HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG PANJANG
- Jumat, 24 Agustus 2018
Arif Dan Khairul Menunggu Visa Berangkat Ke Mesir
PADANG PANJANG (Minangsatu) - Dua siswa cerdas asal Kayu Tanam, Padang Pariaman yang diterima di Universitas Al Azhar Arif dan Khairul kini tinggal menunggu visa untuk bisa berangkat ke Mesir dalam rangka menuntut ilmu.
"Alhamdulillah, sumbangan donatur sudah kami setorkan ke mediator untuk tiket pesawat dan biaya terjemahan berkas bahasa Arab," kata Khairul dan Arif di Dinas Kominfo, Padang Panjang, Kamis, (23/8).
Seperti diberitakan sebelumnya, Arif dan Khairul yang lulus di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, diekspos berbagai media. Baik media cetak, elektronik dan media sosial, kini keduanya sudah bisa bernafas lega berkat bantuan berbagai pihak.
Baik Arif maupun Khairul mengatakan, mereka sudah punya dana sekitar Rp. 15 juta. Untuk setoran awal sudah cukup. Sisa yang dibutuhkan sekitar Rp. 15 juta lagi, masih menunggu uluran tangan dari berbagai pihak yang jadi donatur.
Dia juga mengatakan, Baznas Padang Pariaman juga telah memberitahu akan membantu Rp. 3 juta setelah visa keluar. "Begitu juga Baznas Sumbar dan PT. Semen Padang menunggu visa kami keluar, tapi besarannya belum diketahui," kata Khairul.
Menurutnya, bantuan yang sudah terkumpul itu, berasal dari sumbangan perantau Minang di Malaysia, Jakarta dan dari warga Sumatera Barat. Semua yang mentransfer itu tidak ada yang memberitahu nama dan alamatnya, demi menjaga keikhlasan masing masing.
Mereka hanya memberi kabar, ke Nomor HP Arif : 082284363240 dan ke HP Khairul 082388498849. Sedangkan donasi mereka transfer ke : Rek. BRI a/n. Arif Rahmatul Aji no. 546201011499534 dan Rek BRI Khairul Amal El Hifzi no. 546201011143531 a/n nomor Syatrul Hafzi ayahanda Khairul.
Arif lulusan MAN 2 Lima Kaum, Batusangkar dan juga Santri Pesantren Darul Ulum Padang Magek, Tanah Datar. Sedangkan Khairul siswa MAKM Kauman Padang Panjang.
Mereka terhitung tamat 2018 dan lulus tes untuk kuliah ke Mesir. Karena itu kepada donatur yang ingin membantu diharap sangat uluran tangannya.
Melalui berita sebelumnya, bahwa Khairul Amal El Hifzi ( 19) dan Arif Rahmatul Aji (19) diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Namun kedua tidak punya uang. Jika mengharapkan dari orangtua mereka saja tidaklah akan tercapai. Biaya ke Mesir masing masing sekitar Rp.30 juta. Bagi orang tua mereka uang sebanyak itu sulit mendapatkan.
Khairul merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Syatrul Hafzi –Triwales Asih Indriani. Syatrul bekerja sebagai mekanik kecil-kecilan, sedangkan istrinya hanyalah seorang ibu rumahtangga.
Sementara Arif anak ke enam dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Ajirin dengan Mawarni Murni. Ajir hidup bertani di Lubuk Napa, Anduring, Kayutanam. Ibunda Arif hanyalah seorang ibu rumahtangga dan dalam keseharian membantu suaminya sebagai petani di ladang.
Semenjak dinyatakan lulus di Universitas Al Azhar melalui Kementerian Agama RI 30 Juni 2018 lalu, keduanya benar-benar bangga. Tidak mudah untuk lulus. Keduanya bersaing dengan 7.000-an calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Menunggu jadwal keberangkatan ke Mesir akhir September mendatang, kini keduanya berupaya menghubungi orang-orang yang peduli pada mereka. Ditunggu kepedulian kita bersama.
(Ben)
Editor :
Tag :#Arif dan Khairul
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BUNDA LITERASI KOTA PADANG PANJANG AJAK LANSIA PASAR BARU TERUS BERKARYA.
-
SISWI SMPN 1 PADANG PANJANG, KIKAN, RAIH JUARA 1 FLS3N TINGKAT NASIONAL
-
LPM PERS PITULUIK ISI PADANG PANJANG GELAR PJTM, BEKALI MAHASISWA ETIKA DAN PROFESIONALITAS JURNALISTIK
-
RATUSAN MAHASISWA ISI PADANG PANJANG GELAR AKSI, SOROTI TRANSPARANSI PIHAK KAMPUS
-
PASKIBRAKA NASIONAL, ULYA KIREINA, SISWI SMAN 2 HARUMKAN NAMA PADANG PANJANGÂ
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU
-
WAYANG SAWAHLUNTO MENGANGKAT KISAH TAMBANG OMBILIN DENGAN BAHASA TANGSI
-
ALU KATENTONG PADANG LAWEH, KESENIAN PEREMPUAN MINANGKABAU YANG LAHIR DARI AKTIVITAS MENUMBUK PADI