HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK SELATAN
- Selasa, 13 September 2022
Cegah Penularan PMK Pada Ternak, Mahasiswa KKN-PPM UNAND Gelar Vaksinasi Jemput Bola
Solok Selatan (Minangsatu) - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ruminansia menjadi momok menakutkan dikalangan peternak lokal. Tercatat lebih dari 9.000 kasus PMK telah ditemukan di Sumatra Barat terhitung sejak bulan Juli 2022 lalu.
Hal tersebut membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Sumatra Barat sebagai zona merah kasus PMK dengan hampir seluruh kabupaten/kotanya memasuki tingkat intensitas tinggi penularan, salah satunya Kabupaten Solok Selatan.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menuturkan bahwa kasus PMK di Solok Selatan telah mencapai 1.038 kasus yang terdiri dari 619 ekor sapi dan 419 ekor kerbau.
Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Sangir Jujuan, dengan 519 kasus. 329 ekor diantaranya adalah sapi, 190 ekor lainnya adalah kerbau.
Meski belum ada laporan kematian ternak akibat wabah PMK disana, Pemkab Solok Selatan menghimbau kepada masyarakat untuk mengubah kebiasaan melepas liarkan ternak tanpa pengawasan. Hal ini terutama untuk menghindari adanya penularan wabah PMK ke ternak masyarakat tersebut.
Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan dengan dibantu oleh Mahasiswa KKN-PPM UNAND juga telah menggencarkan vaksinasi PMK kepada ternak masyarakat salah satunya di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan.
Shalsa Sabilla, Miguel Kaka Feraira dari Fakultas Peternakan dan beberapa Mahasiswa KKN-PPM UNAND lain yang tergabung dalam Tim Vaksinasi PMK tersebut menuturkan permasalahan vaksinasi yang cenderung lambat diakibatkan kurangnya tenaga vaksinator.
"Ditambah lagi ternak warga tidak dikumpulkan di satu titik sehingga tim vaksinasi harus jemput bola ke kandang-kandang dan kejar tayang karena waktu yang terbatas", jelas mahasiswa KKN Unand periode Juli - Agustus 2022 tersebut.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan Irwan Supriadi menyebutkan bahwa jumlah ruminansia di Kabupaten Solok Selatan mencapai 16.100 ekor ternak sehingga dibutuhkan tenaga ekstra untuk pemerataan vaksinasi kedepannya.
Shalsa dan kawan-kawan juga menyarankan perlu adanya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait PMK oleh tenaga penyuluh, realisasi Tim Vaksinasi yang lebih besar serta informasi jadwal vaksinasi yang sistematis dan jelas demi terwujudnya ternak yang terbebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku.(*)
Editor : Benk123
Tag :#solok selatan
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
APRESIASI KETUA TP-PKK SUMBAR, ISKADA JADI BUKTI KUATNYA PERAN PEREMPUAN DI SOLOK SELATAN
-
PEREMPUAN JADI KUNCI PEMBANGUNAN, ISKADA DORONG KOLABORASI DAN INOVASI DI SOLOK SELATAN
-
GUBERNUR SUMBAR SERAHKAN BANTUAN BEDAH RUMAH BAGI WARGA KURANG MAMPU DI SOLOK SELATAN
-
DI USIA KE-59, KHAIRUNAS JADIKAN MOMENTUM ULANG TAHUN SEBAGAI SIMBOL KEBERSAMAAN RAKYAT
-
BERBUKA DALAM KEBERSAMAAN, BERSATU DALAM KEIMANAN: SOLOK SELATAN TUNJUKKAN SOLIDITAS TANPA BATAS
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA