HOME OLAHRAGA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 15 November 2019
Banjir Pujian, SGRWC 2019 Berjalan Sukses
Padang (Minangsatu) - Panitia Pelaksana Silokek Geofest Rafting World Cup (SGRWC) tahun 2019 menuai banyak pujian, baik dari peserta, juri, maupun penikmat olahraga arung jeram.
Iven yang berlangsung di Silokek Kabupaten Sijunjung dari 10 hingga 14 November lalu ini, tercatat sukses dilihat dari persiapan, pelaksanaan, maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Solihin salah satu juri Arum Jeram dari Negara Malaysia sangat mengapresiasi kejuaraan Arung Jeram Internasional ini.
“Secara keseluruhan pertandingan Arum jeram digelar Federasi Arung Jeram Sumbar cukup bagus dan sukses,” kata Solihin saat ditemui di Padang.
Menurutnya, event Arum Jeram Internasional di Silokek cukup menarik sesuai dengan standar Internasional Federation Rafting (IFR).
“Perlombaan Arum Jeram ini sudah sesuai dengan IFR yakni dimana ada kelas standar dan ada kelas internasional,” ungkap dia.
Solihin juga memuji soal kebudayaan dan adat istiadat di Sijunjung, para atlet Arung Jeram tidur di rumah adat, bahkan tidur di rumah masyarakat. Masyarakat cukup ramah dan sopan pada atlet, juri maupun seluruh official dari berbagai mancanegara termasuk atlet dari Indonesia.
“Saya ketika itu ingin sekali merasakan pisang, kemudian oleh salah seorang ibu yang juga warga asli Silokek langsung mencarikan apa yang saya minta. Sungguh suatu kesan yang luar biasa,” ungkap dia.
Disebutkan Solihin, biasanya di setiap ada even Arung Jeram, para atlet setelah pertandingan langsung menuju hotel bahkan pergi jalan ke mall tanpa berinteraksi dengan masyarakat sesudah pertandingan.
“Nah, ini luar biasanya Silokek. Setelah pertandingan para atlet bisa berbaur dengan masyarakat dan saling Senda gurau. Hal ini tidak pernah dirasakan para atlet ditempat lain,” ujar Solihin.
Solihin berharap, agar kawasan wisata alam Silokek tetap dijaga dengan baik oleh masyarakat sekitar.
“Jangan buang sampah ke aliran sungai, terutama sampah plastik. Bila ini tetap dijaga masyarakat, tentunya bakal semakin banyak yang akan berkunjung ke Silokek,” kata dia.
Senada dengan Solihin, Nur Hamizah Manager RQ REX dari Malaysia menyatakan lokasi Arum Jeram di Silokek sangat bagus dan potensial.
“Lokasi Arum jeram di Silokek Lebih bagus, tempat bersih, teratur, fasilitas disana untuk lebih ditambahkan lagi. Silokek cukup asri dan alami, ini harus tetap dijaga masyarakat,jangan sampai dirusak objek wisata,” kata dia.
Sementara itu, Ketua FAJI Sumbar Muhammad Zuhrizul menyatakan event tersebut berjalan sukses.
“Kesuksesan ini berkat kerjasama masyarakat, serta pihak terkait. Dan dampak iven di Silokek ini langsung dirasakan masyarakat,” kata dia.
Ditegaskan Zuhrizul, FAJI Kabupaten Sijunjung dan Provinsi Sumbar akan persiapkan anak-anak muda Silokek menjadi pemandu jeram bersertifikasi untuk wisatawan arung jeram dan berikan edukasi wisata berbasis lingkungan.
“FAJI Sumbar berharap ke depan Pemerintah baik pusat, provins,i dan kabupaten untuk berikan perhatian khusus untuk menyiapkan Silokek menjadi destinasi yang terjaga alamnya terberdayakan masyarakatnya dan menyiapkan fasilitas fasilitas untuk iven-iven dunia tahun depan,” pungkasnya.
Editor : sc.astra
Tag :#faji sumbar #m zuhrizul
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEMEN PADANG FC KALAH 0-4 DARI BHAYANGKARA FC, ANDRE ROSIADE; KALAU TIDAK MENANG MELAWAN PSIM YOGYAKARTA, PELATIH AKAN DIGANTI
-
JELANG SPFC VS MALUT UNITED; COACH HS MERENDAH, DEJAN OPTIMIS
-
PENGPROV TI SUMBAR SIAP HADAPI PORPROV, KEJUARAAN THE ARENA OF MAESTRO JADI MAPPING ATLET MENUJU PON 2027
-
PIALA DUNIA 2026 TAYANG MULAI 11 JUNI DI TVRI, GUBERNUR MAHYELDI SAMBUT POSITIF
-
GUBERNUR MAHYELDI: PORPROV SUMBAR 2026 DIGELAR DENGAN KONSEP TUAN RUMAH BERSAMA
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI