuan: Ini Daftar Ketua dari Masa ke Masa
Jakarta (Minangsatu) - Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Hendra J Kede, menyoroti tren usia para Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari masa ke masa. Ia mencatat, selama masa Orde Lama, Orde Baru, hingga dua dekade awal era Reformasi, para Ketua Umum PWI umumnya terpilih saat masih berusia muda—bahkan banyak yang masih di kepala dua dan tiga.
“Baru sejak 2018, kita menyaksikan Ketua Umum PWI terpilih saat berusia kepala enam. Ini tentu menarik dan layak jadi bahan refleksi menjelang Kongres Persatuan PWI akhir Agustus 2025,” ujar Hendra, Jumat (9/8/2025).
Ia menyampaikan, daftar lengkap Ketua Umum PWI menunjukkan bahwa usia muda atau usia produktif pernah menjadi kekuatan organisasi. Misalnya, Usmar Ismail terpilih sebagai Ketum PWI saat berusia 26 tahun, T. Sjahril saat 32 tahun, Mahbub Djunaidi pada usia 32 tahun, hingga Harmoko yang menjabat saat berumur 34 tahun.
“Artinya, regenerasi dan keberanian memberi ruang bagi yang muda pernah menjadi ciri khas PWI. Itu warisan yang layak dikaji ulang oleh para pemilik suara dalam kongres mendatang,” kata Hendra.
Berikut sejumlah contoh usia Ketum PWI saat terpilih:
* Soemanang SH: 38 tahun (1946)
* Usmar Ismail: 26 tahun (1947)
* Djawoto: 44 tahun (1950)
* T. Sjahril: 32 tahun (1953)
* BM Diah: 53 tahun (1970)
* H. Rosihan Anwar: 48 tahun (1970)
* Harmoko: 34 tahun (1973)
* Atang Ruswita: 50 tahun (1983)
* Zoelharman: 50 tahun (1983)
* H. Sofyan Lubis: 52 tahun (1993)
* Tarman Azzam, 49 tahun (1998)
* H. Margiono: 49 tahun (2008)
* Atal S Depari: 64 tahun (2018)
* Hendry Ch Bangun: 65 tahun (2023)
Menurut Hendra, informasi ini penting agar para pemilik suara bisa menjadikan sejarah sebagai bahan pertimbangan. “Penting bagi kita semua untuk merenungkan: apakah regenerasi masih menjadi bagian dari semangat organisasi kita?” ujarnya.
Ia menegaskan, data ini disusun dari berbagai sumber seperti Google, Wikipedia, dan buku sejarah pers Indonesia.
“Ini bukan soal usia semata, tapi soal energi, pembaruan, dan keberlanjutan,” tutup Hendra.
Editor : ranof
Tag :#Hendra j kede #Kongres persatuan pwi #Jakarta
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
HADIRI GATHERING ALUMNI MALAYSIA DI JAKARTA, MAHYELDI MENILAI BISA LAHIRKAN GAGASAN DAN PELUANG KOLABORASI
-
FWK TEGASKAN 9 FEBRUARI TETAP HARI PERS NASIONAL, SOROTI SEJARAH DAN DESAK REVISI UU PERS
-
GUBERNUR MAHYELDI RANGKUL PERANTAU RINGANKAN BEBAN KORBAN BENCANA DI SUMBAR, DONASI TERKUMPUL RP1 MILIAR
-
GUBERNUR MAHYELDI TERIMA BANTUAN ALAT KESEHATAN DARI LAZNAS LMI SUMATERA SELATAN UNTUK KORBAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI
-
SEMBARI MENGGALANG DANA BENCANA SUMBAR, IMAMIPAS YOGYAKARTA SAMPAIKAN TUNTUTAN
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN