HOME PEMBANGUNAN KABUPATEN SOLOK
- Jumat, 17 Februari 2017
Berlayar Di Empat Pilar Pembangunan Menuju Masyarakat Madani
AROSUKA (Minangsatu) -- Tanggal 17 Februari 2017 menjadi momentum setahun pasangan bupati dan wakil bupati Solok (H Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM bersama Yulfadri Nurdin, SH) menahkodai Pemerintahan Kabuapten Solok. Berbagai konsep pengembangan pembangunan daerah yang dibungkus dalam program Empat Pilar Pembangunan telah menunjukkan progres menjanjikan.
Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut kreatif dan inovatif. Bahkan, Gusmal menagih konsep seluruh Kepala Dinas segera bergerak menggapai cita-cita Kabupaten Solok mewujudkan masyarakat maju dan mandiri menuju kehidupan masyarakat madani dalam nuansa Adat Basandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo menuturkan, satu tahun kepemimpinannya belum bisa dijadikan tolak-ukur kinerja Pemerintah. Sebab, dalam tempo tersebut, Bupati bersama jajaran OPD nya tengah mematangkan konsep pembangunan berlandaskan Empat Pilar Pembangunan yang menjadi fokus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 mendatang.
APBD Tahun 2017 sebesar Rp1,119 triliun ini lanjut Gusmal, adalah "nafas" bagi roda Pemerintahan Kabupaten Solok. Sebab, subtansi dasar dari suatu pelaksanaan pekerjaan di Pemerintahan adalah tersedianya anggaran. Namun, jika tidak ditopang dengan birokrat handal, semua yang direncanakan tidak akan berjalan efektif.
Kesungguhan ini tergambar dari postur APBD Kabupaten Solok. Di bidang pariwisata yang menjadi target ekonomi kerakyatan misalnya, Pemkab akan membenahi kembali infrastruktur Taman Hutan Kota Terpadu (THKT) yang lama terbengkalai. Setidaknya, sebesar Rp14 miliar dari Rp60 miliar alokasi dana untuk perampungan itu akan direalisasikan tahun 2017. Begitu juga pembenahan wisata Convenion Hall (CH), Villa Alahan Panjang.
Selaras dengan itu, Minggu, (5/2) lalu, Dinas Pariwisata juga telah melounching program Pagelaran Seni Anak Nagari yang akan digelar rutin di setiap objek wisata Kabupaten Solok. Hal ini diyakini mampu menambah semarak lokasi wisata, sekaligus mendongkrak minat wisatawan untuk berkunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra mengatakan, program tersebut kelak menjadi kalender tetap yang akan digelar pada setiap objek wisata. "Ini salah satu cara melestarikan kesenian tradisional," terang Yandra.
Menyambut agenda pelestarian kesenian anak Nagari ini, Bupati Solok mengaku bangga. Sekaligus mengapresiasi ide Dinas Pariwisata yang kembali mengangkat kekayaan budaya Kabupaten Solok. "Ide-ide seperti ini perlu dikembangkan. Apalagi, Kabupaten Solok sedang berjuang dan fokus mengembangkan sektor kepariwisataan," ujar Gusmal.
Bersamaan dengan pelaksanaan program Empat Pilar Pembangunan, program peningkatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu tujuan pembangunan. Sangat dibutuhkan kejelian kepala OPD untuk mensinergikan kegiatannnya dalam usaha memacu perekonomian tersebut.
"Insyaallah, Kadis baru dengan semangat baru dapat bekerja cerdas sehingga mampu memahami dan sungguh-sungguh menjalankan program sesuai tupoksi masing-masing," kata suami Ny Desnadefi Gusmal itu.
SMP Berbasis Pesantren, Magrib Alqur'an daan Subuh Berjamaah
Mewujudkan pilar pendidikan, Pemerintah berupaya menggenjot partisipasi masyarakat pada semua jenjang pendidikan. Termasuk memberlakukan pemeretaan dan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri. Rabu, (15/2) lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok juga telah melonching program Sekolah Menengah Pertama (SMP) Berbasis Pesanten yang dibukukan dalam "Sekolah Umum Bernuansa Islami".
Sebagai wujud cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Solok, sebanyak 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 14 Kecamatan di Kabupaten Solok dijadikan percontohan Sekolah umum berbasis pesantren dengan mengadopsi pola pembelajaran pesantren. Hal ini adalah upaya untuk menciptakan generasi Islam yang betul-betul Islami.
"Ini program unggulan di Dinas Pendidikan. Semoga berjalan lancar dan mencapai sasaran," sebut Gusmal.
Bupati berharap, kelak 66 SMP di Kabupaten Solok menerapkan pola pengajaran berbasis pesantren. "Setidaknya, pemahaman agama ini mampu memagari generasi muda untuk mengarungi kehidupan selanjutnya," sebut Gusmal.
Disamping itu, untuk menyelaraskan program tersebut, Pemkab Solok juga telah mengencarkan sosialisasi magrib Alqur'an dan Subuh Berjamaah. Program tersebut juga telah di lounching pada 30 Desember 2016 lalu di Islamic Center Kotobaru.
Bupati mengatakan, program ini adalah langkah awal untuk kembali "membumikan" fungsi Masjid dan Surau pada 74 Nagari di wilayah Kabupaten lumbung beras ternama ini.
Menurut Gusmal, konsistensi ini tentu tidak akan berjalan baik tanpa dukungan semua pihak. Termasuk penegasan dan dukungan Pemerintah. Apalagi, jumlah rumah ibadah Islam di Kabupaten Solok banyak, bahkan lebih dari seribu unit. Setidaknya, di 14 Kecamatan yang tersebar di setiap Nagari-nagari, tercatat sebanyak 318 Masjid, 468 unit mushala dan 613 surau.
"Betapa semaraknya Kabupaten Solok, jika rumah ibadah dipadati ribuan masyarakat dan generasi muda Islam," kata Bupati dua periode itu.
Salah satu cara terbaik menjaga eksistensi Masjid dan Surau di Kabupaten Solok tidak saja dengan ulama, namun juga melibatkan pihak Nagari, Badan Musyawarah Nagari (BMN), pemangku adat, bundo kanduang dan para pemuda.
Bidang kesehatan, Pemkab berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan sosialiasi budayaan hidup bersih dan lingkungan sehat.
Nagari Peduli Kesehatan Masyarakat
Kemudian, pilar Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik dan bersih. Di sini, Pemkab berupaya meningkatkan layanan publik, melakukan reformasi birokrasi dalam balutan karakter ABS-SBK. Tidak saja di tubuh birokrasi dilingkup Pemerintah Daerah, melainkan hingga Pemerintahan Nagari.
Senin, (23/1) lalu, Pemerintah Kabupaten Solok juga telah melounching Program Nagari Mambangun Kabupaten. Sasarannya untuk mengakomodir Nagari-nagari di Kabupaten Solok untuk bersinergi dalam hal pembangunan maupun pelayanan masyarakat.
Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin mengatakan, Nagari merupakan garda terdepan yang menjadi representasi suatu Daerah. Dengan kata lain, maju dan sejahteranya masyarakat Nagari sangat berdampak pada geliat pembangunan Kabupaten. Atas hal itu, Wali Nagari dituntut terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Apalagi, Nagari-nagari saat ini memiliki Anggaran Dana Desa (ADD). Baik yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun ABPD. Setidaknya, Tahun 2017 ini, total anggaran untuk 74 Nagari di Kabupaten Solok mencapai 140 miliar.
"Anggaran besar mesti berdampak pada pembangunan infrastruktur, SDM pada masing-masing Nagari," sebut Yulfadri Nurdin.
Sebagai penggagas program tersebut, Kepala Dinas PMN Kabupaten Solok, Medison mengatakan, Nagari merupakan sebuah potensi dalam membangun Kabupaten, jika dana pembangunan Nagari dikelola dengan baik. "Kita tentu tidak ingin nanti pengelolaan dana Nagari memunculkan gesekan secara horizontal dan vertical, apalagi sampai berurusan dengan hukum," sebut Medison.
Dengan lounching ini, Pemerintah nagari se Kabupaten Solok didorong untuk mewujudkan visi pemerintah Kab.Solok, sesuai dengan Empat pilar Pembangunan pada pilar ke empat, tentang Penyelengaraan pemerintahan yang baik dan bersih.
Dalam kerangka itu, Pemerintah nagari didorong melengkapi regulasi, menciptakan aparatur DPMN yang profesional, melakukan pelatihan untuk aparatur Kecamatan, melakukan pemantapan SDM Walinagari dan BMN, serta menyusun konsep membangun nagari secara efektif.
Untuk pilar kesehatan, Pemkab berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan sosialiasi budayaan hidup bersih dan lingkungan sehat. Rabu, (14/2) lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok juga melounching program Nagari Peduli Kesehatan Masyarakat Kabupaten Solok.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok, Sri Efianti menerangkan, beberapa indikator kesehatan yang dinilai dan di pantau tingkat Nasional. Diantaranya, masalah kesehatan anak, ibu, gizi, termasuk pelayanan kesehatan dari Poskesri hingga tingkat RSUD. "Kebersihan dilingkungan masyarakat kita masih rendah. Seperti soal pengelolaan air bersih, MCK, jamban dan sampah," terangya Efi begitu Kadis ini akrap disapa.
Atas dasar itu, fokus kerja Dinkes 5 tahun mendatang adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama tentang kebersihan lingkungan. Membahas lingkungan, tidak saja soal ketersedian MCK, air bersih semata, termasuk pengelolaan sampah. "Pemerintah Nagari akan qterlibat langsung untuk mensosialisasikan sekaligus mensukseskan program tersebut," terang Sri Efianti.
Tahun ini, Pemkab Solok mendapat bantuan untuk pembuatan Jamban keluarga. Setidaknya, 100 unit jamban sehat telah diberikan donatur dalam saat lounching Nagari Peduli Sehat untuk masyarakat Kabupaten Solok.
[Verizal Sarosa ]
Editor :
Tag :#setahun gusmal-yulfadri
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BERSAMA BUPATI SOLOK, KETUM PERADI OTTO HASIBUAN LAKUKAN GROUND BREAKING JEMBATAN GANTUNG BALAI PANJANG DI NAGARI SANIANG BAKA
-
GUBERNUR: PERCEPATAN REHABILITASI INFRASTRUKTUR JADI KUNCI KEBANGKITAN EKONOMI KABUPATEN SOLOK
-
PEMPROV SIAPKAN ANGGARAN 2 MILIAR UNTUK PEMBENAHAN SALURAN IRIGASI BANDA GADANG KABUPATEN SOLOK
-
BUPATI SOLOK TINJAU JALAN RIMBO DATA - KAPUJAN SEPANJANG 9 KILOMETER YANG DITINGKATKAN
-
GUBERNUR MAHYELDI TINJAU LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN DI KOTO BARU AIE DINGIN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK