HOME OLAHRAGA KOTA PADANG

  • Selasa, 4 Agustus 2026

Wakili Indonesia Di Vietnam, Dirut PT Semen Padang Lepas Dua Pesilat Binaan PT Semen Padang

 

Wakili Indonesia di Vietnam, Dirut PT Semen Padang Lepas Dua Pesilat Binaan PT Semen Padang

Padang (Minangsatu) 
Dua atlet binaan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG) yang tergabung dalam Perguruan Pencak Silat (PPS) Sakato Semen Padang mendapat kepercayaan membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Keduanya adalah Yolla Cynthiana dan Ochi Ramadhani. Mereka akan tampil sebagai wakil Indonesia pada Hanoi International Martial Arts Festival 2026 yang digelar di Hanoi, Vietnam, 7–9 Agustus 2026.

Keduanya dilepas keberangkatannya oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, didampingi Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Ketua Umum FKKSPG Freddo Syukri, Sekretaris Umum FKKSPG Arfan Asmara, Ketua Bidang Olahraga Prestasi FKKSPG A M Reza, serta Sekretaris Umum PPS Sakato Semen Padang Afri Yesi Indra.

Keberangkatan Yolla dan Ochi bukan sekadar partisipasi dalam sebuah festival seni bela diri internasional. Keduanya membawa misi yang lebih luas, yakni memperkenalkan pencak silat sekaligus kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat internasional.

Penunjukan kedua pesilat tersebut didasarkan pada surat Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat yang mengacu pada Surat Pengurus Besar (PB) IPSI Nomor 11/SJ/PB IPSI/VII/2026 tanggal 15 Juli 2026 tentang permintaan dua penampil pencak silat yang dikombinasikan dengan Silat Tradisi Minangkabau dalam festival internasional di Hanoi.

Melalui surat yang ditandatangani Ketua Umum Pengprov IPSI Sumatera Barat Vasko Ruseimy pada 20 Juli 2026, Yolla Cynthiana dan Ochi Ramadhani kemudian resmi ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam ajang tersebut.

Kepercayaan itu menjadi capaian penting bagi PPS Sakato Semen Padang dan FKKSPG, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuka jalan bagi atlet daerah untuk tampil di panggung yang lebih luas.

Sebelum bertolak ke Vietnam, kedua atlet tersebut juga menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mulai 23 Juli 2026 di bawah pembinaan PB IPSI.

Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan keduanya, tidak hanya dari aspek teknik pencak silat, tetapi juga dalam mempersiapkan penampilan yang menggabungkan seni bela diri dengan karakter kuat Silat Tradisi Minangkabau.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Yolla dan Ochi atas kepercayaan yang diberikan untuk tampil mewakili Indonesia.

Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan momentum penting bagi kedua atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama Sumatera Barat dan Indonesia di forum internasional.

“Jaga kesehatan selama persiapan hingga pertandingan. Semoga mendapatkan prestasi yang terbaik,” ujar Pri.

Ia berharap kiprah Yolla dan Ochi di Hanoi tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Minangkabau kepada dunia.

Pri juga berpesan agar keduanya tampil penuh percaya diri dan menjaga nama baik daerah, bangsa, serta keluarga besar Semen Padang Group yang selama ini turut memberikan dukungan terhadap pembinaan mereka.

Bagi Yolla dan Ochi, kepercayaan untuk tampil di Hanoi menjadi sebuah amanah besar yang lahir dari proses panjang. Bertahun-tahun menjalani latihan, mengikuti berbagai ajang, serta menempa kemampuan di bawah pembinaan pelatih akhirnya membawa keduanya menuju panggung internasional.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang kami syukuri. Kami tidak hanya membawa nama diri sendiri, tetapi juga membawa marwah Ranah Minang, IPSI Sumatera Barat, PPS Sakato Semen Padang, FKKSPG, serta keluarga besar Semen Padang Group ke panggung dunia,” ujar Yolla.

Bagi kedua atlet, penampilan di Hanoi juga memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menunjukkan kemampuan bela diri.

Setiap gerakan yang akan diperagakan nantinya merupakan representasi dari budaya Minangkabau yang memiliki nilai, filosofi, karakter, serta sejarah yang panjang. Karena itu, Yolla dan Ochi tidak hanya mempersiapkan aspek fisik dan teknik, tetapi juga berupaya memahami dan menghidupkan filosofi yang melekat pada setiap jurus yang mereka tampilkan.

“Saya ingin dunia melihat bahwa silat Minangkabau bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan nilai dan karakter,” ujarnya.

Persiapan menuju festival internasional itu pun dilakukan secara menyeluruh. Selain mengikuti pemusatan latihan bersama PB IPSI, keduanya secara konsisten meningkatkan kondisi fisik, menyempurnakan teknik, serta memperdalam pemahaman terhadap filosofi budaya Minangkabau.

Untuk menjaga stamina, keduanya rutin berlari sejauh lima kilometer setiap hari. Latihan tersebut dipadukan dengan sesi intensif bersama pelatih untuk memperkuat fisik sekaligus menyempurnakan jurus-jurus tradisi Minangkabau yang akan dibawakan di Hanoi.

Evaluasi juga dilakukan secara detail. Setiap gerakan direkam melalui video untuk kemudian dipelajari kembali. Cara tersebut dilakukan untuk memastikan setiap detail penampilan, mulai dari ketepatan gerakan, kekuatan, kelenturan, hingga kekompakan dapat ditampilkan secara presisi di hadapan publik internasional.

Persiapan itu mencerminkan keseriusan keduanya dalam menjawab kepercayaan yang telah diberikan. Sebab, di Hanoi nanti, Yolla dan Ochi tidak hanya dituntut tampil sebagai atlet pencak silat, tetapi juga sebagai representasi budaya Indonesia, khususnya budaya Minangkabau.

Ketua Umum FKKSPG Freddo Syukri menyampaikan selamat sekaligus apresiasi kepada kedua atlet binaan PPS Sakato Semen Padang dan FKKSPG yang telah menunjukkan dedikasi serta kerja keras hingga mampu mencapai level internasional.

“Selamat kepada atlet binaan PPS Sakato Semen Padang dan FKKSPG. Harapannya tentu saja para atlet dapat meraih kemenangan dan membawa pulang medali untuk PT Semen Padang, serta mengharumkan nama perusahaan di kancah internasional,” kata Freddo.

Menurut Freddo, FKKSPG sebagai wadah karyawan Semen Padang Group tidak hanya berperan dalam membangun kebersamaan di lingkungan perusahaan, tetapi juga memiliki komitmen untuk mendukung berbagai aktivitas yang memberikan dampak positif, termasuk olahraga, kegiatan sosial, dan pembinaan lingkungan.

Dalam konteks olahraga prestasi, dukungan terhadap atlet menjadi bagian dari komitmen tersebut. Pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat menciptakan ruang bagi atlet untuk terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan berkompetisi di level yang lebih tinggi.

Freddo menegaskan, Semen Padang melalui FKKSPG akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap pengembangan atlet, khususnya mereka yang telah berprestasi maupun atlet yang masih berada dalam tahap pembinaan.

“Walaupun saat ini kita berada di tengah dinamika industri dan bisnis yang penuh tantangan, kami tetap berkomitmen dan berupaya untuk terus memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Dukungan tersebut, lanjut Freddo, merupakan bentuk komitmen untuk memastikan pembinaan atlet tidak berhenti pada pencapaian prestasi sesaat. Lebih dari itu, pembinaan diharapkan dapat menjadi proses berkelanjutan yang melahirkan atlet-atlet berkualitas dan mampu membawa nama Semen Padang Group ke berbagai kompetisi bergengsi.


Wartawan : Rivo/relis
Editor : melatisan

Tag :Wakili Indonesia, di Vietnam, Dirut PT Semen Padang, Lepas, Dua Pesilat, Binaan PT Semen Padang

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com