HOME PERISTIWA KABUPATEN DHARMASRAYA
- Minggu, 7 Januari 2018
Dharmasraya Bikin Sejarah, Memasak Wajik Pecahkan Rekor MURI
DHARMASRAYA (Minangsatu) – Memasak wajik akhirnya tercatat pada Museum Rekor Indonesia (MURI). Peristiwa itu terjadi berbarengan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Dharmasraya ke-14 tahun, Minggu (7/1) di Pulau Punjung.
Kabupaten anyar itu meraih rekor MURI karena mampu memasak wajik dengan memakai sebanyak 2018 Kancah (Kuali Besar) hingga mendapatkan penghargaan MURI. Wajik sendiri merupakan jenis makanan khas orang Minangkabau yang terbuat dari bahan beras Ketan, dipadukan dengan gula aren (gula merah) dan kelapa. Rasanya gurih dan tentu saja nikmat bagi siapa saja.
Lebih menarik, proses pembuatan Wajik oleh kaum Bundo Kandung di daerah pemekaran Kabupaten Sawahlunto Sijunjung itu, dengan memakai baju kurung basiba, merupakan pakaian kebesaran kaum ibu Ranah Minang.
Prosesi memasak ribuan kancah Wajik itu, diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kecamatan, Walinagari, Jorong, sekolah mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi berada di wilayah Kabupaten Dharmasraya.
Menurut salah satu kelompok peserta dari RSUD Sungai Dareh, mengatakan bahwa dalam kegiatan pembuatan Wajik ini, kelompok kaum ibu berada di RSUD telah mulai berbenah semenjak hari Sabtu, sehari sebelum hari puncak.
Secara terpisah kelompok SD Negeri No 20 Sitiung juga mengatakan hal yang sama. Dalam rangka memeriahkan, dan mensukseskan hari jadi kabupaten Dharmasraya ke-14 ini, SD rujukan itu membuat berbagai macam model Wajik. Mulai dari Wajik berbentuk kapal, mobil, rumah, gunung. Serta berbungkus Upiah (pelepah pinang) berbungkus daun, hingga berbungkus kulit jagung.
Keikutsertaan SD ternama di wilayah Dharmasraya itu, merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Dari kegiatan itu pula ajang perkumpulan bersama, sehingga lebih mempererat hubungan silaturahmi dengan semua pihak.
Sementara itu, Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno, juga hadir dalam rangka memeriahkan HUT Dharmasraya ke- 14 saat itu, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan wakil Bupati daerah berjuk "Cari Nan Tigo," tersebut. Pasalnya kegiatan membuat 2018 Kancah wajik, termasuk salah satu rekor muri dunia. Maka dari itu, perlu dipertahankan dan dikembangkan agar daerah menjadi tujuan wisata kuliner bagi wisatawan dunia.
Selain itu, juga perlu dikembangkan kuliner khas lainnya, supaya terangkat juga kepermukaan. Serta menjadi incaran pagi wisata, maupun pelancong untuk hadir di Dharmasraya, pungkasnya.
Sementara itu, puluhan ribu masyarakat penuhi Gelanggang Olahraga Sport Center dalam rangka menyaksikan pembuatan 2018 Kancah Wajik. Kegiatan dimotori oleh Plt Sekda Dharmasraya Leli Arni. S.Pd. MPd, itu mendapat dukungan penuh dari seluruh Element masyarakat. Bahkan antusias warga mengikuti kegiatan pembuatan Wajik tampak nyata, bahkan dengan kegiatan itu pula mereka merasa memiliki daerah. Apalagi kegiatan dilakukannya tercatat di Musium Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Jaya Suprana.
[ Syaiful Anif ]
Editor :
Tag :#HUT Dharmasraya #MURI #Wajik
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
OPERASIONAL SPPG SUNGAI RUMBAI DIHENTIKAN SEJENAK OLEH BGN
-
DUGAAN PENYELEWENGAN MENCUAT, RUMAH BAGONJONG KABUPATEN DHARMASRAYA BERGETAR
-
WAKIL KETUA DPRD DHARMASRAYA SUJITO BANTAH KERAS TUDUHAN IJAZAHNYA CACAT PROSEDUR
-
MASYARAKAT ADAT DURIAN SIMPAI DATANGI PT BRM KARENA DIDUGA WANPRESTASI DALAM PENGEMBALIAN LAHAN
-
KETUA PLT PWI SUMBAR KUTUK PENGHINAAN TERHADAP WARTAWAN DI DHARMASRAYA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN