HOME RANCAK KOTA PADANG

  • Kamis, 11 Agustus 2022
Cukup Tingg Animo Anak-anak Belajar Menggambar Di Sanggar Seni Rupa Kampung Nelayan Teluk Kabung, Padang
Suasana Siswa PAUD dan Guru tengah belajar mewarnai di Sanggar Seni Rupa Kampung Nelayan, Sungai Pisang, Teluk Kabung, Padang. Foto : Muharyadi.

Padang (Minangsatu) - Puluhan murid PAUD, SD Sungai Pisang Teluk Kabung, Kota Padang, mengikuti kegiatan mewarnai, menggambar di Sanggar Seni Rupa Kampung Nelayan yang baru saja berdiri beberapa bulan lalu.

Kegiatan mewarnai dan menggambar ini untuk mengisi aktifitas belajar, mensinergikan dunia seni yang berakar dari semangat bermain terhadap anak-anak sebagai embrio bangsa yang bakal tumbuh dan berkembang kelak dikemudian hari. Selain itu juga memperkuat IMTAQ dan ilmu pengetahuan relevan.

Hal tersebut disampaikan pimpinan sanggar Kampung Nelayan, Sungai Pisang, Teluk Kabung, Padang yang juga seniman, Harnimal (61 th) saat diminta keterangannya perihal tingginya animo  anak-anak untuk berlajar seni rupa, di mulai dari mewarnai, menggambar hingga membuat gambar sendiri sebagai karya seni, Rabu (10/08/2022).

Diantara hasil mewarnai siswa Paud. Foto : Muharyadi.

Menurut Harnimal, kehadiran Sanggar Seni Rupa Kampung Nelayan di Sungai Pisang yang menampilkan karya para seniman seni rupa Sumatera Barat, rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk belajar mewarnai dan menggambar. Bahkan sejumlah pelajar SMP dan SMA hingga masyarakat berduyun-duyun datang menyaksikan karya-karya yang terpajang.

Dikatakan sebagai pendidik selama 33 tahun lebih di sekolah seni SMSR/SMKN 4 Padang yang kini telah memasuki pensiun, obsesinya mendirikan sanggar ini sebenarnya sudah lama diimpikannya, tapi baru sekarang terwujud dengan ukuran bangunan sanggar 12 x 9 meter di atas tanah seluas 165 meter. Meski sederhana, nanti insya Allah bakal dikembangkan. Anak-anak selama belajar mewarnai dan menggambar tidak dipungut biaya.

"Mengutip apa yang pernah dikemukakan para pakar; 'pendidikan seni pada hakikatnya memiliki hubungan positif terhadap kecerdasan manusia untuk keseimbangan otak kiri dan kanan manusia yang mencitrakan emosi, intelektual, persepsi, sosial, kreatif, estetik dan fisik'. Hal inilah yang menjadi tujuan utama kehadiran sanggar selain juga masyarakat dapat mengapresiasi karya-karya yang terpajang sekaligus menikmati indahnya suasana obyek wisata di lokasi ini," jelasnya lagi.

Untuk kegiatan belajar mewarnai, menggambar bagi-bagi anak-anak yang datang ke sanggar, dibagi dalam tiga kelompok, pertama, bagi anak-anak PAUD dimulai jam 09.00  sd 10.30, SD 10.30  sd 12.00 dan SMP 14.00 sd 15.30 dengan membawa alat gambar dan keperluan lainnya. "1Dengan catatan, anak-anak tidak boleh mengabaikan tugas masing-masing dari sekolahnya," ujar Harnimal yang mengaku telah memiliki payung hukum sanggar pendirian dengan nomor akta notaris 4428/X1/W/2020.

Pendiri PAUD "Pelita Hati" RT 02/RW 01, Karan, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus, Rismiyeni, S.Pd (53 th) yang turut mendampingi puluhan anak-anaknya belajar mewarnai bersama sejumlah guru ketika diminta pendapatnya di lokasi sanggar, menyebutkan, pihaknya merasa beruntung sekali dengan kehadiran sanggar ini. Karena pendidikan seni diakui sangat strategis untuk membentuk sikap dan karakter anak, selain pelajaran wajib di sekolah.

"Kemudian guru-guru yang mendampingi sekaligus juga bisa melakukan praktek langsung dan belajar mengapresiasi karya-karya yang terpajang di sanggar sebagai wahana media pembelajaran di sekolah nantinya," kata Rismiyeni, mengakhiri pembicaraannya.


Wartawan : Muharyadi
Editor : ranof

Tag :#Seni rupa #Mewarnai #Sanggar seni rupa kampung nelayam #Sungai pisang #Padang #Sumbar