HOME EKONOMI NASIONAL

  • Selasa, 2 Desember 2025

IHSG Sentuh 8.549 Poin Di Tengah Euforia Sektor Tambang: Analisis Fundamental BUMI Dan Prospek Emiten BEI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX)

Jakarta, (minangsatu) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) menguat 0,47% menjadi 8.549 poin pada sesi perdagangan 1 Desember 2025, didorong kinerja gemilang emiten sektor mineral seperti Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 1,75% ke Rp116 per saham. 

Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap fundamental kuat emiten tambang di tengah surplus perdagangan Oktober, aktivitas pabrik solid November, dan inflasi yang terkendali, meski volatilitas global tetap menjadi ancaman. 

Analis memprediksi IHSG berpotensi tembus 8.622 poin akhir bulan, tertinggi sepanjang masa, dengan proyeksi akhir kuartal di 8.407 poin atau naik 21,31% secara tahunan.?

Latar Belakang Dinamika Pasar Saham Indonesia

Pasar saham Indonesia telah menunjukkan ketahanan luar biasa sepanjang 2025, dengan IHSG yang rebound dari tekanan geopolitik awal tahun berkat kebijakan OJK yang longgar soal free float saham dan lonjakan harga komoditas global. 

Latar belakang ini dipicu pelepasan suspensi saham seperti CSIS, ATAP, dan Sentra Food oleh BEI, serta kabar 8 emiten baru siap IPO termasuk penerbitan obligasi CUAN Rp1 triliun untuk ekspansi tambang. 

Sementara itu, laporan keuangan Q3-2025 emiten seperti PT Alfa Energi Investama (FIRE) dan PT Visi Media Asia (VIVA) ungkap fluktuasi laba, dengan BCIC berhasil catat laba bersih Rp63,74 miliar. Tren ini sejalan dengan data OJK yang tunjukkan peningkatan transaksi harian, didukung akumulasi investor asing di saham blue chip.??

baca juga: Bumi IHSG: Mengupas Harga Wajar Saham Bumi, Merunut Jejak Emiten Bumi Dan Info Saham Bumi Terbaru

Analisis Fundamental BUMI: Peluang dan Risiko

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten unggulan sektor batubara, jadi top gainer dengan volume perdagangan tinggi dan harga saham Rp116, didukung rasio hutang rendah DER 0,2 kali modal serta laba positif tiga tahun berturut-turut. Namun, PBV 1,69x menandakan valuasi overvalued tanpa rencana dividen, meski potensi markup dari akumulasi asing dan kinerja sektor tambang tetap menjanjikan. 

Dibandingkan emiten lain seperti PT Merdeka Gold Resources (EMAS) yang mulai penambangan emas Pani atau PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) yang bidik Rp15,73 triliun via rights issue Rp12.975 per saham, BUMI unggul dalam stabilitas fundamental tapi rentan fluktuasi harga komoditas. Investor wewenang pantau metrik profitabilitas via TradingView untuk antisipasi koreksi.

Tren Berita Emiten dan Rekomendasi IDX

Berita emiten terkini dari IDX Channel soroti buyback saham Boy Thohir di EMAS serta analisa Insight Investments yang rekomendasikan TINS, AMRT, TLKM, dan BBCA untuk jangka pendek, dengan CDIA tunjukkan breakout teknikal support Rp1.854-1.917. Platform seperti Emitennews.com. 

Untuk harga saham real-time. Proyeksi pasar: Sektor ritel dan telekomunikasi bakal dominasi 2026 ala Evercore ISI, tapi sektor tambang seperti BUMI tetap primadona di tengah transisi energi.


Wartawan : ads
Editor : boing

Tag :saham analisa, emiten di bursa efek indonesia, idx news, berita emiten, emiten indonesia, bumi idx, fundamental bumi, harga saham youtube, info bursa efek indonesia

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com