HOME RANCAK NASIONAL

  • Sabtu, 30 Januari 2021
Mereka tak Lagi di Rumah Mertua
Suasana komplek perumahan Abi Singgalang di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (30/1/2021).

Edwardi
(Wartawan Minangsatu.com)

 

Harmon Sastri kini hidup nyaman. Dia dan keluarga tak lagi tinggal di rumah mertua. Ternyata, memang lebih baik di rumah sendiri. Karyawan swasta itu merasa  beruntung menjadi nasabah BTN. Bank tersebut memberi kemudahan dan keringanan untuk mendapatkan tempat berteduh yang layak. 
Hampir 15 tahun Harmon tinggal bersama mertua pada sebuah komplek  di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo, Padang. Sudah sejak lama dia memimpikan bisa memiliki hunian sendiri. Namun apa daya, cita-cita selalu kandas.  “Tak enak menumpang terus dengan mertua,” katanya pada minangsatu.com, Sabtu (30/1/2021).   
Menurut Harmon, dia dan keluarga ingin mandiri. Tinggal di rumah sendiri diyakini akan membuatnya makin dewasa dan tahan banting dalam menjalani hidup ini. Tapi, lagi-lagi keinginan hidup mandiri harus dipendam. “Bagi karyawan kecil seperti saya, sulit untuk memiliki rumah sendiri. Sulit pula bagi saya untuk mengumpulkan banyak uang,” katanya.
Lupa tanggal dan tak ingat harinya, tapi lebih kurang dua tahun lalu, Harmon dapat selebaran di tempat ia bekerja. Isi selebaran itu, bagi kayawan yang ingin memiliki rumah, silahkan mendaftar. Tanpa pikir panjang, Harmon mendaftar. “Nah, inilah kesempatan punya rumah,” ujar bapak dua anak ini.
Dia tak ingin membuang-buang kesempatan. Sebab, entah kapan lagi ada peluang mendapatkan rumah. Harmon tak membuat perhitungan yang panjang. “Ini rumah untuk masa depan, tak perlu banyak pertimbangan,” katanya. Istrinya juga menyatakan dukungan untuk mengambil rumah tersebut. 
Selebaran itu berisi daftar panjang persyaratan. Semua syarat segera diurus Harmon. Mulai dari surat keterangan belum memiliki rumah, nomor pokok wajib pajak (NPWP), membuka rekening bank dan lain sebagainya dengan sigap diurusnya. 
Setelah persyaratan lengkap, Harmon mengisi formulir. Rupanya, rumah yang ia incar menggunakan Bank BTN sebagai lembaga yang memberi kredit. Semakin yakin Harmon akan memiliki rumah karena ada kredit pemilikan rumah (KPR) dari BTN. “Cocoklah, BTN sudah lama terkenal sebagai bank yang meneduhkan keluarga Indonesia,” ujar Harmon.
Harmon merasa diberi banyak kemudahan. Ketika berlangsung wawancara dengan karyawan Bank BTN Cabang Padang, dia merasa tak dipersulit. Semua tahapan berjalan dengan lancar.  Setelah urusan administrasi selesai, serah terima rumah pun dilakukan. 
Harmon kemudian menerima kunci rumah. Akhirnya, Harmon memulai hidup baru di  komplek Abi Singgalang, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia hidup tenang dengan keluarganya. Impian sejak lama terwujud sudah. “Ada kebanggaan tersendiri ketika pertama kali membuka pintu rumah baru,” jelas Harmon.
Dikatakan Harmon, dengan memiliki rumah, hidup lebih tenang. Fokus pikiran dan tenaga tinggal memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak. Sementara cicilan rumah diurus tempat ia bekerja. “Gaji saya dipotong tiap bulan,” kata Harmon.
Dijelaskan Harmon, tiap bulan gajinya dipotong Rp900 ribu lebih. Angsuran sebanyak itu, untuk ukuran zaman sekarang, menurut Harmon terbilang murah  dan terjangkau. “Bayangkan saja, dengan Rp900 ribu sudah punya rumah. Kalau mengontrak, tentu biayanya akan lebih besar. Jadi, terima kasih BTN dan pemerintah yang punya program rumah subsidi,” kata dia.
Warga Abi Singgalang lainnya, Edi Saputra memiliki pengalaman yang sama dengan Harmon berkaitan dengan betapa sulitnya memiliki rumah. Edi yang juga karyawan sebuah perusahaan swasta di Padang, sebelum memiliki rumah sendiri, tinggal di rumah mertuanya yang terletak di kawasan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Padang.
Menurut Edi, memiliki rumah merupakan impian semua orang. “Terima kasih BTN yang telah memfasilitasi saya dan keluarga berteduh di rumah yang nyaman,” ujarnya. 
Kini, Edi merasa terbantu pula dengan program relaksasi yang diberikan Bank BTN. Sejak pandemi Covid-19 melanda, perusahaan tempat ia bekerja menghadapi kesulitan berat. Ketika perusahaan kesulitan keuangan, gaji karyawan sudah tak terbayar, Edi Saputra membayangkan akan terusir dari rumah. 
Bagi Edi, kalau sempat keluar dari rumah, tak terbayang mau tinggal di mana lagi. Jika kembali ke rumah mertua, ia merasa segan. “Selain itu, sedih jika harus berpisah dengan rumah yang susah payah kita dapatkan,” katanya.
Namun, kekhawatiran itu sirna. Terhitung Mei 2020, Bank BTN Cabang Padang memberikan relaksasi setelah perusahaan tempat Edi Saputra bekerja mengajukan relaksasi pembayaran kredit. Pihak bank setuju dan hingga kini Edi tetap bisa tinggal di rumahnya. “Terima kasih BTN yang memudahkan perusahaan yang terdampak corona,” kata dia.
Kekhawatiran serupa juga dialami Harmon Sastri. Dia sempat bingung soal tempat tinggal jika rumah yang sekarang ditempati disita bank setelah perusahaan tempat ia bekerja tak mampu membayar cicilan. “Ternyata, ada program relaksasi yang menenangkan pikiran,” kata Harmon.
Edi dan Harmon, sempat sama-sama khawatir jika tak bisa lagi menempati rumah. Kalau harus mengontrak tentu mahal, sementara kondisi perusahaan megap-megap. “Uang dari mana untuk biaya kontrak rumah. Biaya kontrakan sekarang sangat mahal,” kata Edi.
Harmon dan Edi sepakat, rumah menyangkut urusan masa depan. Hidup bukan cuma untuk hari ini, rumah menentukan jalan hidup berikutnya. Mendapatkan rumah ibarat berpacu dengan waktu. Jika anak terlanjur besar, biaya semakin mahal dan kemungkinan mendapatkannya menjadi makin berat. Harmon dan Edi mendapat fasilitas kepemilikan rumah dari BTN, saat anak belum memerlukan biaya yang banyak. “Di saat yang tepat, BTN memberikan kesempatan,” kata Harmon.
Tetap tinggi
Walau Indonesia dilanda pandemi, permintaan terhadap perumahan tetap tinggi. Sektor perumahan mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang hebat. Sektor perumahan tetap berjalan, membut sektor lain ikut melaju.
Di Padang, ketika ada pembangunan rumah subsidi dilakukan developer, langsung diborong masyarakat. Apalagi rumah yang dibangun di lokasi yang dekat dengan fasilitas umum, lebih cepat dibeli warga.  
Pekerja konstruksi mendapat angin segar di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat pandemi. Aci, seorang tukang bangunan di Padang menyebutkan, kalaulah sektor perumahan tak berjalan, tukang kesulitan mendapatkan pekerjaan. “Bila mengandalkan pada proyek besar, sulit dapat pekerjaan. Sebab, banyak proyek pemerintahan yang dananya dialihkan untuk penanganan corona,” kata dia.
Pekerja bangunan lainnya, Amri mengemukakan, dengan masih berjalannya sektor perumahan, mendorong daya beli bagi dia dan rekan seprofesi lainnya. Dengan tetap mendapatkan penghasilan, asap dapur mengepul dan roda kehidupan tetap berjalan. 
Menurut Amri, bergeraknya sektor perumahan, tak saja menguntungkan para tukang, namun juga berpengaruh pada masyarakat yang menggali pasir, pekerja toko bangunan, industri semen dan lain sebagainya. 
Sektor perumahan menjadi oase bagi para tukang. Dengan tetap berjalannya pembangunan perumahan, lapangan kerja tersedia bagi para tukang. Dengan demikian, di tengah situasi yang sulit, perumahan menjadi motor penggerak bagi ekonomi pekerja konstruksi. 
Gaji pekerja  konstruksi sekarang juga terbilang layak. Tukang mendapat upah Rp150 sehari, sementara pekerja Rp100 ribu. Berbekal upah itu, mereka bisa hidup layak dan mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang demikian hebat.
Permintaan rumah subsidi masih tinggi. Pengembang yang tergabung ke dalam Real Estate Indonesia (REI) Sumbar tetap mampu memenuhinya. Bahkan, dalam tahun ini, REI Sumbar menargetkan bisa membangun rumah subsidi 10 ribu unit. Kondisi demikian bisa terwujud bila ada sinkronisasi antara developer dengan pemerintah.
Target tersebut meningkat 300 persen dari tahun lalu yang mampu dibangun sekitar 3.000 unit. Hal itu dikatakan Ketua DPD REI Sumbar, Ardinal didampingi  Sekretaris Satria, Wakil Ketua Bidang RST David Mahesa dan Zul Doris.
Disebutkan Ardinal, pada tahun ini harga rumah subsidi tak mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan  2020,  masih Rp150,5 juta. Termasuk DP 1 persen untuk PNS dan 10 persen non PNS dengan masa kredit maksimal 20 tahun.
Selain itu, bunga bank 5 persen flat atau subsidi Rp40 juta. Artinya, pemerintah memberikan pilihan dua macam bentuk subsidi. Masyarakat bisa memilih apakah subsidi angsuran Rp40 juta langsung tetapi bunga angsuran berlaku komersil dengan rata-rata 12 persen per tahun. Kemudian, masyarakat juga bisa memilih bunga angsuran 5 persen per tahun, tetapi tak mendapatkan subsidi Rp40 juta.
Pada 2021 pemerintah lebih ketat dengan spek rumah subsidi tersebut. Artinya, pengawasan pemerintah lebih ketat mulai dari pondasi hingga besi yang digunakan harus besi 12 inchi. Developer tak bisa main-main dalam bekerja, apalagi Sumbar termasuk daerah yang rawan gempa, sehingga diperlukan konstruksi bangunan yang kuat. 
"Dengan demikian, bangunan rumah subsidi jauh lebih kuat dari tahun sebelumnya, sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman buat masyarakat, walau sekarang harga bahan bangunan naik," ujarnya pada minangsatu.com.
Ketua REI Pusat, Paulus Totok menyebut sektor properti selama pandemi terkontraksi sangat dalam. Hanya segmen rumah subsidi yang masih bertahan hingga saat ini, karena konsumen masih antusias terutama di daerah.
Segmen rumah subsidi masih bertahan karena ada anggaran stimulus subsidi selisih bunga (SSB) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) yang sudah dikucurkan  Rp1,5 triliun, sehingga rumah subsidi masih bisa bertahan dan diminati masyarakat.
Kendati begitu, rumah subsidi juga terbatasi karena adanya potensi konsumen yang berkurang sebab pembatasan segmen karyawan kontrak dan nonfix income di-reject atau dibatasi dan terhambat kendala teknis layanan perbankan, proses akad terhambat karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Pulihkan ekonomi
Bank Tabungan Negara memiliki sejarah panjang dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. Jutaan  keluarga mendapatkan tempat berteduh setelah menikmati kredit pemilikan rumah yang disediakan BTN. Bank dengan kode emiten BBTN itu, tercatat 71 tahun sudah melayani pembiayaan perumahan, sekaligus sebagai lokomotif ekonomi nasional.
Sektor perumahan mampu mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).  “Sektor perumahan perlu terus melakukan terobosan dan instrumen baru karena sektor ini punya multiplier effect ke-170 industri lainnya," kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara di Jakarta, Rabu (29/7/2020) yang dikutip liputan6.com.
Menurut dia, sektor perumahan menjadi penting karena memiliki dampak berganda cukup tinggi. Apalagi sektor ini juga bisa menarik sektor lainnya. Mulai dari sektor konstruksi, tenaga kerja, semen, dan bahkan pertambangan.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko D Heripoerwanto menjelaskan, pihaknya telah menggelontorkan berbagai skema KPR bersubsidi.
Skema tersebut di antaranya subsidi selisih bunga (SSB), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT). Skema itu diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di Tanah Air. “Kami meyakini langkah strategis tersebut akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional,” kata Eko yang diwartakan liputan6.com.
Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus untuk mendongkrak sektor perumahan. Stimulus tersebut diberikan untuk menggarap angka backlog perumahan di Indonesia sekaligus mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury menjelaskan, adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar bagi perekonomian.
Kredit yang disalurkan Bank BTN, tutur Pahala, juga memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Sebab, kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun dinilai akan memberikan multiplier effect terhadap sekitar 177 subsektor industri lainnya.
Menurut Pahala, Bank BTN sendiri tercatat telah menerima dana negara Rp5 triliun pada pertengahan Juni 2020. Pahala menyebutkan, seluruh dana negara yang telah ditempatkan pemerintah tersebut terserap habis pada akhir Juli 2020.
Pahala melanjutkan, sektor perumahan di Tanah Air baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77 persen. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan Asean lainnya yang berkisar 8-23 persen.
“Sehingga kami berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya yang dikutip liputan6.com.  
Pahala yang sukses di BTN kemudian dipromosikan menjadi Wakil Menteri BUMN. Dia membantu Menteri Erick Thohir dalam mengelola badan usaha milik negara agar bermanfaat bagi rakyat banyak. 
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengharapkan, sektor perumahan dapat berperan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada 2021. Pasalnya, ekonomi nasional saat ini memburuk akibat pandemi Covid-19 yang berdampak ke berbagai sektor. Ma'ruf mengatakan, pada 2021 pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 5 persen.
"Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan," kata Ma'ruf dalam acara focus group discussion Dewan Perwakilan Daerah bertajuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sektor perumahan secara daring, Senin (28/12/2020). 
Menurut Ma'ruf, sektor perumahan menjadi sektor strategis dalam mendukung PEN karena merupakan salah satu sektor penting dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Setidaknya sektor perumahan menyumbang PDB nasional sekitar 2,7 persen dan memiliki efek berantai dengan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Sektor tersebut memacu kurang lebih 175 industri lain dan bisa menyerap tenaga kerja sekitar 4,23 juta orang. "Pengeluaran rumah tangga dari sektor ini juga dapat menambahkan peningkatan PDB 0,6 hingga 1,4 persen," kata dia.
"Artinya setiap pembiayaan yang dilakukan pada sektor perumahan memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian," lanjut Ma'ruf yang dikutip kompas.com. 
Ma'ruf mengatakan, di tengah tekanan pandemi yang menyebabkan perekonomian domestik di kuartal ketiga 2020 mengalami kontraksi minus 3,49 persen, sektor perumahan termasuk salah satu yang mampu tumbuh positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Desember 2020, terdapat tujuh sektor yang masih tumbuh positif secara tahunan meski melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ketujuh sektor tersebut yakni informasi dan komunikasi, pertanian, administrasi pemerintahan, jasa pendidikan, real estate, jasa kesehatan, serta sektor pengadaan air. 
"Untuk sektor real estate berada di urutan ketujuh, sebesar 1,9 persen. Hal ini cukup menggembirakan bagi sektor perumahan," kata dia.
Ma'ruf mengatakan, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan pertumbuhan sektor real estate pada kuartal III tahun 2020 jauh di bawah angka pertumbuhan 2019 yang mencapai 5,49 persen. 
Pertumbuhan kredit kepemilikan rumah dan apartemen (KPR dan KPA) juga turun tajam dari 7,99 persen pada 2019 menjadi 2,05 persen. "Pandemi juga menyebabkan realisasi program sejuta rumah tidak sesuai target," kata Ma'ruf.
Pada 2020, program tersebut baru mencapai 856.758 unit pada 14 Desember 2020 yang 77 persen di antaranya disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ma'ruf mengakui tahun 2020 terjadi penurunan pertumbuhan sektor perumahan akibat pandemi Covid-19 tersebut. 
Lanjutkan visi
Bank BTN telah meneduhkan jutaan keluarga Indonesia. Kini bank yang dikomandoi Plt Direktur Utama Nixon Napitupulu ini akan tetap fokus melanjutkan visi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025.
“Kami akan tetap melanjutkan visi sebagai The Best Mortgage Bank in 2025. Kami optimistis mencatatkan kinerja di atas target pada akhir 2020,” ujar Nixon seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (23/12/2020). 
Nixon menjelaskan Bank BTN menerjemahkan visi tersebut dalam berbagai strategi yang inovatif dan terukur. Perseroan telah menggelar berbagai transformasi dan perbaikan proses bisnis sejalan dengan visi tersebut. 
Bank BTN terus mengembangkan inovasinya untuk meningkatkan layanan digital banking dengan terus memoles sejumlah program digital yang dimiliki agar lebih inovatif. 
Sejak awal 2020, Bank BTN terus memacu pengembangan digital banking. Upaya tersebut cukup sukses mendorong minat nasabah untuk memaksimalkan penggunaan digital banking Bank BTN, khususnya mobile banking. 
Hingga Oktober 2020, terjadi peningkatan jumlah nasabah yang bertransaksi via mobile banking, sebanyak 60.912.342 transaksi. Angka ini meningkat 36% dari  2019 yang tercatat 44.872.107 transaksi. 
Sementara internet banking mengalami peningkatan jumlah pengguna, sebanyak 127% naik dari posisi 2019 dengan jumlah pengguna tercatat 258.521 nasabah dan pada tahun ini tercatat 587.470 pengguna.
Fitur transaksi menjadi salah satu kunci utama Bank BTN menarik masyarakat menggunakan mobile banking. Pada  akhir  2019, hanya ada 62 fitur di mobile banking Bank BTN, kini mencapai 297 fitur di antaranya pembayaran SPP ke kurang lebih sembilan universitas, pembayaran PDAM, pembelian voucher streaming, pembayaran BPJS dan sebagainya.
“Akhir tahun ini kami terus menambah dan melengkapi fitur pembayaran institusi misalnya pembayaran tiket perjalanan moda transportasi, zakat, voucher games dan lain sebagainya sehingga ada kurang lebih 489 fitur baru di mobile banking BTN,” kata Direktur Operation, IT and Digital Banking, Andi Nirwoto lewat keterangan resmi yang dikirim ke sejumlah media.
Selain  fitur, Bank BTN ini juga memperbaiki user interface yang semakin dinamis sehingga menjadi lebih menarik, modern, dan user friendly. Dengan penambahan fitur, pengguna mobile banking pun naik 24 persen pada Oktober 2020. 
Andi menambahkan, pengembangan mobile Banking juga diimbangi dengan penguatan sistem keamanan data nasabah agar bertransaksi dengan aman di mobile banking Bank BTN.
Secara teknologi BTN terus memperbarui penerapan model best practices, misalkan adanya firewall (mencegah akses tidak sah), adanya metode two factor authentification (fitur keamanan akun online dengan cara verifikasi identitas lebih dari satu kali) dan lain-lain.
Ke depan,  Andi menjelaskan, Bank BTN juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk terus mengembangkan digitalisasi perbankan  diantaranya dengan  layanan open banking yang merupakan layanan perbankan dengan application programming interface (API) terbuka.
Diharapkan, hal ini akan mempermudah pengembang pihak ketiga sehingga terhubung langsung dengan bank untuk proses transaksi, baik finansial maupun non-finansial. Dengan demikian, masyarakat menjadi dimudahkan lantaran sentuhan dan kemajuan teknologi. 
Bank BTN terus mengembangkan diri untuk menjadi mitra terbaik yang memberikan end to end solution dalam penyediaan pembiayaan dan transaksi keuangan bagi para pelaku di sektor perumahan. Dengan mengembangkan digitalisasi, menjadi upaya Bank BTN menuju top 5 di Asia Tenggara di 2025. 
“Kebutuhan di era digital yang serba cepat saat ini menuntut perbankan untuk menyediakan berbagai layanan berbasis teknologi digital. Oleh karena itu, melalui layanan open banking ini, diharapkan dapat meningkatkan layanan kerja sama business to business  atau business  to customer  bagi fintech, merchant/commerce, lembaga dan institusi lainnya” pungkas Andi  yang dikutip kontan.co.id. 
Beli rumah lewat aplikasi digital
Zaman makin canggih dan cara membeli rumah juga makin mudah.  Bank BTN mempermudah generasi milenial atau masyarakat memiliki hunian dengan harga terjangkau melalui aplikasi digital. Upaya tersebut nyatanya terus digenjot perseroan dengan melakukan berbagai edukasi yang bersifat virtual karena masih berada di tengah pandemi Covid-19.
Diwartakan laman idxchannel.com, Rabu (16/12/2020), pandemi Covid-19 sempat menurunkan minat membeli rumah, namun kini berangsur pulih dan gairah masyarakat untuk berinvestasi di properti kembali melonjak, tentunya kini waktu yang tepat karena harga yang sempat terkoreksi. Perseroan juga menegaskan BTN mudahkan masyarakat membeli properti dengan mengembangan digital ekspo yang dilakukan secara virtual.
"Dari data yang ada kita sudah dibukukan kurang lebih Rp1,2 triliun pencairan kredit yang aplikasinya lewat virtual atau digital. Ini merupakan suatu perkembangan pesat di dunia industri perumahan. Kalo dulu orang lihat aplikasi langsung ke bank, lihat rumah dan beli rumah namun sekarang ajukan aplikasinya secara virtual walaupun akadnya masih tetap bertemu notaris di depan bank," ujar Direktur Finance, Planning & Tresury PT Bank BTN Persero Tbk, Nixon LP Napitupulu di IDX Channel.
Kemudahan pengajuan lewat aplikasi lewat digital memudahkan masyarakat dalam membeli properti di tengah pandemi. Dari sisi fitur KPR, Bank BTN semakin menyesuaikan kebutuhan dengan mengeluarkan KPR patroit khusus untuk TNI AD lalu KPR Gaeess khusus untuk generasi milenial dengan fitur yang menyesuaikan pola behaviour customer BTN di Indonesia.
"Dari sisi down payment juga rasanya ada relaksasi Bank Indonesia dan sebagainya dimana DP-nya semakin kecil. Kita yakin this is the time orang beli rumah sesuai dengan kebutuhan masing-masing," ujarnya. 
Turunkan bunga
Bank Indonesia berulang kali menurunkan bunga acuan. Bank BTN hendaknya menurunkan pula suka bunga kredit pemilikan rumah, sehingga masyarakat yang terdampak pandemi bisa makin terbantu. Dalam kondisi ekonomi yang berat, diperlukan keberpihakan dan keringanan, sehingga dengan pendapatan yang terbatas, masyarakat masih mengalokasikannya ke banyak kepentingan.
Bunga rendah akan semakin memudahkan masyarakat memiliki rumah. Kabar gembira pula bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, tahun ini Bank BTN kembali dipercaya Kementerian PUPR untuk menyalurkan 11.000 unit hunian menggunakan skema kredit pemilikan rumah bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (KPR BP2BT).
Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN,  Hirwandi Gafar bersama Kepala Satuan Kerja Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Fina Sjafinas menandatangani naskah perjanjian kerja sama tentang Penyaluran BP2BT 2021 di Jakarta, Kamis (28/1/2021).
Bank BTN berkomitmen akan menyerap seluruh alokasi tersebut dengan mengandalkan infrastruktur pembiayaan perumahan yang kuat di seluruh Indonesia serta program graduated payment mortgage [GPM] di KPR BP2BT.
Majulah BTN dan jangan berhenti berinovasi serta meneduhkan  keluarga  Indonesia. (*)


Wartawan : Edwardi
Editor : Benk123

Tag :#btn