HOME BIROKRASI KOTA PAYAKUMBUH
- Minggu, 23 Juni 2024
Waspada Bahaya Listrik , PLN Sosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan
Payakumbuh, (minangsatu) - PLN tidak saja berkomitmen menyediakan listrik yang andal dan cukup , namun juga berupaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya listrik, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Payakumbuh adakan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) kepada perangkat daerah dan masyarakat umum Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar.
Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sungayang, sekitar 40 orang peserta menghadiri sosialisasi dari PLN. Manager PLN UP3 Payakumbuh Teguh B Octavianto menyampaikan, mengupayakan keamanan dan keselamatan pelanggan selama menikmati aliran listrik adalah salah satu komitmen PLN. Salah satunya diupayakan dengan mengedukasi masyarakat melalui Sosialisasi K2.
‘’PLN berkomitmen tidak hanya menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga mengupayakan masyarakat dapat menikmati listrik dengan tetap aman dan selamat. Edukasi terkait K2 harapannya mengenalkan lebih luas kepada masyarakat tentang praktik keselamatan yang tepat agar terhindar dari potensi bahaya listrik,” sampainya.
Pengetahunan K2 penting karena listrik yang menjadi salah satu kebutuhan vital saat ini harus digunakan dengan bijak. ‘’Kelalaian penggunaan listrik atau kelalaian aktivitas dekat jaringan listrik dapat merugikan banyak orang, bukan hanya si pelaku. Maka perlu kita hindari bersama,” lanjut Teguh.
Potensi bahaya listrik yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari diantaranya arus pendek atau korsleting yang diakibatkan ketidakpahaman ataupun kelalaian. PLN UP3 Payakumbuh menginformasikan kepada peserta sosialisasi bahwa pemeriksaan kondisi instalasi listrik secara berkala, maksimal 5 tahun sekali sangat penting untuk menghindari arus pendek, korsleting, hingga kebakaran.
Selain itu, penggunaan alat elektronik dan perangkat listrik yang berstandar SNI baik untuk keamanan dan keselamatan seluruh pelanggan PLN. Hindari pula penggunaan elektronik dengan kabel yang telah terkelupas, hindari penggunaan kabel terminal dan charger yang terkelupas, serta hindari penggunaan stop kontak menumpuk.
Potensi bahaya listrik juga dapat ditimbulkan jika berkegiatan terlalu dekat dengan jaringan listrik. Jarak aman berkegiatan dari jaringan PLN adalah 3 meter. PLN selalu konsisten mengimbau pelanggan untuk menjaga jarak aktivitas dari jaringan listrik, serta tidak memasang benda apapun di atau dekat jaringan listrik.
Untuk potensi bahaya listrik yang harus ditindak oleh petugas PLN, PLN mengimbau peserta sosialisasi untuk melaporkan melalui PLN Mobile, yaitu pada Fitur “Pengaduan”. Laporan melalui PLN Mobile telah terkoneksi _real time_ dengan sistem PLN maka dipastikan akan direspon cepat oleh petugas.
‘’Melalui PLN Mobile, Bapak Ibu dapat bekerja sama dengan PLN untuk mencegah potensi bahaya listrik. Penanganan akan cepat dan efisien karena petugas dipastikan segera bergerak untuk pencegahan seusai menerima laporan. Mari manfaatkan layanan aplikasi ini. Segera install bagi yang belum menggunakannya,’’ sampai Teguh kemudian.
Editor : boing
Tag :#PLN #UIDSumbar #Minangkabau #minangsatu
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PRETY DIAWATI DILANTIK SEBAGAI DIREKTUR PERUMDA AIR MINUM TIRTA SAGO PAYAKUMBUH
-
WALI KOTA DORONG OPD EVALUASI RENCANA AKSI TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI PAYAKUMBUH
-
PEMKO PAYAKUMBUH SAMPAIKAN LKPJ 2025 DIDEPAN DPRD
-
ASN PAYAKUMBUH DIMINTA DISIPLIN PASCA LIBUR LEBARAN IDUL FITRI
-
BENTUK POS BANTUAN HUKUM, WALI KOTA PAYAKUMBUH ZULMAETA DAPAT PENGHARGAAN MENTERI HUKUM
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK