- Selasa, 15 Juni 2021
Gubernur Mahyeldi Ingatkan "Jas Merah" Semangat Pejuang Perang Kamang
Agam (Minangsatu) - Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengajak masyarakat Kamang selalu ingat "Jas Merah" jangan sekali kali melupakan sejarah. Memperingati Perang Kamang bisa dijadikan sebagai titik balik, untuk mengukur sejauh mana mayarakat memaknai nilai-nilai, dan semangat pejuang Perang Kamang.
"Kita jadikan sebagai modal dan motivasi bagi rakyat Kamang, untuk bisa bersatu dan menjalin kebersamaan di antara ke tiga nagari di Kecamatan Kamang Magek, yaitu Nagari Kamang Mudiak, Kamang Hilia, dan Kamang Magek untuk menata kehidupan yang lebih baik," ujar Mahyeldi.
Demikian disampaikan Gubernur Sumbar, ketika bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Perang Kamang ke 113, yang dilaksanakan di aula kantor Camat Kamang Magek, Selasa (15/6/2921) pagi.
Mahyeldi menjelaskan bahwa terjadinya terjadi Perang Kamang pada pertengahan tahun 1908, rakyat Kamang berontak terhadap kekuasaan Belanda. Laki-laki dan perempuan turut bertempur dan bersenjatakan parang, rencong, dan sabit. Apa penyebab meletusnya Perang Kamang pada 15 Juni 1908? Rakyat Kamang sudah gerah dengan pungutan pajak (belasting) yang menyengsarakan mereka. Hal ini yang membuat masyarakat Kamang memberontak.
![]() |
"Untuk itu, melalui peristiwa Perang Kamang ini kita berdayakan potensi nagari untuk kemajuan Kamang Magek berbasis ekonomi, mandiri, berakhlak Islami, sebagai wujud Agam Madani," pintanya.
Sejarah Perang Kamang sangat penting perannya, walaupun hanya sebentar tapi pengaruhnya sangat besar untuk memotivasi para pemuda di Sumbar. "Ingat Jas Merah, jangan sekali kali melupakan sejarah. Kalau perlu perjuangan dan kepahlawanan Perang Kamang kita angkat dan kita besarkan seperti perjuangan para pahlawan yang lain," harapnya.
Perang Kamang sesungguhnya merupakan perlawanan rakyat Sumatera Barat, sebagai bentuk penentangan terhadap penerapan pajak kepada masyarakat oleh pemerintah kolonial Belanda yang merupakan suatu peristiwa heroik dan patriotik, dan telah dicatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah Republik Indonesia.
Kisah tersebut tak hanya menunjukkan sejarah negara, melainkan juga mengajarkan keteladanan kepada anak-anak Indonesia, seperti kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan melakukan kewajiban dan hak. Para tokoh pejuang Perang Kamang sesungguhnya adalah pahlawan nasional. Perang Kamang sejatinya adalah suatu perjuangan yang tumbuh dan dijiwai oleh semangat dan cita-cita yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Republik.
"Kita jangan lupa bahwa Negara ini berdiri diatas darah dan jiwa para syuhada, para pejuang dan pahlawan, diantaranya adalah pejuang Perang Kamang yang gugur sebagai patriot bangsa," tutupnya.
Editor : ranof
Tag :#Peringatan Perang Kamang 1908#Kabupaten Agam#Kepahlawanan#Perjuangan#Gubernur#Sumbar#Mahyeldi#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
HARIMAU SUMATERA MASUK KANDANG JEBAK DI BATANG PALUPUAHÂ
-
HARIMAU SUMATERA MUNCUL DI JORONG TARUYAN, BKSDA LAKUKAN PENANGANAN LAPANGAN
-
KABAR DUKA, BUDAYAWAN MINANGKABAU YUS DATUAK PARPATIAH MENINGGAL DUNIA
-
PWRI SUMBAR SERAHKAN PAKAIAN BARU UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR KABUPATEN AGAM
-
RELAWAN PMI AGAM DAN BUKITTINGGI POMPA SEMANGAT WARGA BERGORO
-
TOLERANSI DAN KETEGUHAN NILAI: MENYIKAPI ISU LGBT DI TENGAH MASYARAKAT KITA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
