HOME EKONOMI KOTA PADANG PANJANG
- Selasa, 25 Januari 2022
Tanaman Hias Homalomena Frog Mampu Tingkatkan Ekonomi Warga
Padang Panjang (Minangsatu) - Tanaman hias Homalomena Frog dikelola para Kelompok Tani tanaman hias Kota Padang Panjang, kini telah miliki omset penjualan mencapai ratusan juta perbulannya.
Setidaknya, ribuan batang Tanaman Hias Homalomena Frog dikirim Kelompok Tani melalui Asosiasi Tanaman Hias ke CV. Minatu Bogor perbulan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dispangtan Kota Padang Panjang, Ade Nafrita Anas, M.P kepada Minangsatu. com, Selasa (25/1/21) siang. Ditambahkan Ade, perminggu ada sekitar 3000 batang Tanaman Hias Homalomena Frog dikirim Kelompok Tani Tanaman Hias ke Bogor.
"Saya tidak menyangka tanaman hias khas Padang Panjang ini tidak hanya disukai warga lokal, juga masyarakat mancanegara," tutur Ade.
Disinggung apa tak secepatnya tanaman hias Homalomena Frog ini dipatenkan sesuai arahan pusat, ditambahkan Ade, itu akan berproses dengan sendirinya, sambungnya.
Sebelumnya, Wali Kota Fadly Amran mengatakan, ini merupakan sebuah peluang untuk membangkitkan sektor ekonomi petani, terutama sekali ekonomi kelompok petani tanaman hias di Kota Padang Panjang.*
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMKO PADANG PANJANG GELAR BAZAR RAMADAN DI MAPOLRES SEDIAKAN KEBUTUHAN POKOK TERJANGKAU
-
KEJARI GELAR BAZAR RAMADAN, SEDIAKAN SEMBAKO MURAH
-
BANTU WARGA DAPATKAN BAHAN POKOK TERJANGKAU, PEMKO GELAR OPETASI PASAR MURAH
-
TP-PKK PADANG PANJANG BERBAGI TAKJIL, DI BELI KE PEDAGANG KULINER LOKAL
-
PASAR PUSAT PADANG PANJANG, SEJUMLAH KOMODITAS TURUN HARGA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL