HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Rabu, 24 Juni 2026
Fadli Zon Gagas Indarung Biennale, Dorong Indarung I Jadi Pusat Seni Dan Budaya
Fadli Zon Gagas Indarung Biennale, Dorong Indarung I Jadi Pusat Seni dan Budaya
Padang (Minangsatu) – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mendorong pemanfaatan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional dan internasional. Salah satu gagasan yang ditawarkan ialah penyelenggaraan Indarung Biennale setiap dua tahun dengan melibatkan seniman dari Indonesia dan berbagai negara.
Gagasan itu disampaikan Fadli Zon saat menjadi pembicara utama dalam Simposium Pabrik Indarung I di Wisma Indarung PT Semen Padang, Minggu (21/6/2026). Simposium bertema “Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, jajaran komisaris, dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir
Selain itu, juga hadir sejumlah pakar dari berbagai bidang sebagai narasumber simposium. Di antaranya, Jony Wongso (Dosen Arsitektur Universitas Bung Hatta), Alfa Noranda (Dosen Arkeologi Universitas Andalas), Hari Setyawan (Badan Pengelola Borobudur), M. Aidil Usman (Founder Indarung Heritage Sociesty), S Metron Masdison (Seniman) dan Donny Eros (Kurator Galanggang Arang).
Fadli Zon mengatakan, kawasan Pabrik Indarung I memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang atau kantong kebudayaan. Bangunan dan kawasan bekas pabrik semen ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni, seperti pameran seni rupa, instalasi, pertunjukan tari, teater, sastra, dan beragam aktivitas kebudayaan lainnya.
Namun, menurutnya, revitalisasi kawasan perlu dilakukan terlebih dahulu agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara aman, layak, dan berkelanjutan. “Hal yang paling penting adalah ruang-ruang cagar budaya ini kita revitalisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih layak, lebih baik, dan menjadi lebih hidup,” katanya.
Kementerian Kebudayaan, katanya melanjutkan, pada tahun ini juga sedang melaksanakan revitalisasi terhadap sejumlah cagar budaya di Indonesia. "Melalui program revitalisasi ini, mungkin kita bisa juga mendukung revitalisasi beberapa tempat di Pabrik Indarung I ini," sambung pria asal Payakumbuh yang menyandang gelar adat Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang itu.
Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I memiliki nilai sejarah penting. Pabrik yang mulai beroperasi pada 1910 itu menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri semen, serta pembangunan berbagai infrastruktur di Indonesia. Meskipun telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional dan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, namun pemanfaatannya dinilai belum optimal.
“Saya sudah dua kali melihat langsung Pabrik Indarung I. Kawasan ini memang sudah dimanfaatkan, tetapi belum optimal. Karena itu, simposium ini penting untuk merumuskan pemanfaatannya, terutama bagi kepentingan kebudayaan,” ujarnya.
Dengan luas kawasan sekitar lima hektare, Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I mampu menampung berbagai kegiatan seni dan budaya berskala besar. Salah satunya, penyelenggaraan pameran seni rupa dua tahunan dalam format Indarung Biennale. “Saya sudah berbicara dengan Kepala Galeri Nasional. Kita berharap dapat menyelenggarakan Indarung Biennale dengan mengundang perupa dari berbagai negara,” katanya.
Fadli Zon mencontohkan pemanfaatan bangunan bersejarah dalam penyelenggaraan Venice Biennale di Italia yang lokasinya di Arsenale, dan merupakan kompleks bekas galangan kapal dan gudang persenjataan yang kemudian dialihfungsikan menjadi ruang pameran. "Konsep serupa dapat diterapkan di Indarung Beinnale dengan menonjolkan karakter industri yang menjadi kekuatan dan pembeda dari kegiatan tersebut," bebernya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi lahirnya industri semen modern di Indonesia, sekaligus bagian penting dari perjalanan pembangunan bangsa.
“Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi juga memori kolektif, warisan teknologi, sejarah sosial, serta identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Menurut Pri Gustari, pelestarian Pabrik Indarung I sebagai warisan industri membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. PT Semen Padang berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan kawasan ini agar menjadi pusat pembelajaran sejarah industri, destinasi wisata edukasi, serta kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia.
“Harapan kami, Pabrik Indarung I dapat menjadi contoh sukses bagaimana warisan industri dikelola secara modern tanpa kehilangan nilai sejarah, karakter, dan autentisitasnya. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga simposium ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi terbaik bagi masa depan Pabrik Indarung I," pungkas Pri Gustari.(*)
Editor : melatisan
Tag :Fadli Zon, Gagas, Indarung Biennale, Dorong Indarung I, Jadi Pusat Seni, Budaya
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PT SEMEN PADANG SEMARAKKAN FESTIVAL PAWAI TELONG-TELONG HJK PADANG KE-357
-
KETUA PWI WIDYA NAVIES: POLDA SUMBAR DAN INSAN PERS DUA INSTITUSI YANG STRATEGIS
-
BANK NAGARI BERGERAK CEPAT! TRC BNTB SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA, WUJUD NYATA KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT
-
SATU DEKADE TINGGAL DI RUMAH TAK LAYAK, KINI KELUARGA DESTIMAR MILIKI HUNIAN BARU BERKAT PT SEMEN PADANG
-
WARGA LAMBUNG BUKIK MASIH KRISIS AIR, PT SEMEN PADANG SALURKAN 8.000 LITER AIR BERSIH
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG