HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Kamis, 3 November 2022
UPGRISBA Wisuda 635 Lulusan Dan Laksanakan Dies Natalis I
Padang (Minangsatu) - Sejak berdirinya STKIP sekarang sudah menjadi Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) telah mewisuda 23.839 sarjana. Saat wisuda yang - 2 UPGRISBA atau wisuda ke 65 dan Dies Natalis - 1 (38) Kamis (3/11) di Gedung Convention UPGRISBA dalam sidang terbuka mewisuda 635 lulusan sarjana dari tiga Fakultas, yakninya Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Demikian paparan Rektor UPGRISBA, Prof. Dr. H. Ansofino, M. Si, saat mengawali wisuda ke 2 (ke-65) Kamis (3/11) dihadapan Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd, Gubernur Sumbar, Ketua BPLP PB PGRI, Prof. Dr. Supardi, US, M. Pd, Kepala LL DIKTI Wilayah X Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri, para wakil Rektor, dosen serta orang tua siswa.
Disebutkan sejak berdiri sampai menjadi Universitas, pihak UPGRISBA selalu berupaya meningkatkan kualitas, baik dari segi lulusan, kualitas pembelajaran dan penguatan managemen tata kelola dan fasilitas kampus.
"Tentunya ini tak terlepas dari kerjasama dan suport dari semua pihak terutama para orang tua," ujar Ansofino.
Untuk mempersiapkan lulusan yang berkualitas UPGRISBA terus berinovasi mulai dari kualitas jenjang pendidikan, dosen yang saat ini 232 dosen tetap satu diantaranya guru besar, 38 S3, 41 dosen sedang study doktor dalam negeri dan 11 study doktor luar negeri serta 199 dosen sudah memiliki sertifikasi pendidik. Hal ini juga diiringi dengan pengembangan sistem penjamin mutu, penelitian dan pengabdian masyarakat, Bidang Kerjasama, Kahasiswaan dan Bidang Pendanaan.
Sementara Ketua BPH UPGRISBA dan SMA 1 PGRI Padang, Dr. Dasrizal, M.P, juga menyampaikan bagaimana gerak langkah pasti yang semula STKIP kini menjadi Universitas, adalah suatu perjuangan yang penuh keyakinan dari semua elemen yang ada di tubuh PGRI dan simpatisan terutama para orang tua (masyarakat).
"Saya sampaikan juga bahwa Universitas ini adalah milik PGRI Sumbar, semuanya merupakan perjuangan PGRI," tambah Dasrizal.
Usai sambutan Gubernur Sumbar yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, Doni Rahmat Samulo, SATU, M. Si, dan Kepala LL DIKTI, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, menyebutkan bahwa kampus UPGRISBA bukan mencetak pencari kerja, melainkan menghasilkan pencipta lapangan kerja. Ia tambahkan lulusan universitas milik PGRI ini dapat berdiri sendiri dan menjawab tantangan globalisasi yang setiap detik berkembang.
Semua itu bisa terwujud tentunya tantangan juga yang harus dijawab oleh stake holder yang ada di UPGRISBA.
"Perlihatkan jati diri dan tingkatkan prestasi dan SDM yang mengelola institusi, sehingga UPGRISBA merupakan Universitas swasta yang diperhitungkan," harap Unifah.
Tidak semua orang bisa mewujudkan suatu prestasi yang di akui dan diacungkan jempol. Namun semua itu tambah Unifah, perlu suatu komitmen, inovasi dan integritas yang kuat dan membangun nilai nilai budaya, disiplin dan lidership serta integritas.
"Dalam pencapaian ini PGRI menjalin kerjasama dengan semua pihak termasuk Polri, demi adanya keterlindungan dalam menjalankan profesi guru," sebut Unifah.(*)
Editor : Benk123
Tag :#upgrisba
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BUKU 'KINANTAN MELINTAS ZAMAN' KARANGAN IRWAN SETIAWAN DIBEDAH DI FIB UNAND
-
INISIASI PEMKO DAN DPRD PADANG, PLN UID SUMBAR DUKUNG PROGRAM FASILITAS TOILET SEHAT DI 6 SEKOLAH
-
TERUS BERPRESTASI, GEBY FITRYA ADRIAN RAIH TERBAIK II GURU SMK DEDIKATIF SUMBAR LEWAT INOVASI ‘LEARNING BY FIXING’
-
BANK NAGARI GELAR MTQ DAN LOMBA ADZAN TINGKAT SMP SE-SUMATERA BARAT, WUJUD KOMITMEN PERTUMBUHAN SPIRITUAL DI HUT KE-64
-
BIKIN BANGGA! 3 SISWA SMK SEMEN PADANG BORONG JUARA LKS 2026
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG