HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Sabtu, 18 Desember 2021
TARIAN WARISAN KESULTANAN INDROPURO DITAMPILKAN PADA PKM 17 DI GEDUNG PERTUNJUKAN MENTI MANIK
Padang (Minangsatu) - Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (YPKM) memfasilitasi pertunjukan kesenian langka Tari Benten, Tari Pencak, Tari Silek Kain, dan Tari Rantak Kudo Si Kambang Manih dalam Even Bulanan PKM 17 yang ke-3, pada Jumat Malam, 17 Desember 2021 [pukul 20-00 sd 22.00 Wib].
Pertunjukan itu diselenggarakan bertempat di Gedung Pertunjukan Menti Menik, Ladang Tari Nan Jombang (Nan Jombang Dance Company) Gunuang Sariak, Kuranji, Kota Padang. Tari-tarian tersebut dipersembahkan oleh Sanggar Seni Puti Gubalo Intan pimpinan Junaidi Chan dari nagari Taluak Kualo, Kecamatan Air Pura, Inderapura, Pesisir Selatan.
Kegiatan itu diseponsori oleh Dr. Alirman Sori dan Muslim Muhammad Yatim, Lc, MM. anggota DPD RI asal Sumatera Barat.
Tarian-tarian itu adalah warisan kesultanan Indropuro yang dikembangkan kembali oleh Junaidi Chan melalui sanggarnya. Seni budaya langka tersebut, menurut Dr. Yulizal Yunus, Dt. Rajo Bagindo, diperkirakan diciptakan pada masa kejayaan Kesultanan Indropuro pada Abad ke-15.
Seni itu bukan sekadar seni pertunjukan tetapi juga layak ditonton, bahkan tidak saja tontonan tetapi juga tuntunan. Sebab, ia sangat kental merepresentasikan dan merefleksikan budaya Minangkabau. Catatan penting tentang kesenian Minangkabau adalah ia tidak saja mengandung aspek estetika tapi juga erotika yang dikontrol dengan etika.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Umum Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau itu saat menghantar pertunjukan.
Salah seorang sponsor kegiatan, yakni Muslim Muhammad Yatim, hadir untuk membuka acara. Dalam sambutan pembukaannya, Muslim memberi apresiasi terhadap PKM dan Gedung Pertunjukan Menti Menik yang menurutnya sangat bagus.
Kesenian Minangkabau sebutnya adalah unik, beragam, dan indah. Lebih jauh Muslim menyatakan bahwa seni budaya Minangkabau itu bukan sekadar hiburan tetapi juga adalah nasihat. Beliau mendorong untuk menghidupkan budaya di setiap nagari di 19 kabupaten/ kota di Sumatera Barat.
Sutan Yudi Prayogo, Pewaris Rajo Indropuro, Ketua Pucuk Adat Kampung Dalam juga turut member sambutan. Sutan sagat berterima kasih atas PKM 17 yang didukung oleh Nan Jombang Dance Company, DPD RI, dan Junaidi Chan sebagai pembina sanggar Puti Gubalo Intan.
Melalui kutipan sebuah pantun, jatuah mumbang jatuah kalapo, jatuah bairiang kaduoonyo, rusak adaik hancua pusako, abih kebudayaan nan usali Sultan menyampaikan pesan para tetua agar tetap menjaga dan melestarikan adaik, pusako, dan kebudayaan yang usali, jangan sampai hilang digerus modernisai.
Kesenian menurutnya merupakan cipta rasa akal budi nenek moyang yang luar biasa. Tari si Kambang Manih misalnya, telah menjadi salah satu dari tiga belas warisan budaya tak benda Sumatera Barat dan dicatat dalam Buku Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Si Kambang Manih, merupakan tarian pelayan/ sikambang saat menumbuk padi dan aktifitas di lingkungan kesultanan lainnya. Masih baanyak kesenian warisan Kesultanan Indrapura, seperti: Pak Oyai, asrakal, gamad, dan lainnya.
Kelembagaan kesultanan Indrapura pun masih terjaga dan terwarisi hingga hari ini. Pucuk adat Kampung Dalam sebagai pewaris Sultan Inderapura, Mangkubumi yang merupakan Perdana Mentri membawahi Mantri Nan 20, Mangku Rajo yang merupakan tangan kanan Sultan dalam mengayomi dan memayungi kaum Melayu Tinggi Kaampung Dalam, dan Ninik Mamak Nan Duo Puluh yang menjadi waris dari Mantri nan 20 daulunya, masih ada sampai saat ini, sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pengurus dan Pembina YPKM hadir secara offline dan online. Pengurus inti yang hadir online adalah Ketua H. Hasril Chaniago dan Sekum Yulizal Yunus.
Sementara itu, Pembina dan Pengurus lainnya hadir secara online melalui Kanal Youtube PKM, di antaranya Ketua Umum YPKM Shofwan Karim dan Ketua Pembina Irman Gusman di Jakarta beserta pengurus dan pembina lainnya.
Turut hadir offline adalah Ketua Perkumpulan Sarjana Budaya Bahasa Sastra Minangkabau (PSBBSM) Dr, Hasanuddin, M. Si Dt Tan Patih, pemerhati budaya Januarisdi Rio Mandaro, para wartawan, dan puluhan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari beberapa PTN di Pulau Jawa, dan masyarakat Kota Padang.*
Editor : Benk123
Tag :#rantak kudo,
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV SUMBAR PERKUAT PENGENDALIAN DISTRIBUSI HINGGA KE DAERAH, TEMPATKAN PERSONEL POLRI DAN TNI DI SETIAP SPBU
-
GUBERNUR MAHYELDI TEGASKAN ANTREAN PANJANG KENDARAAN DI SPBU HARUS DITANGANI SECARA EFEKTIF DAN TERUKUR
-
KI SUMBAR LAUNCHING MONEV KIP 2026
-
TEBAR QURBAN PEMPROV SUMBAR MENINGKAT TAJAM, 140 SAPI DAN 33 KAMBING DISALURKAN KE BERBAGAI DAERAH
-
IINDEKS DEMOKRASI PROVINSI SUMBAR NAIK SIGNIFIKAN, TAHUN 2025 MASUK KATEGORI TINGGI SECARA NASIONAL
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA