HOME OLAHRAGA RANTAU

  • Sabtu, 4 Juni 2022
Afdal Yusra, Putra Padang Panjang Yang Jadi Juru Gedor Barito Putera

Banjarmasin (Minangsatu) - Jika melihat statistik, dalam beberapa tahun terakhir tak banyak dari pesepakbola asal Sumbar yang mentas di Liga 1.Sebut saja musim 2021, “urang awak” yang bermain di kasta tertinggi sepakbola nasional bisa dihitung dengan jari, diantaranya Jandia Eka Putra, Teja Paku Alam, Irsyad Maulana, Leo Guntara, Novri Setiawan, M. Iqbal, Aldo Claudio, dan M. Faturrahman.  

Memasuki musim kompetisi 2022, daftar nama tersebut sedikit bertambah dengan kehadiran Ikhsan Nulzikrak di RANS FC dan Afdal Yusra di Barito Putera.  Nama terakhir belum begitu menggaung, namun berpotensi mencuat mengharumkan Ranah Minang.  

Afdal Yusra merupan rekrutan anyar Barito Putera dengan posisi asli adalah seorang striker murni, posisi yang saat ini termasuk langka di tengah-tengah produksi massal pemain pada posisi penyerang sayap.

“Dari SSB saya terbiasa dengan posisi penyerang sayap. Namun ketika di Timnas U-17 tahun 2015, Coach Fachri Husaini merubah posisi saya. Sekarang saya sudah nyaman bermain di posisi ini, semoga saya bisa berkontribusi bagi Barito di Liga 1 musim ini,” ujar Afdal kepada Minangsatu, Sabtu (04/06/2022).

Di bawah asuhan Dejan Antonic, Afdal akan mengisi pos penyeranga Barito Putra bersama Rafael Da Silva, Rafinha, dan Rizki Pora. Musim 2022 akan menjadi tantangan baru bagi Afdal dan pembuktian kelasnya sebagai salah seorang juru gedor gawang lawan.

Perjalanan Karir

Afdal Yusra dilahirkan di Kota Padang Panjang pada 4 Mei 1998. Hidup dan besar di lingkungan sepakbola membuat Afdal kecil sangat menggilai sepakbola. Hari-hari putra kedua dari pasangan Alm. Afrizal dan Yasnimar ini dihabiskan dengan bermain sepakbola. 

Melihat keras tekad anaknya, ayah Afdal melontarkan tantangan kepada Afdal yang saat itu baru menginjak jenjang kelas 1 SMP.

“Kok ka main bola jo waang, marantaulah ka Jawa, (‘Kalau kamu betul-betul ingin jadi pesepakbola, pergilah merantau ke Pulau Jawa’),” begitulah kira-kira ayah berkata, ujar Afdal menirukan. 

Afdalpun menyanggupi tantangan tersebut. Di usia yang masih sangat belia, tahun 2012 Afdal berangkat sendirian ke Jakarta dari Bandara Internasional Minangkabau. Di Jakarta ia sudah ditunggu oleh adik ayahnya (Oom) yang telah lama menetap di sana.

“Meskipun diantarkan ke bandara oleh Ayah dan Ibu, tapi saat masuk bandara sendirian dengan usia yang masih kecil, saya ‘gamang’ juga saat itu. Jadi, saat mau cek in saya beranikan diri dengan mengikuti saja penumpang dengan tujuan yang sama,” katanya.

Diakui Afdal, di awal-awal perantauannya ia mengalami ‘home sick’ yang luar biasa bahkan hampir berniat balik ke kampung.

“Sekitar dua bulan pertama hampir tiap hari saya menangis dan merengek kepada Om untuk diantarkan pulang kampung. Sudah tidak kuat berpisah dengan orang tua. Lucu kalau diingat-ingat. Namun, Ayah, Ibu, Om, dan Tante selalu meyakinkan saya bahwa kalau ingin menggapai cita-cita harus berjuang dan rela berkorban,” jelasnya.

Akhirnya, lewat bantuan Omnya Afdal dimasukkan ke SSB Pelita Jaya di Sawangan. Dua tahun di Sawangan, Afdal berkesempatan ikut seleksi Pertamina Soccer School (PSS) yang saat itu sedang mengadakan seleksi peserta didik tingkat nasional. Berkat bakat serta kegigihan yang dimilikinya, Afdal dinyatakan lulus seleksi PSS. Namun, sayang Afdal harus menunda satu tahun untuk bergabung karena ternyata PSS mensyaratkan jenjang minimal pendidikan peserta didik adalah SLTA, sedangkan saat itu Afdal masih kelas 3 SMP.

“Jadi, saya harus menunda satu tahun untuk bisa bergabung dengan PSS. Di tahun berikutnya ketika saya sudah SLTA, baru saya bisa bergabung dengan PSS. Di sana saya mulai merasakan progres yang luar biasa dalam hal keilmuan sepakbola saya. Saya mulai mendapatkan sentuhan sebagai seorang penyerang,” beber Afdal.

Tahun 2015, Afdal berkesempatan ikut seleksi Timnas U-17 yang kala itu dilatih Coach Fachri Husaini. Lagi-lagi, Afdal berhasil membuat Coach Fachri jatuh cinta dan memberikan kesempatan dirinya untuk bergabung dengan Timnas U-17. Bersama Coach Fachri Afdal banyak mndapat ilmu dan masukkan perihal bagaimana menjadi seorang striker murni (nomor 9) yang tajam.

Lepas dari Timnas U-17 penjelajahan Afdalpun dimulai. Mulai dari Persiba U-21 (2016), Borneo U-21 (2016), Semen Padang U-19 (2017), dan Bhayangkara U-19 (2017).

“Tahun 2017 saya gabung dengan Semen Padang untuk kompetisi EPA U-19. Kita gagal lolos ke delapan besar, namun saya masih bisa lanjut karena saat itu Bhayangkara berniat memakai saya di babak delapan besar,” jelasnya. 

Satu tahun berselang, Afdal memulai karir profesional pertama di Persita Tangerang bersama Coach Ely Idris. Hanya sebentar di Laskar Benteng, tahun 2019 Afdal lalu hijrah ke Persijap Jepara yang saat itu berjuang untuk promosi ke Liga 2. Persijap Jepara tampil sebagai juara Liga 2 musim itu yang di partai final berhasil PSKC Cimahi 3-1.

Usai liga terhenti akibat pandemi ,medio 2021 Afdal bergabung dengan PSKC Cimahi. Bersama PSKC Afdal berhasil unjuk gigi dengan koleksi 4 gol di babak penyisihan yang 2 diantaranya dicetak saat bersua Badak Lampung. Gol yang menjadi buah bibir kala itu karena keduanya dihasilkan lewat proses yang ciamik. 

Tertarik dengan permainan apik Afdal, Sulut United yang lolos ke babak delapan besar Liga 2 mengajak Afdal untuk bergabung. Meskipun Sulut gagal ke partai final, namun penampilan serta karakter bermain Afdal berhasil menarik minat manajemen Barito Putera untuk merekrut Afdal bermain di Liga 1 musim kompetisi 2022.

“Mohon do’a restu masyarakat pendukung Barito Putera serta masyarakat Sumatera Barat, semoga saya bisa menampilkan yang terbaik dan membawa tim kebanggan masayarakat Banjarmasin ini bersaing di papan atas Liga 1, Amiin,” tutupnya.*


Wartawan : Rivo
Editor : boing

Tag :#afdalyusra, #baritoputera, #afdalyusrapadangpanjang, #afdalyusrastriker, #minangsatu, #minangsatubola, #beritabolaminangsatu, #trendbolaminangsatu, #striker, #rivoseptian