HOME PENDIDIKAN KOTA SAWAHLUNTO

  • Sabtu, 22 November 2025

Bedah Buku “Rinai Kabut Singgalang” Meriahkan Festival Literasi Sawahlunto 2025

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra menghadiri sekaligus membuka secara resmi “Festival Literasi Kota Sawahlunto” bertempat di Perpustakaan M Yamin Kota Sawahlunto Jumat (20/11)
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra menghadiri sekaligus membuka secara resmi “Festival Literasi Kota Sawahlunto” bertempat di Perpustakaan M Yamin Kota Sawahlunto Jumat (20/11)

Bedah Buku “Rinai Kabut Singgalang” Meriahkan Festival Literasi Sawahlunto 2025

Sawahlunto (Minangsatu)  
Suasana sore di lantai II Pustaka Umum M. Yamin Talawi terasa berbeda dari biasanya. Deretan kursi yang tertata rapi dipenuhi para pelajar SLTP dan SLTA dari berbagai sekolah di Sawahlunto. Mereka datang bukan untuk sekadar menghadiri acara, tetapi untuk menyelami kisah, perjuangan, dan inspirasi yang tersaji dalam buku “Rinai Kabut Singgalang” karya Muhammad Subhan—salah satu penulis muda potensial asal Ranah Minang. Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan bedah buku ini menjadi bagian dari Festival Literasi Kota Sawahlunto 2025, ajang tahunan yang mendorong budaya membaca dan mengangkat karya-karya lokal. Di bawah koordinasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto, acara ini disusun dengan harapan menciptakan ruang dialog antara siswa, penulis, dan pakar literasi.

Analisis Mendalam Penuh Nuansa Psikologi

Hadir sebagai pembedah utama, Fahada Yusra, S.Psi, seorang psikolog sekaligus Duta Bahasa Sumatera Barat, memberikan perspektif menarik terkait isi buku. Menurutnya, “Rinai Kabut Singgalang” bukan sekadar cerita tentang perjalanan hidup, tetapi juga refleksi tentang kegigihan, luka batin, dan kekuatan menemukan jati diri di tengah gempuran tantangan.

Ia menekankan bahwa karya ini sangat relevan untuk dibaca generasi muda, terutama pelajar yang tengah berproses mencari arah hidup.

“Buku ini menyajikan dinamika emosi yang dekat dengan realitas remaja. Ada pergulatan, ada trauma, tetapi juga ada semangat bangkit yang sangat kuat. Ini bacaan yang mampu membuka ruang renung bagi mereka,” ungkap Fahada dalam sesi dialog.

Jon Hendri: ‘Literasi Adalah Fondasi Masa Depan Sawahlunto’

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto, Jon Hendri, S.Sos, MM, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya rutinitas, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperluas gerakan literasi.

Dalam sambutannya menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan pada buku sejak dini.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh sisi emosional para siswa. Melalui cerita-cerita seperti yang disajikan Muhammad Subhan, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap perjuangan menuju masa depan membutuhkan kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri," ujar Jon Hendri

Ia menambahkan, keberadaan festival literasi merupakan bentuk komitmen daerah untuk membuka akses pendidikan non formal yang berkualitas.

“Sawahlunto punya banyak potensi generasi muda. Dengan literasi yang kuat, mereka tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan wawasan yang luas. Inilah yang ingin kami bangun dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Wadah Apresiasi Penulis Lokal

Selain bedah buku, acara ini juga menjadi ajang promosi bagi karya-karya penulis Sawahlunto. Stand pameran buku menampilkan sejumlah karya seperti “Tales of Youth”, “Kasih Sayang Ibu”, “Surat untuk Awan” karya REEN ZEN, “Aku Bukan Hantu, Guruku” karya Mardianis, S.Pd, serta “Guru Lentera dalam Gelap” karya Shafwan Muzakki. Para siswa terlihat antusias menjelajahi buku-buku tersebut, sekaligus berdiskusi dengan para penulis.

Kegiatan ini menegaskan bahwa Sawahlunto tidak hanya kaya akan sejarah tambang dan warisan budaya, tetapi juga mulai tumbuh sebagai kota yang peduli pada dunia literasi dan kreativitas warganya.

Generasi Muda dan Harapan Masa Depan

Dengan hadirnya penulis, psikolog, serta para pendidik, kegiatan bedah buku “Rinai Kabut Singgalang” menjadi ruang yang mempertemukan gagasan, cerita, dan harapan. Para siswa tidak hanya pulang membawa buku, tetapi juga pemahaman baru tentang arti kehidupan dan pentingnya memperjuangkan impian.

Festival literasi tahun ini menjadi momentum bahwa Sawahlunto sedang melangkah menuju masa depan yang lebih cerah—dengan literasi sebagai fondasi utama


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :#Festival Literasi

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com