HOME POLITIK KOTA PADANG PANJANG
- Minggu, 17 Maret 2024
Ketua Demokrat, Fakhrudi, ST: Kita Tak Ingin Terjebak Politik Uang.
Pd. Panjang (Minangsatu) - Sebagai ketua partai menyandang gelar adat (niniak mamak). H Fakhrudi, ST Dt Panduko Rajo, mampu menjaga komitmen menjauhi politik uang dalam berpolitik. Buktinya, di Pileg kemaren, anak nagari Bukik Suruangan ini, termasuk salah Caleg yang anti politik uang. Haram, baginya kemenangan lewat politik uang.
Dengan sikap anti politik uang ia tanamkan itu, dirinya merasa puas ketika dukungan suara warga untuk dirinya tidak mencapai kuota, untuk bisa menduduki kursi DPRD. Posisi saya tidak hanya sebatas Ketua Partai, juga menyandang gelar adat/pusako. Artinya, bagi kaum atau anak kemenakan, saya ini jadi tauladan anak kemenakan.
" Kalau saya terjebak permainan politik uang, apa jadinya nanti, " ujar Ketua DPC Partai Demokrat ini.
Sebagai pimpinan di Demokrat Kota Padang Panjang, saya tak ingin terjebak dengan politik uang, kendati hall tersebut tak dapat dihindari dalam dunia politik. Namun demikian, untuk mengurus partai memang kita butuh uang. Tetapi, tidak menjadikan hal tersebut kita harus mainkan politik uang untuk mencapai sebuah target, atau tujuan.
" Bagi saya di partai, uang untuk menjalankan mesin partai ", tandas Fakhrudi.
Editor : melatisan
Tag :#Ketua Demokrat #Pilkada Padang Panjang.
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KETUA DPC PARTAI DEMOKRAT PADANG PANJANG, FAKHRUDI, ST, KAMI PEDULI DENGAN MUSIBAH
-
KETUA DPC GERINDRA YULIUS KAISAR, SANG POLITIKUS SEJATI
-
HENDRA SAPUTRA, SH, SANG AKTIFIS HMI SUKSES DI PANGGUNG POLITIK
-
ROSMERI, SRIKANDI PARTAI DEMOKRAT YANG TETAP TEGAR DAN PEDULI
-
MARDIANSYAH, S.SOS, SANG WAKIL RAKYAT TAK PERNAH LELAH PERJUANGKAN DAERAH
-
PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN PADA FURNITURE BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
-
DIMANA MUSEUM KOTA BUKITTINGGI?
-
"ANAK DARO" DIKLAIM KOPI KERINCI JAMBI OLEH ROEMAH KOFFIE, POTENSI PENCAPLOKAN BUDAYA MINANG PICU KONTROVERSI
-
MEMBUMIKAN KOPI MINANG: DARI SEJARAH 1840 HINGGA GERAKAN MENANAM KAUM
-
FWK MEMBISIKKAN KEBANGSAAN DARI DISKUSI-DISKUSI KECIL