- Rabu, 12 November 2025
Tingkatkan Iklim Investasi, Pemko Solok NGOPI Dengan Pengusaha Dan Pelaku UMKM
Kota Solok (Minangsatu) - NGOPI (Ngobrol-Ngobrol Potensi Investasi) digelar Pemerinrah Kota Solok di Solok Premiere Hotel, Selasa, (11/11/25).
Kegiatan yang diikuti peserta dari Pengusaha dan pelaku UMKM untuk meningkatkan Iklim Investasi di Kota Solok dibuka Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal yang dihadiri Kepala KPPN Bukittinggi Khairil Indra, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat diwakili Yuniarti, S.Pd, M.Si, Kepala DPMPTSP Kota Solok, Elvi Basri dan undangan lainnya.
Kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal mengatakan, Kota Solok, dengan julukan Kota Beras Serambi Madinah, secara geografis adalah daerah yang kecil. Namun, justru dalam keterbatasan wilayah seluas 57 km2 inilah terletak potensi besar dan posisi strategis kita sebagai simpul logistik, perdagangan, dan jasa sehingga ini menjadi peluang dan potensi strategis Kota Solok.
Debgan laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) kita menunjukkan tren yang positif, bahkan sempat berada di atas rata-rata nasional. Ini adalah bukti bahwa fondasi ekonomi Kota Solok cukup kuat, ditopang oleh sektor perdagangan dan jasa.
Kini, saatnya kita mendongkrak pertumbuhan ini dengan investasi yang semakin lebih besar, lebih terarah, dan lebih berkelanjutan,"ujarnya.
Pemerintah Kota Solok menyadari sepenuhnya bahwa modal dan keberanian para investor tidak akan datang tanpa adanya kepastian, kemudahan, dan jaminan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu melalui forum ini.
Wawako menegaskan tiga komitmen utama dalam mendorong peningkatan iklim investasi yaitu Kemudahan dan Kepastian Regulasi, Pembangunan Infrastruktur Pendukung dan Fokus pada Sektor Unggulan dan Inovatif.
Mengingat keterbatasan lahan, investasi di Kota Solok haruslah cerdas dan bernilai tambah tinggi. Pemko Solok memprioritaskan investasi pada Sektor Perdagangan dan Jasa meliputi Pembangunan gudang logistik modern, pusat kuliner, dan properti komersial dan Pasar Induk Produksi Pertanian.
Sektor Jasa Pendidikan dan Kesehatan meliputi Pembangunan rumah sakit, klinik spesialis, dan lembaga pendidikan berkualitas. Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata meliputi Pengembangan akomodasi dan pusat oleh-oleh yang terintegrasi dengan potensi agrowisatadari kabupaten sekitar, menjadikannya "Segitiga Emas" ekonomi di Sumatera Barat.
Investasi bukan hanya soal uang, tapi soal kepercayaan dan masa depan. Investasi yang investor tanamkan di Kota Solok adalah investasi untuk masa depan generasi kita, untuk penciptaan lapangan kerja, dan untuk pertumbuhan ekonomi daerah,"jelas Wawa mengakiri.(zulnazar)
Editor : melatisan
Tag :#NGOPI
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DISDUKCAPIL KOTA SOLOK JEMPUT BOLA PERCEPAT PEMBUATAN KTP-EL PELAJAR SLTA
-
WALI KOTA SOLOK SAMPAIKAN PERUBAHAN APBD 2026, ANGGARAN DIARAHKAN UNTUK KEPENTINGAN MASYARAKAT
-
WALIKOTA SOLOK AMBIL SUMPAH DAN SERAHKAN SK 110 CPNS
-
KUNJUNGI BKN-RI, WALIKOTA SOLOK EKSPOSE IMPLEMENTASI MANAJEMEN TALENTA ASN
-
DIIKUTI 12 ADMIN OPD, COACHING CLINIC ADMIN SP4N-LAPOR DIBUKA KADIS KOMINFO KOTA SOLOK
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI