HOME PARIWISATA KABUPATEN AGAM

  • Rabu, 14 Oktober 2020
Bunga Bangkai Di Agam Layu Sebelum Berkembang
BKSDA Sumbar saat meninjau lokasi bunga bangkai, Rabu (14/10)

Agam (Minangsatu) - Satu kuncup bunga bangkai Amorphophallus Titanum di Dusun Lolong, Jorong Balai Ahad, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, layu sebelum berkembang. Hal tersebut dikarenakan faktor cuaca dan lokasi tumbuh berada ditempat terbuka. 

"Bunga yang bakal mekar sempurna beberapa hari kedepan tersebut gagal karena sudah tampak layu. Bunga Amorphophallus Titanum ditemukan tumbuh di kawasan Perumahan Yumira," ungkap Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Sumbar, Ade Putra, Rabu (14/10).

Dikatakan, tumbuhnya bunga langka dilindungi tersebut berkemungkinan kawasan yang dulunya mememiliki vegetasi yang baik dan rapat. Karena bunga bangkai dapat tumbuh di daerah dengan kelembaban yang cukup tinggi.

"Tanaman langka itu gagal mekar akibat dirusak oleh faktor cuaca yang sangat panas dan lokasi tumbuh berada di tempat terbuka," ujarnya.

Dari keterangan pemilik lokasi, sejak terlihat beberapa minggu yang lalu, bunga tersebut sering disentuh dan dijadikan objek foto oleh pengunjung dan warga setempat. 

"Banyak yang datang ada yang berfoto ada juga yang mencoba menyentuh, ujarnya lagi. 

Dijelaskan, bunga bangkai yang juga dikenal dengan istilah Titan Arum, Zaminkand, atau Corpse Flower merupakan salah satu bunga terbesar dan terunik di dunia.

Disebut bunga bakai, karena saat mekar, ia akan mengeluarkan bau menyengat yang menyerupai bangkai. Bau yang menyengat ini ditujukan untuk menarik serangga pemangsa bangkai seperti lalat, kumbang, dan serangga karnivora lainnya.

“Di Indonesia tanaman ini dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya,” ulasnya. 


Wartawan : Muhammad Fadhillah
Editor : susi

Tag :#BKSDASumbar #BungaBangkai #Agam