HOME PEMBANGUNAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

  • Senin, 26 Oktober 2026

BPJN Sumbar Bangun Jembatan Gantung Koto Rawang, Pulihkan Akses Warga

BPJN Sumbar Bangun Jembatan Gantung Koto Rawang, Pulihkan Akses Warga

Pesisir Selatan (Minangsatu) - Pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi upaya pemerintah memulihkan konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat banjir bandang pada 2024.

Bagi masyarakat Nagari Koto Rawang, jembatan yang menghubungkan Koto Rawang dengan Salido Ketek tersebut bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga akses penting untuk menunjang pendidikan, perekonomian, dan aktivitas sehari-hari.
Banjir bandang yang terjadi pada 2024 merusak jembatan penghubung tersebut. 

Setelah kejadian itu, masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan kayu dan balok agar aktivitas warga tetap berjalan.

Namun, jembatan darurat itu berulang kali hanyut ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut membuat masyarakat menghadapi risiko keselamatan saat menyeberang. Tercatat tiga orang pernah terjatuh ketika melintas, dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

BPJN Sumbar Mulai Pembangunan Agustus 2025

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mulai membangun Jembatan Gantung Koto Rawang pada Agustus 2025.

Jembatan tersebut memiliki panjang 100 meter dengan struktur rangka baja tipe rigid simetris dan lebar jalur 1,8 meter.
Kepala BPJN Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, yang akrab disapa Andi, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan konektivitas masyarakat yang terganggu akibat bencana.

“Pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang merupakan upaya pemerintah untuk memulihkan konektivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat banjir bandang. Kami memahami bahwa jembatan ini memiliki peran penting bagi warga, terutama dalam menunjang akses pendidikan, kegiatan ekonomi, dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Andi, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan akses penyeberangan yang lebih aman bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas warga.

“Melalui pembangunan jembatan ini, kami berharap masyarakat memiliki akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan meningkatkan keselamatan pengguna,” katanya.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagari Koto Rawang, khususnya dalam menunjang aktivitas sehari-hari setelah akses sebelumnya terganggu akibat bencana.

“Kami berharap keberadaan Jembatan Gantung Koto Rawang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pemulihan kehidupan warga pascabencana,” tuturnya.

Pulihkan Konektivitas Masyarakat

Pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang menjadi bagian penting dari pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan.

Selain menghubungkan wilayah, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan hingga kegiatan ekonomi, tanpa harus menghadapi risiko penyeberangan menggunakan jembatan darurat.

Bagi warga Koto Rawang, keberadaan jembatan ini bukan hanya tentang tersedianya infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan akses yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Dengan akses penyeberangan yang lebih aman, konektivitas masyarakat diharapkan kembali pulih dan aktivitas warga dapat berlangsung lebih lancar.


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :BPJN Sumbar, Bangun Jembatan Gantung, Koto Rawang, Pulihkan Akses Warga

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com