HOME BIROKRASI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
- Jumat, 25 Juli 2025
Anggota Komisi XIII DPR RI FPAN Dapil Sumatera Barat II, H. Arisal Aziz: Orang Minang Sudah Mengamalkan Pancasila Sejak Nenek Moyang
Anggota Komisi XIII DPR RI FPAN Dapil Sumatera Barat II, H. Arisal Aziz: Orang Minang Sudah Mengamalkan Pancasila Sejak Nenek Moyang
Padang Pariaman (Minangsatu) - Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PAN Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat II, H. Arisal Aziz mengungkapkan, masyarakat minang sudah mengamalkan Pancasila sejak masa nenek moyang hingga saat ini.
“Kita orang minang selama ini sudah mengamalkan Pancasila, karena orang minang identik dengan Keislamiannya. Apabila orang minang pasti Islam,” tegas Arisal Aziz.
Ketegasan itu disampaikan H. Arisal Aziz ketika Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII di Kota Bukittinggi serta kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, 22 – 23 Juli 2025.
Hadir sebagai pembicara Direktur Advokasi Direktur Advokasi, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Fuad Himawan, S.H.,M.M, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Komisioner Bawaslu Sumatera Barat Vifner,S.H.,M.H, dan Tokoh masyarakat Syafrinaldi.
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan BPIP ini merupakan Mitra Kerja Komisi XIII DPR RI diikuti ratusan peserta dari kalangan masyarakat, mahasiswa, pemuka agama, tokoh masyarakat di dua kabupaten yaitu di Bukittinggi dan Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Politisi yang akrab disapa dengan Josal ini menjelaskan, dasarnya orang minang beragama Islam ada di dalam Pancasila yaitu Sila Pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Lalu sila Kedua yang makna dan penerapannya berkaitan dengan beragama. Kemudian sila Ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia dengan makna walaupun berbeda-beda suku, agama kita tetap bersatu di dalam kerangka Pancasila.
Josal menjelaskan, Nenek moyang minang sudah mengamalkan sila ke-empat. Hal itu diterapkan di setiap permasalahan selalu dimusyawarahkan untuk menyatukan kesepakatan.
“ Ninik mamak kita, pemuka masyarakat kita. Dalam pepatah adat Minang berbunyi Bulek Aia Dek Pambuluh.(Bulat Air karena pembuluh) Bulek Kato Dek Mupakai
(Bulat kata karena mufakat),” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan mengungkapkan perlu adanya penguatan nilai Pancasila kembali karena berdasarkan survey BPIP tahun 2019 banyak perilaku anak-anak muda. Selain itu ada Undang – Undang yang bertentangan Pancasila serta tidak sejalan dengan Ideologi Pancasila.
“Banyak terjadi perselisihan, menyampaikan pendapat secara kasar, anak melawan orang tua dan derasnya penyebaran hoaks melalui media sosial. Disisi lain Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak setuju Ideologi Pancasila, 63 Undang - Undang dan 40 Peraturan Daerah (Perda) yang perlu segera direvisi,” Jelas Fuad Himawan
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga merupakan jiwa bangsa, nafas kebangsaan, dan jati diri masyarakat Indonesia.
“Di tengah berbagai tantangan sosial, budaya, dan teknologi yang semakin kompleks, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting untuk menjaga harmoni, toleransi, dan semangat gotong royong di masyarakat,” tegas Bupati.
Menurut JKA, relawan Gerakan Kebajikan Pancasila perannya sangat penting dan strategis dalam menyebarluaskan dan mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut di kehidupan sehari-hari.
Tokoh masyarakat Syafrinaldi juga menyoroti peran penting Pancasila dalam membentuk integritas pemimpin, menumbuhkan moral dan etika, serta mendorong keadilan sosial dan rasa tanggung jawab masyarakat.
Editor : melatisan
Tag :#Sosialisasi Relawan
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SINERGI PLN GROUP DAN POLDA SUMBAR RESMIKAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT NAGARI SUNGAI BULUAH UTARA
-
PLN UP3 PADANG DORONG PERALIHAN HULLER KONVENSIONAL KE HULLER LISTRIK DEMI EFISIENSI DAN KEMAJUAN SEKTOR PERTANIAN
-
JELANG HARI KESAKTIAN PANCASILA, PLN UP3 PADANG NYALAKAN DAYA 690 KVA UNTUK INDUSTRI STONE CRUSHER PT PANDORA ENERGI PERSADA
-
DUKUNG ENERGI TERBARUKAN, BUPATI PADANG PARIAMAN APRESIASI PROGRAM KALIANDRA PT SEMEN PADANG
-
SINERGI ABS-SBK DAN PANCASILA, ARISAL AZIZ APRESIASI PEMKAB PADANG PARIAMAN BANGUN MASYARAKAT BERADAT DAN RELIGIUS
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN