- Selasa, 3 Maret 2026
Tradisi Bakaba Di Surau Pada Masa Lampau
Tradisi Bakaba di Surau pada Masa Lampau
Oleh: Sayyid Sufi Mubarok
“Bakaba” di Balik Suara Surau
Di beberapa sudut kampung Minangkabau dulu, setelah adzan Isya berkumandang dan pengajian usai di surau, cerita panjang tentang leluhur, kepahlawanan, hingga cerita moral lain kerap mengisi malam itu. Tradisi itu dikenal sebagai bakaba, sebuah bentuk pementasan lisan yang lekat dengan cerita kaba, narasi prosa yang dilagukan dan disampaikan secara langsung kepada pendengar.
Dalam tradisi Minang, bakaba tidak sekadar hiburan malam, tetapi sarana penting untuk menyampaikan pesan adat, sejarah, dan nilai-nilai budaya melalui suara dan kata yang dibingkai musik tradisional seperti saluang atau rebab.
Surau Sebagai Ruang Budaya dan Pendidikan
Surau di Minangkabau lebih dari sekadar tempat ibadah. Sejak dulu, bangunan ini berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tempat bermusyawarah, dan ruang berkumpulnya para pemuda untuk belajar serta berbagi cerita tentang adat dan kehidupan.
Peran surau yang beragam ini turut memberi ruang berkembangnya tradisi-tradisi lisan seperti bakaba, karena suasana kolektif di surau mendukung dialog dan penyampaian cerita secara langsung dari tukang kaba kepada masyarakat.
Awal Mula dan Fungsi Bakaba
Secara historis, bakaba tumbuh dari tradisi tutur kata yang sudah lama dimiliki masyarakat Minangkabau. Kaba sendiri merupakan bentuk cerita prosa yang diciptakan dan diwariskan secara turun-temurun, berisi kisah legenda, nasehat moral, sampai sejarah komunitas.
Dalam bakaba, tukang kaba menyampaikan cerita dengan alunan ritmis yang mengikat pendengar pada inti kisahnya, seringkali berlangsung sampai larut malam. Tradisi ini berkembang pesat di masyarakat sebelum masuknya hiburan modern yang perlahan menggantikan ruang tradisional tersebut.
Dari Lisan ke Memori Kolektif
Kini, bakaba bukan lagi pemandangan umum di surau-surau Minangkabau. Hadirnya musik modern dan perubahan gaya hidup membuat generasi muda banyak yang kurang mengenal tradisi lisan ini. Meski demikian, warisan bakaba masih tersimpan di memori kolektif orang tua dan beberapa kelompok budaya yang berupaya melestarikannya melalui pementasan atau kajian kesenian tradisional, sebagai salah satu bentuk kekayaan warisan budaya lisan Minangkabau yang bernilai tinggi.
Editor : melatisan
Tag :Tradisi Bakaba, Surau, Masa Lampau
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENGENAL BUDAYA MINANG: IDENTITAS YANG TETAP BERTAHAN DI TENGAH ARUS ZAMAN
-
MENJAGA DENYUT TRADISI MINANGKABAU YANG TAK PERNAH PADAM DI NAGARI
-
MENGENAL LEBIH DEKAT ADAT MINANGKABAU: ATURAN HIDUP YANG TAK LEKANG OLEH ZAMAN
-
MENYELAMI KEDALAMAN BUDAYA MINANGKABAU: WARISAN YANG HIDUP DI TENGAH PERUBAHAN
-
MENGINGAT KEJAYAAN NIAGA: MENELUSURI JEJAK SEJARAH PELABUHAN PADANG DARI MUARO HINGGA TELUK BAYUR
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA