- Rabu, 25 Februari 2026
Tokoh Perempuan Minangkabau Dalam Sejarah Pergerakan: Jejak Perjuangan Dari Ranah Ke Panggung Nasional
Tokoh Perempuan Minangkabau dalam Sejarah Pergerakan: Jejak Perjuangan dari Ranah ke Panggung Nasional
Oleh: Avina Amanda
Di sejumlah kota di Sumatera Barat, nama-nama tokoh perempuan masih terpasang di sekolah, jalan, hingga lembaga pendidikan. Mereka bukan sekadar simbol, tetapi bagian penting dari sejarah pergerakan bangsa. Tokoh Perempuan Minangkabau dalam Sejarah Pergerakan tercatat aktif di bidang pendidikan, politik, hingga perjuangan bersenjata, meninggalkan jejak yang terdokumentasi dalam arsip dan catatan sejarah nasional.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa tradisi intelektual dan semangat merantau di Minangkabau juga melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang terlibat langsung dalam dinamika perubahan sosial dan politik Indonesia.
Rohana Kudus dan Gerakan Literasi Perempuan
Salah satu nama penting adalah Rohana Kudus. Lahir di Koto Gadang pada 1884, Rohana dikenal sebagai pelopor pendidikan dan pers perempuan di Indonesia. Pada 1911, ia mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia di kampung halamannya, yang memberi akses pendidikan bagi perempuan di masa ketika ruang belajar masih terbatas.
Rohana juga menerbitkan surat kabar khusus perempuan, Soenting Melajoe, pada 1912 di Padang. Media ini menjadi wadah suara perempuan bumiputra, membahas pendidikan, keterampilan, dan peran sosial. Catatan sejarah pers Indonesia menempatkannya sebagai salah satu jurnalis perempuan pertama di tanah air. Atas kiprahnya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 2019.
Rasuna Said dan Perjuangan Politik
Nama lain yang tak terpisahkan dari sejarah pergerakan adalah Rasuna Said. Lahir di Maninjau pada 1910, Rasuna aktif dalam organisasi pergerakan dan dikenal lantang mengkritik kebijakan kolonial Belanda. Aktivitas politiknya membuat ia pernah dipenjara pada 1932 karena pidatonya yang dianggap menghasut.
Rasuna terlibat dalam Sarekat Rakyat dan kemudian menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat setelah Indonesia merdeka. Kiprahnya dalam memperjuangkan hak politik dan pendidikan bagi rakyat menjadikan namanya diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Jakarta. Arsip perjuangan kemerdekaan mencatat perannya sebagai orator perempuan yang berpengaruh di Sumatera Barat pada masa pergerakan nasional.
Rahmah El Yunusiyah dan Pendidikan Perempuan
Dalam bidang pendidikan Islam modern, Rahmah El Yunusiyah menjadi figur sentral. Ia mendirikan Diniyah Puteri di Padang Panjang pada 1923, sebuah lembaga pendidikan khusus perempuan yang menggabungkan pelajaran agama dan pengetahuan umum.
Dokumentasi sejarah pendidikan Islam mencatat bahwa sistem pendidikan yang dirintis Rahmah mendapat perhatian luas, bahkan dari luar negeri. Ia menerima penghargaan dari Universitas Al-Azhar di Kairo atas kontribusinya di bidang pendidikan perempuan. Diniyah Puteri hingga kini tetap berdiri sebagai salah satu institusi pendidikan yang berpengaruh di Sumatera Barat.
Jejak yang Tetap Hidup
Kiprah Tokoh Perempuan Minangkabau dalam Sejarah Pergerakan menunjukkan bahwa perempuan dari ranah ini tidak berada di pinggir arus sejarah. Mereka hadir sebagai pendidik, jurnalis, politisi, dan penggerak sosial dalam periode penting pembentukan bangsa.
Catatan arsip, dokumen pendidikan, dan sejarah pers nasional memperlihatkan kontribusi nyata mereka dalam membuka akses pendidikan, memperjuangkan hak politik, serta membangun kesadaran kebangsaan. Hingga hari ini, nama-nama itu masih disebut dalam buku pelajaran dan ruang publik, menjadi pengingat bahwa sejarah pergerakan Indonesia juga ditulis oleh perempuan Minangkabau.
Editor : melatisan
Tag :Tokoh, Perempuan, Minangkabau, Sejarah Pergerakan, Jejak Perjuangan, Ranah, ke Panggung Nasional
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAKNA MUSYAWARAH DI BALAI ADAT MINANGKABAU DALAM TRADISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN NAGARI
-
PERBEDAAN KELARASAN KOTO PILIANG DAN BODI CANIAGO DALAM STRUKTUR ADAT MINANGKABAU
-
SISTEM SAKO DAN PUSAKO DALAM ADAT MINANG: FONDASI KEPEMIMPINAN DAN WARISAN KAUM
-
PERAN MAMAK DALAM KELUARGA MATRILINEAL MINANGKABAU: PENJAGA KAUM DAN PEMBIMBING KEMENAKAN
-
FILOSOFI KEPEMIMPINAN DATUK DALAM STRUKTUR ADAT MINANGKABAU
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN