HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SOLOK

  • Sabtu, 22 Februari 2020

Antisipasi Pemborosan, Warga Kota Solok Dihimbau Merencanakan Jumlah Pangan Yang Dimasak

Kabag Proyokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim.
Kabag Proyokol dan Komunikasi Pimpinan Nurzal Gustim.

Solok (Minangsatu) - Kota Solok cepat menindaklanjuti apa yang sangat dirasakan dan disaat bangsa-bangsa di dunia (termasuk Indonesia) berusaha keras mencukupi kebutuhan pangan warganya, ternyata pemborosan pangan terjadi secara signifikan. 

Menurut Badan Pangan Dunia FAO (Food Agriculture Organization), sepertiga makanan yang diproduksi di dunia setiap tahun, atau sekitar 1,3 miliar ton terbuang begitu saja.

Untuk menindaklanjuti Kampanye Gerakan Stop Boros Pangan dari Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia dan memperhatikan Data Badan Pangan Dunia FAO (Food Agricultural Organization). 

"Pemerintah Kota Solok melalui Himbauan Walikota Solok Nomor: 526/027/DP/II-2020 Tanggal 11 Februari 2020 minta kepada seluruh masyarakat Kota Solok untuk selalu waspada dan merencanakan jumlah pangan yang akan dimasak di setiap rumah tangga sesuai dengan kebutuhan anggota keluarga, sehingga tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. 
Sebab tanpa di sadari berapa kali kita makan dan selalu berlebih," Nurzal Gustim,SSTP,Msi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam siaran Pers nya, Jumat (21/02/20) yang diterima awak media.

Bagi masyarakat Kota Solok lanjut Nurzal Gustim agar mengurangi pemborosan makanan, khususnya pada pesta pernikahan dan pertemuan sosial, dengan cara mengambil makanan sesuai dengan yang sanggup untuk dimakan, sehingga tidak ada makanan yang bersisa.
Begitu juga dalam memesan makanan di restoran atau tempat makan lainnyang sanggup dihabiskan, dan apabila ternyata masih bersisa agar dibungkus dan dibawa pulang.

Adanya alasan dikuranginya pemborosan terhadap bahan pangan adalah masih ada jutaan mulut yang berharap sesuap nasi untuk mengisi perut yang lapar.
Dalam ajaran Islam, tidak meneruskan atau tidak menghabiskan makanan termasuk bagian dari mubazir. Mubazir berarti menggunakan sesuatu tidak pada tempat yang selayaknya, atau dalam istilah lain biasa dikenal dengan idlâ‘ah al-mâl (menyia-nyiakan).

Dengan adanya himbauan ini moga terketuk hati masyarakat Kota Solok yang kini berpenduduk lebih kurang 65 ribu,  sehingga ketahanan pangan dapat terjaga untuk masa datang, "harap Nurzal Gustim mengakiri.


Wartawan : Zul Nazar
Editor : melatisan

Tag :#pangan #himbauan #kota solok

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com