HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK
- Kamis, 8 Februari 2018
Di Solok, Presiden Jokowi Temui Pemangku Adat
AROSUKA (Minangsatu) - kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada hari kedua lawatannya ke Sumatera Barat . Bersama Ibu negara Iriana Jokowi, Kamis (9/2), berlangsung di GOR Batu Batupang, Kotobaru. Di tempat ini, Presiden menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan dan kartu PKH (Program keluarga Harapan).
Preisden Joko Widodo yang tiba di kabupaten Solok sekira pukul 11.55 Wib dengan menggunakan mobil dinas Indonesia 1, di gerbang utama lansuang menemui Ninik Mamak Pemangku Adat Alam Minangkabau yang di pimpin Jasrizal Angku Datuk Prapatiah Nan Sabatang. Kemudian rombongan yang disalami pertama oleh Presiden Jokowi yaitu Puti Martalena. SH, Rajo Bagindo Rajo Muaro Paneh, Bagindo Dipatuan Rajo Koto Anau, Exto Tentri Datuk Mako Dirajo pengurus KAN Limo Kaum dari Batusangkar, serta Ninik Mamak dari beberapa daerah yang mengiringi Datuk Prapatiah Nan Sabatang selaku urek tunggang alam Minangkabau.
Sejenak, Datuk Prapatiah berbicara langsung dengan Presiden. Sekira 10 menit, pemangku adat itu menjelaskan langsung maksud dan tujuan dari surat permohonan yang juga diterima langsung oleh Jokowi. Surat dimaksud berupa permintaan kepada Presiden agar menerbitkan keputusan Presiden (Kepres) tentang kekhususan hak Adat Minang, mempertegas UU Desa No 6 tahun 2014, dan meminta presiden untuk membatasi Sertifikat Prona yang bersifat gratis terhadap tanah Ulayat Pusako tinggi. “ Tujuannya jelas, agar bagaimana tatanan adat tidak rusak, “terang Datuk Prapatiah.
Wali Nagari Muaro Paneh, Feri Efendi Cayo Langik, yang mendampingi rombongan Datuk Prapatiah mengaku sangat terharu atas pertemuan yang tidak masuk akal. Ia menilai mentum pertemuan dengan Presiden tidak masuk jadwal protokoler kepresidenan, namun rombongan akhirnya di temui Presiden dalam.
Begitu juga setelah selesai acara, pak Presiden kembali rombongan. Selaku walinagari, awalnya Feri Efendi tidak percaya ketika Tengku Irwansyah Angku Datuk Katumangguangan mementa agar kami menunggu Presiden. Tapi Alhamdulillah, dirinya bersyukur kepada Allah SWT, karena kehadiran pucuk alam Minangkabau di nagari kami telah memberikan berkah dan kebanggaan tersendiri bagi kami. “ Semoga suatu waktu nanti Presiden Jokowi bisa naik ke rumah gadang kami di Muaro Paneh,” terang terang wali.
Ditempat yang sama, Puti Reno Martalena kelihatan seperti menahan tangis bahagia ketika bersalaman lansuang dengan Presiden RI Joko Widodo. “ Besar harapan kami presiden bisa segera menerbitkan kepres untuk menyelamatkan keberlangsungan adat Minang,” kata Notaris tersebut.
[ ktm ]
Editor :
Tag :#pemangku adat #predisen Jokowi #kepres
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KABUPATEN SOLOK GELAR PILWANA SERENTAK DI 23 NAGARI
-
JON FIRMAN PANDU DIKUKUHKAN SEBAGAI KETUA DPC HKTI KABUPATEN SOLOK PERIODE 2026–2031
-
ANDRE ROSIADE SERAHKAN RP50 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AL-HIDAYAH POLRES SOLOK
-
PAWAI ALLEGORIS HUT KE-81 RI DI KABUPATEN SOLOK MELEDAK! BUDAYA NAGARI DAN KREATIVITAS PELAJAR TUMPAH KE JALAN
-
BUPATI JON FIRMAN PANDU AJAK WARGA JAGA PERSATUAN DI TENGAH MERIAHNYA RESEPSI HUT KE-81 RI
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI